<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491</id><updated>2011-08-01T11:29:23.440-07:00</updated><category term='Setengah Baya'/><category term='17 Tahun'/><category term='Sedarah'/><category term='Pesta Seks'/><category term='Cerita Panas'/><category term='Sesama Wanita'/><category term='Daun Muda'/><category term='Video Bokep 3GP'/><category term='Tante Girang'/><category term='Swinger'/><category term='Pemerkosaan'/><title type='text'>Cerita Panas + 3GP</title><subtitle type='html'>Koleksi Cerita Panas Seru - Download Video Bokep 3GP - Cerita Panas - Cerita Seks - Cerita Daun Muda - Cerita 17 Tahun - Cerita Tante Girang - Cerita Pesta Seks</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>103</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7221731697690246859</id><published>2010-01-10T21:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T21:25:07.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Bersetubuh Dengan Mama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mama saya, seperti kebanyakan wanita wanita lain, sangat senang dengan tanaman. Di usia nya yang separuh baya, hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk mengurusi bunga-bunganya yang nyaris memenuhi seluruh halaman rumah kami yang luas. Setiap sore mama selalu berada di halaman belakang, terbungkuk – bungkuk merawat bunga-bunga kesayangannya. Jika liburan begini, biasanya sepanjang sore kubahiskan waktu untuk memperhatikan Mama. Terus terang, saya senang sekali mencuri – curi pandang pada gundukan payudaranya yang hampir menyembul dari belahan dasternya, pahanya yang sekali-sekali tersingkap jika Mama menungging, atau memeknya yang membayang dari celana dalamnya yang jelas terlihat sewaktu Mama berjongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu waktu, dengan tidak sengaja, Mama membungkuk kearah ku yang lagi asyik duduk di gazebo. Kedua belah payudaranya yang tanpa beha hampir seluruhnya keluar dari leher dasternya. Kedua putting payudaranya jelas-jelas terlihat. Mungkin karena gerah, Mama tidak mengancingkan hampir separo kancing dasternya. Aku hanya bisa melongo, batang kontolku langsung ereksi, kalau nggak cepat cepat aku ngacir, mungkin Mama bisa melihat separo batang kontolku yang udah keluar dari pinggang celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku benar benar ketiban rezeki. Nggak sengaja Mama memberikan tontonan yang membuatku terangsang berat. Seperti biasa aku sedang duduk duduk di gazebo, bertelanjang dada seperti biasa, aku hanya memakai blue jeans ketat kegemaranku. Sambil mengembalikan kesadaranku, maklum habis tidur siang, aku menemani Mama di halaman belakang. Sambil ngobrol mengenai acara wisudaku, Mama asyik dengan bunga-bunganya. Entah kenapa, mungkin karena keasyikan ngobrol, Mama nggak sengaja jongkok tepat di depan mataku. Walaupun sedikit tertutup dengan tumpukan pupuk, dan ranting ranting daun, aku jelas – jelas melihat gundukan memeknya, mulus tercukur tanpa satu helai rambut. Ya ampun, mungkin Mama lupa memakai celana dalam !!!. Kontan aku jadi terangsang luar biasa. Saking terpananya, aku nggak peduli lagi sama batang kontolku yang udah menerobos keluar, menjulang gagah sampai ke atas pusarku. Aku baru sadar sewaktu Mama terbelalak melihat kontolku. Jelas-jelas saja Mama kaget, saking panjangnya,kontolku kalo lagi ereksi bisa sampe ke ulu hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah merah karena jengah, aku bangkit dan ngacir ke gudang belakang. Di tengah kegelapan ku buka resluiting jensku dan mulai mengocok kontolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba pintu terbuka, membelakangai sinar matahari sore – Mama berdiri di pintu, tangan kanannya masih memegang sekop kecil. Mama menatap kontol raksasaku, dan jembutku yang lebat, kemudian menatap wajahku dan badanku yang kekar. Aku hanya bisa melongo, tanpa berusaha menghentikan kocokan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun !”, hanya itu yang keluar dari mulut Mama, entah apa yang dia maksudkan. Ku kocok sekali lagi kontolku, membiarkan Mama melihat kedua tanganku yang menggenggam erat pangkal dan ujung kontolku yang mulai memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku kocok lebih cepat lagi, sementara tangan kananku menarik celana dalamku ke bawah, biar Mama melihat kedua biji kontolku yang bergerak ke sana ke sini seirama kocokanku pada batang kontolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpana oleh pemandangan di depan matanya, atau mungkin karena melihat ukuran kontolku yang super besar, Mama beranjak masuk sambil menutup pintu gudang di belakangnya. Mama mendekatiku sambil mulai melepas satu persatu kancing dasternya dan kemudian melepaskannya, benar ternyata Mama tidak memakai beha. Kedua bulatan tetek-nya benar- benar membuatku terangsang, walaupun sudah turun namun ukurannya hampir sebesar melon. Minimnya cahaya yang masuk ke gudang membuat kedua pentilnya tidak jelas terlihat warnanya. Mungkin coklat&lt;br /&gt;kehitaman. Aku hanya bisa berkata lirih , “Oh, Mama, tetek Mama benar-benar hot!!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beberapa langkah, aku kedepan menyongsong Mama, sambil tanganku berusaha menggapai salah satu bulatan payudaranya. Sambil berjalan, kontolku tegak menjulang di udara. Aku benar – benar terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku peluk pinggang Mama, mulutku terbuka dan lidahku menjulur keluar. Ujung lidahku akhirnya menyentuh pentil susu Mama yang besar dan kecoklatan. Astaga… kontolku serasa akan meledak. Tergesa gesa, Aku mengisap dan meremas teteknya yang lain dengan tanganku. Kontolku yang terjepit diantara perutku dan perut Mama tiba tiba mengeras lalu… cruttttttt cruttttttt crutttttttttt.. semprotan demi semprotan kontolku meledak menyemburkan cairan putih kental membasahi sebagian perut dan tetek Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perubahan ekspresi, Mama dengan tenang menggenggam batang kontolku dan meremas ujung nya, cairan maniku keluar lagi membasahi telapak tangannya. Di sela sela kenikmatan yang kurasakan aku hanya bisa menatap ke bawah, air maniku membasahi seluruh tangan dan lengan Mama, beberapa semprotan jatuh ke pangkal paha Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di tengah keremangan gudang, tanpa banyak kata-kata, Mama meraih tanganku dan menggosok-gosokan ke memeknya. Terasa gatal tanganku sewaktu telapak tanganku bergesekan dengan permukaan memeknya yang dipenuhi bulu-bulu pendek. Seumur hidupku baru kali inilah akud dapat melihat memek Mama dari dekat. Belum ada lima menit, aku keluar lagi, kali ini air maniku menyemprot tepat di&lt;br /&gt;permukaan memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Mama memandangku sambil tersenyum. Aku jadi salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah dua kali aku keluar, batang kontolku masih keras, bahkan semakin keras saja, agak sakit jadinya. Mama semakin membuatku terangsang dengan belaian-belaian tanganku pada memek dan kedua buah payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membungkuk ke depan dan mulai mengulum tetek Mama sementara tanganku yang lain meremas remas tetek yang lain. Membelai dan memencet pentilnya yang mengeras. Kedua tangan Mama menggenggam batang kontolku dan aku mendorong ke memeknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah desisan-nya Mama melenguh ketika ujung kontolku menyentuh memeknya. Di tariknya tanganku ke dalam. Mama kemudian duduk di bibir bak mandi dan kemudian mengangkang-kan pahanya. Ku himpitkan badanku ke tubuh Mama, wajahku ku susupkan dicelah kedua bukit payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hisap yang satu.. kemudian yang lain. Tangan Mama lagi lagi mencengkram batang penisku dan kemudian mendorongnya masuk ke dalam memeknya. Kurasakan hangat dan basah, dan kemudian kudorong dengan pinggulku, hampir setengahnya, kemudian kurasakan sudah tidak bisa masuk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sshh…egh..!” Mama mendesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai memompa kontolku keluar dan masuk, mulutku tetap mengulum kedua teteknya bergantian. Semakin lama semakin cepat aku memompa, dan kemudian terasa aku akan keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama mulai ikut memompa, menyambut tusukkan-ku. Menggelinjang dan mengerang. Tidak berapa lama kemudian Mama mengerang agak keras, dan aku bisa merasakan badannya tergetar sewaktu ia berteriak tertahan. Batang Kontolku kemudian menjadi semakin basah saat cairan hangat dan kental keluar dari memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terus bertahan memompa, dan kemudian, sewaktu aku merasa akan keluar, kudekap pantat Mama erat-erat dan ku benamkan batang kontolku sedalam dalamnya. Kontolku kemudian meledak, semprotan demi semprotan air mani keluar, jauh didalam memek Mama. Separuh orgasme, kutarik keluar dan kukocok, air mani keluar lagi membasahi tetek Mama. Kugosok – gosokkan ujung penisku di kedua pentil nya yang membesar. Kemudian kutekan kedua bulatan payudara Mama dan menyusupkan batang kontolku di celah antara keduanya. Kugosok gosok kan terus sampai air maniku berhenti keluar. Mama tersenyum, dagu, leher dan dada Mama penuh dengan air maniku. Entah berapa banyak air mani yang kusemprotkan waktu itu. Pada semprotan yang terakhir, aku melenguh keras. Takut jika ada yang mendengar..Mama mendekap kepalaku di dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kukenakan blue jeansku, sambil tersenyum malu aku keluar dari gudang itu. Sewaktu menutup pintu kulihat Mama mengguyur tubuhnya dan mulai menyabuni pangkal pahanya. Sungguh sexy dan aku terangsang lagi. “Mandi berdua dengan Mama ? Wow !” pikirku. Aku masuk lagi ke dalam. Mama melihatku mengunci pintu dan tersenyum kearahku penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7221731697690246859?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7221731697690246859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/bersetubuh-dengan-mama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7221731697690246859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7221731697690246859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/bersetubuh-dengan-mama.html' title='Bersetubuh Dengan Mama'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1897939860505603283</id><published>2010-01-10T21:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T21:23:02.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sesama Wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><title type='text'>Lesbi Bareng Nyokap</title><content type='html'>Gue mau nyeritain pengalaman gue yang aneh tapi lucu, deh. ‘Kali aje elu elu semua pade ketawa.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya gini, waktu itu gue kebetulan lagi mandi dan ada yang ketok-ketok pintu terus kedengeran suara nyokap gue, katanya biar gue mandinya agak cepetan abis dia mau berak. Tapi apa boleh buat, gue lagi bersiin memek gue, trus gue buka aja pintunya dan gue suruh dia masuk. Karena nyokap udah kagak tahan lagi, langsung aja nyelonong, jadi berduaan deh kita di dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berak, nyokap cebok dan kelihatan, deh, jembutnye yang lebat tapi memeknya kagak kelihatan lantaran ketutupan ame jembut yang udah kayak utan belantara gitu. Trus nyokap ngomong ke gue kalo’ jembut gue juga lebat banget, karena nyokap juga suka bercanda, ya gue tanya aja sama dia apa gue boleh liat memeknya. Eh, dia kasih liat juga, lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga karena sama-sama cewek dan apalagi gue adalah anaknya sendiri, jadi dia kagak malu. Lumayan indah juga, sih, hampir sama ama yang pernah gue liat di majalah porno ama film cabul. Bibir memeknya berwarna merah muda dan sudah agak keluar, dan kelihatan masih seger banget. Kayaknya nyokap gue ini rajin juga dalam hal pemeliharaan memek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah liat begitu gue bilang ame tuh nyokap kalau memeknya seindah seperti yang di majalah cabul ama filem jorok, trus dia ngomong, “Masa, Lin. Kamu udah sering, ya, liat-liat yang begituan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue bilang aja, “Emang bener, kok, Ma. Malah suka diliatin yang lagi dijilatin. Kelihatan merangsang juga, Ma. Aaaa…..aah, Mama kayak pura-pura nggak tau aja. Punya Mama juga sering ‘kan dijilatin ama Papa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap gue agak melotot meliat ke gue sambil ngomong, “Hush, kamu ‘ni ngomong sembarangan aja. Jangan gitu, ah.” Terus gue godain lagi, “Kira-kiraaaaa…………Ellin boleh nggak, Ma, nyoba njilatin memeknya Mama.” Nyokap melotot lagi sambil ngomong, “Udah, ah, kamu ‘ni kayak orang kurang kerjaan aja.” Trus gue rayu lagi, “Yaaaa…… Mama orang Ellin cuma ngajak becanda gitu aja marah. Masak, sih, Ma ama anak sendiri yang sesama cewek, Mama nggak mau. Sekaliiii…aja, deh, Ma.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyokap terus menyanggupi, “Ya udah, ya udah. Tapi hanya sekedar coba sekali ini aja, lho.” Gue cuma ngangguk sambil senyum gembira dan nyokap duduk lagi di kloset tetapi di atas tutupnya, terus gue jongkok di depan kedua kakinya dan pelan-pelan nyokap mulai ngangkang. Wah !! OK banget, deh, memeknya, gue liatin ‘bentar dan trus gue julurin lidah gue dan gue sentuh-sentuhin di depan bibir memeknya. Masih basah karena kena air waktu nyokap cebok tadi. Tapi gue cuek aja dan mulai, deh, gue berani njilatin semuanya sembari kedua tangan gue ngelus-ngelus daerah deket pangkal kedua pahanya. Lama-lama enak juga rasanya karena gue juga kebayang action-action yang ada di blue film yang pernah gue liat sama temen-temen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak lama kemudian kedengeran, deh, suara nyokap mendesah dan agak merintih. Emh, emh, uuuuh, uuuu…..uuuuh. Wah ! rupanya nyokap udah mulai keenakan terangsang. Ya gue terusin aja soalnya gue juga tambah seneng. Lama-lama nyokap semakin sering merintih keenakan sambil nyebutin nama gue, Elliiii….iin, uuuuu….uuh, Liiii…..in, Elliiiiii…..in, emmmmm…mmmh, uuuu…..uuuh. Gue liatin matanya udah merem ikut nikmatin rasa enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus keluar, deh, cairan-cairan dari memek nyokap, baunya kurang bisa gue sebutin tetapi sempet gue jilat juga, rasanya asin dan kecut. Rupanya nyokap udah nyampe kli- maksnye dan kelihatan dia agak lemes. Gue tanya, “Gimana, Ma. Enak Ma?” Terus nyokap ngejawab sambil senyum dan melambaikan tangan kanannya ke arah muka gue, “Lumayan juga. Sialan kamu, ah. Ada-ada aja.” Abis itu gue tanya lagi, “Kita gantian. Mau nggak, Ma?” Langsung dia jawab, “Eh !!! Kamu ‘ni kok jadi nglunjak. Udah, ah.” Mulai gue rayu lagi, “Yaaaaaa…….Mama payah. Nggak feee..eer. Curang.” Nyokap ngomong agak ngotot, “Ya jiiii…iijik donk Lin. Kamu ‘ni apa-apan, sih.” Trus gue berlagak marah sambil cemberut, “Ya, udah !!!!” Tapi nyokap nimpalin lagi, “Lhooo…..Kamu, kok, jadi gitu siiii….iiih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue ama nyokap diem sebentar, tapi nyokap akhirnya ngajakin juga, “Ya udah, Lin, sini, deh, mama kerjain daripada kamu cemberut aja. Tapi sekali ini aja, lho.” Akhirnye gue mulai senyum lagi dan ngomong ke nyokap, “Tapi, Ma.” Belum gue selesai nyokap nyamber lagi, “Tapi apa lagi.” Gue sambung lagi, “Mama juga harus telanjang donk biar kayak di filem jorok.” Nyokap ngejawab lagi, “Aduh, Lin, kamu ini cerewet banget, deh.” Gue mau berpura-pura marah lagi, “Yaaaaa……..Mama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus nyokap mulai buka-bukain baju dan BH-nya. Kelihatan toketnya yang bulet cukup gede tapi udah mulai turun. Asik juga, sih, sempet gue elus-elus dan remes-remes. Udah gitu nyokap nyuruh gue duduk di kloset kayak dia tadi. Langsung aje gue kangkangin kaki gue lebar- lebar karena gue udah kepengen banget. Nyokap ngeliat sebentar ke memek gue sembari ngomong, “Punya kamu masih rapet. Perawan, sih.” Abis itu, gila, nyokap tanpa ngomong lagi langsungjilatin memek gue. Wuah ! Rasanya darah gue jadi panas, rasa geli dan enak di memek terasa hebat banget. Mata gue arahin ke bawah, wah !! gila, lidah nyokap gue lincah banget gerakannye ngeji- latin memek gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kedua tangannya membuka belahan memek gue yang masih rapet dan lidahnya dimasukin. Uuuuuu…..uuuuh asik banget. Nyokap matanya lihat ke arah muka gue dan brenti’ sebentar terus nanya, “Gimana Lin. Enak?” Gue jawab aja, “OK banget, Ma. Terus donk Ma.” Langsung aje nyokap nyamber memek gue lagi, malah sekarang lebih ganas lagi. Bibir mulutnya ikut beroperasi nyiumin memek gue seperti orang ciuman mulut ame mulut. Busyet deh ! Asik banget. Mata gue ampe merem terus gue merintih keenakan. Uuuuuuh, uuuuuuh, aaaaah, Maaaaa…., emmmmm….mh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama gue terasa mau pipis dan langsung gue agak treak, “Maaa…..,Maaa….., mau pipis, Ma.” Langsung aje nyokap brentiin jilatannya dan gue juga langsung jongkok sembari ngangkang dansyurrrrrrr……………. air pipis gue keluar semua dan rasanya nikmaaaaa…..aat banget. Terasa yang keluar banyak banget. Gue nggak perhatiin apa cairan yang kayak punya nyokap juga keluar dari memek gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu nyokap nanya, “Puas Lin. Enak? He’eh?” Gue ngangguk sembari senyum. Trus nyokap nyebokin memek gue dengan sabun ampe busanya banyak banget. Terasa enak lagi elusan tangan nyokap gue. Abis itu kita berdua pada pake baju dan gue nanya lagi ke nyokap, “Kapan-kapan lagi, ya, Ma. Mama juga suka ‘kan.” Sembari buka pintu kamar mandi nyokap ngomong, “Bodo’ ah. Ayo keluar. Udah kelamaan di dalem.” Tapi gue bisa tebak kalo’ nyokap gue doyan banget cuma nggak mau terus&lt;br /&gt;terang aja. Yang penting sekarang gue udah punya pengalaman lah main jilat-jilatan memek ame nyokap. Enak juga lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh !! Lu temen-temen, berani nggak jilatin memek nyokap lu pade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1897939860505603283?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1897939860505603283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/lesbi-bareng-nyokap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1897939860505603283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1897939860505603283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/lesbi-bareng-nyokap.html' title='Lesbi Bareng Nyokap'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1600890936143027919</id><published>2010-01-06T23:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T23:28:28.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesta Seks'/><title type='text'>Cerita Berempat, Ngentot di Kamar Mandi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini dimulai waktu ada acara keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku duduk di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Namaku Hady, umurku 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini kisahnya…, Hari minggu keluargaku mengadakan acara temu kangen di Malang. Seluruh anggota keluarga hadir dalam acara itu, kira-kira ada 3 keluarga. Ada hal yang paling kugemari dalam acara itu, yaitu acara perkenalan tiap keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu adik ibuku bernama Henny memperkenalkan keluarganya satu persatu. Aku lihat gaya bicara Tante Henny yang sangat mempesona, terus terang Tante Henny bila aku gambarkan bak bidadari turun dari langit, wajahnya yang cantik, kulitnya yang mulus dan bodinya yang aduhai membuat tiap laki-laki pasti jatuh hati&lt;br /&gt;padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan demi perkenalan telah terlewati malam itu, sekitar pukul 9 malam kami beristirahat. Badanku terasa penat dan aku pergi untuk mandi, sekalian persiapan untuk acara besok. Waktu aku akan mandi, tanpa sengaja aku melihat tanteku baru keluar dari kamarnya memakai kimono putih yang agak transparan dan terlihat samar-samar lekuk tubuhnya yang indah, dengan sedikit basa-basi aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau kemana Tante?”, tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanteku dengan kagetnya menjawab “Ouu Hadi, bikin tante kaget nich, Tante mau mandi pake bathtub”, jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama nich”, kataku. “Rasanya memang malam ini penat sekali yach”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami melangkah bersama menuju bathroom di belakang Villa kami. Malam itu agak dingin rasanya, sampai-sampai…, sambil agak mendesah Tanteku menahan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan kamar mandi aku berhenti sambil memperhatikan tingkah Tante yang agak aneh (maklum aku masih anak kecil, belum pernah lihat yang seperti gituan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Had…, kamu duluan yach..!”, kata tanteku sambil mendesah. “Nggak ach Tante, Tante dulu dech”, kataku sambil rasa dingin (duch rasanya seperti dalam freezer tuch).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok, Had.., Tante duluan yach”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanteku masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara pakaiannya yang ditanggalkan, gemericik air juga mulai mengisi bathtub. Aku menunggu di luar dengan rasa dingin yang sangat mengigit sambil melamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Had, mana nich sabunnya”. teriak tanteku mengagetkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga aku menjawab, “Disitu Tante”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana sich?”, kata tanteku. “Kamu masuk aja Had, ambilin dech sabunnya…, Tante nggak tau nich”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati yang berdetak keras aku masuk ke kamar mandi sambil mencari-cari sabunnya. Ternyata sabunnya di bawah wastafel. Segera aku mengambilnya dan memberikannya pada tanteku. Tanpa sengaja aku melihat bodi tanteku yang aduhai yang tak sehelai benangpun melekat di tubuhnya. Dengan wajah merah padam aku memberikan sabunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanteku bertanya “Mengapa Had…, belum pernah liat yach!”, kata tanteku dengan mengerlingkan matanya yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan malu-malu kujawab “Belum pernah tuh, tante”, kulihat tanteku hanya tersenyum kecil sambil menggandeng tanganku, ia menyuruhku masuk, sengaja atau tidak penisku berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Had, punya kamu berdiri tuh”, dengan malu aku berusaha menutupi penisku yang telah berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngapain malu Had…”, tanya tanteku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum kecut, lalu tanteku melepaskan handukku sambil berkata “Tante boleh lihat punyamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan tante nanti Om tau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah,nggak apa-apa Om orangnya sangat fair”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku hanya bisa pasrah, kemudian dengan lembutnya tanteku mempermainkan penisku sambil berkata”,Gila benar punyamu Had, barang sebesar ini kok di diemin aja…”. aku hanya bisa meringis keenakan,karena memang aku tidak pernah merasakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembutnya tanteku mengulum penisku, dengan refleks aku meraba payudara tanteku yang montok itu, “Ohh…, nikmat sekali”. Dituntunnya aku untuk mengulum bibir kemaluannya. Aku bertanya “Ini apa tante?”. “oo itu clitoris sayang”, jawabnya. Aku terus mengulum bibir kemaluannya. Lama juga aku mengulum bibir kemaluannya, dengan gaya 69 kami saling menikmati hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku mengintip apa yang kami lakukan. Terus kakakku masuk dan berkata “Ah…, tante kok tega main sama adikku…, kok tidak bilang-bilang kepadaku”, sambil tersenyum kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena terangsang dengan apa yang kami lakukan akhirnya kakakku ikut melepaskan pakaiannya. Tanteku berkata “Ayo sini punya adikmu nikmat lho”. Aku tidak habis pikir, ternyata kakakku suka begituan juga. Baru pertama kali ini aku melihat polos tubuh kakakku ternyata kakakku tidak kalah dengan tanteku malah payudaranya lebih besar dari punya tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang aku tarik tangan kakakku, langsung aku kulum payudaranya yang besar itu. Terus tanteku bilang “Had masukin dong punyamu”. Akhirnya kumasukkan punyaku ke liang kewanitaan tanteku “Ooh nikmat sekalii…”, tanteku hanya bisa mendesah kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan goyangan yang seperti di film aku berusaha sekuat tenaga menghabisi liang kenikmatan tanteku. Selang berapa lama air mani tanteku keluar. “akhh”, desahan itu keluar dari mulut tanteku, tapi aku belum apa-apa. Akhirnya tanpa rasa dosa kutarik kakakku untuk juga merasakan hebatnya penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakakku ternyata sudah tidak perawan lagi itu kuketahui waktu kumasukan penis ke liang senggamanya. Kakakku menggelinjang keenakan sambil berkata mengapa tidak dari dulu minta di “tusuk” oleh penisku. Aku terus menggenjotnya. Pada waktu lagi asyiknya aku menusuk liang kewanitaan kakakku sepupuku masuk “eehh…, lagi ngapain kalian” tanyanya. Aku cuek saja sambil berkata”,kalo mau sini aja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa aku sadari ternyata sepupuku telah menanggalkan pakaiannya. Ternyata sepupuku biar masih SMU, bodinya hebat juga. Tanpa pikir panjang kutarik tangannya lalu kukulum susunya,sambil terus menggenjot liang kenikmatan kakakku. Aku lihat kakakku asyik mengulum bibir kemaluan sepupuku. Ternyata kakakku telah di puncak kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggeliat seperti cacing kepanasan, kurasakan semburan air hangat keluar dari liang kewanitaan kakakku. “oohhkk”, teriak kakakku. Aku tersenyum puas karena aku masih bisa bertahan. Dengan perkasa ganti sepupuku “Mira” kugenjot ia hanya bisa pasrah dalam dekapan kejantananku. Aku coba memasukkan penisku dengan pelan-pelan ternyata sepupuku itu masih perawan, sangat sulit pertama kali kumasukan penisku, ia merintih kesakitan aku tidak kurang akal, kuludahi liang surganya dan kumasukkan jari tanganku. Lalu kucoba memasukkan penisku. Kali ini bisa walau dengan susah payah. “Akhh nikmat sekali memek perawan”, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Mira hanya merintih dan mendesah diantara sakit dan nikmat. Akhirnya aku merasakan juga puncak kenikmatan itu kami sama-sama klimaks, “akkhh”, terak kami berdua. Akhirnya kami keluar bersamaan. Setelah itu, kami berempat mandi bersama sambil tersenyum puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1600890936143027919?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1600890936143027919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/cerita-berempat-ngentot-di-kamar-mandi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1600890936143027919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1600890936143027919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/cerita-berempat-ngentot-di-kamar-mandi.html' title='Cerita Berempat, Ngentot di Kamar Mandi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-6252634741071713585</id><published>2010-01-06T23:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T23:26:32.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Kesepian yang Terobati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditinggal mati oleh isteri di usia 39 tahun bukan hal yang menyenangkan. Namaku Ardy, berasal dari kawasan Timur Indonesia, tinggal di Surabaya. Isteriku Lia yang terpaut lima tahun dariku telah dipanggil menghadap hadirat penciptanya. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih membutuhkan perhatian penuh. Aku harus menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka. Bukan hal yang mudah. Sejumlah teman menyarankan untuk menikah lagi agar anak-anak memperoleh ibu baru. Anjuran yang bagus, tetapi saya tidak ingin anak-anak mendapat seorang ibu tiri yang tidak menyayangi mereka. Karena itu aku sangat hati-hati.&lt;br /&gt;Kehadiran anak-anak jelas merupakan hiburan yang tak tergantikan. Anita kini berusia sepuluh tahun dan Marko adiknya berusia enam tahun. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat mengisi kekosonganku. Namun kalau anak-anak lagi berkumpul bersama teman-temannya, kesepian itu senantiasa menggoda. Ketika hari telah larut malam dan anak-anak sudah tidur, kesepian itu semakin menyiksa. Sejalan dengan itu, nafsu birahiku yang tergolong besar itu meledak-ledak butuh penyaluran. Beberapa teman mengajakku mencari wanita panggilan tetapi aku tidak berani. Resiko terkena penyakit mengendurkan niatku. Terpaksa aku bermasturbasi. Sesaat aku merasa lega, tetapi sesudah itu keinginan untuk menggeluti tubuh seorang wanita selalu muncul di kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa tiga bulan telah berlalu. Perlahan-lahan aku mulai menaruh perhatian ke wanita-wanita lain. Beberapa teman kerja di kantor yang masih lajang kelihatannya membuka peluang. Namun aku lebih suka memiliki mereka sebagai teman. Karena itu tidak ada niat untuk membina hubungan serius. Di saat keinginan untuk menikmati tubuh seorang wanita semakin meningkat, kesempatan itu datang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja itu di hari Jumat, aku pulang kerja. Sepeda motorku santai saja kularikan di sepanjang Jalan Darmo. Maklum sudah mulai gelap dan aku tidak terburu-buru. Di depan hotel Mirama kulihat seorang wanita kebingungan di samping mobilnya, Suzuki Baleno. Rupanya mogok. Kendaraan-kendaraan lain melaju lewat, tidak ada orang yang peduli. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang hendak dilakukan. Rupanya mencari bantuan. Aku mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang bisa saya bantu, Mbak?” tanyaku sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terkejut dan menatapku agak curiga. Saya memahaminya. Akhir-akhir ini banyak kejahatan berkedok tawaran bantuan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak usah takut, Mbak”, kataku.”Namaku Ardy. Boleh saya lihat mesinnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun agak segan ia mengucapkan terima kasih dan membuka kap mesinnya. Ternyata hanya problema penyumbatan slang bensin. Aku membetulkannya dan mesin dihidupkan lagi. Ia ingin membayar tetapi aku menolak. Kejadian itu berlalu begitu saja. Tidak kuduga hari berikutnya aku bertemu lagi dengannya di Tunjungan Plaza. Aku sedang menemani anak-anak berjalan-jalan ketika ia menyapaku. Kuperkenalkan dia pada anak-anak. Ia tersenyum manis kepada keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali lagi terima kasih untuk bantuan kemarin sore”, katanya,”Namaku Mei. Maaf, kemarin tidak sempat berkenalan lebih lanjut.”&lt;br /&gt;“Aku Ardy”, sahutku sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kuakui, mataku mulai mencuri-curi pandang ke seluruh tubuhnya. Wanita itu jelas turunan Cina. Kontras dengan pakaian kantor kemarin, ia sungguh menarik dalam pakaian santainya. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. Pakaiannya itu jelas menampilkan keseksian tubuhnya. Buah dadanya yang ranum berukuran kira-kira 38 menonjol dengan jujurnya, dipadu oleh pinggang yang ramping. Pinggulnya bundar indah digantungi oleh dua bongkahan pantat yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kerbau dicocok hidungnya aku menurut saja. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Keduanya tampak ceria dibelikan es krim, sesuatu yang tak pernah kulakukan. Kami duduk di meja terdekat sambil memperhatikan orang-orang yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menjawab. Aku melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Anita menunduk menghindari air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu sudah di surga, Tante”, kata Marko polos. Ia memandangku.&lt;br /&gt;“Isteriku sudah meninggal”, kataku. Hening sejenak.&lt;br /&gt;“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud mencari tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pembicaraan beralih ke anak-anak, ke sekolah, ke pekerjaan dan sebagainya. Akhirnya aku tahu kalau ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yang mengelola beberapa toko pakaian. Aku juga akhirnya tahu kalau ia berusia 32 tahun dan telah menjanda selama satu setengah tahun tanpa anak. Selama pembicaraan itu sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Menariknya, sering ia menggerak-gerakkan badannya sehingga buah dadanya itu dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aku menelan air liur membayangkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak berpikir menikah lagi?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Rasanya nggak ada yang mau sama aku”, sahutnya.&lt;br /&gt;“Ah, Masak!” sahutku,”Aku mau kok, kalau diberi kesempatan”, lanjutku sedikit nakal dan memberanikan diri.”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi.”&lt;br /&gt;“Ah, Ardy bisa aja”, katanya tersipu-sipu sambil menepuk tanganku. Tapi nampak benar ia senang dengan ucapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa hampir dua jam kami duduk ngobrol. Akhirnya anak-anak mendesak minta pulang. Mei, wanita Cina itu, memberikan alamat rumah, nomor telepon dan HP-nya. Ketika akan beranjak meninggalkannya ia berbisik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya menunggu Ardy di rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku bersorak-sorak. Lelaki mana yang mau menolak kesempatan berada bersama wanita semanis dan seseksi Mei. Aku mengangguk sambil mengedipkan mata. Ia membalasnya dengan kedipan mata juga. Ini kesempatan emas. Apalagi sore itu Anita dan Marko akan dijemput kakek dan neneknya dan bermalam di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK. Malam nanti aku main ke rumah”, bisikku juga, “Jam tujuh aku sudah di sana.” Ia tersenyum-senyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu sesudah anak-anak dijemput kakek dan neneknya, aku membersihkan sepeda motorku lalu mandi. Sambil mandi imajinasi seksualku mulai muncul. Bagaimana tampang Mei tanpa pakaian? Pasti indah sekali tubuhnya yang bugil. Dan pasti sangatlah nikmat menggeluti dan menyetubuhi tubuh semontok dan selembut itu. Apalagi aku sebetulnya sudah lama ingin menikmati tubuh seorang wanita Cina. Tapi apakah ia mau menerimaku? Apalagi aku bukan orang Cina. Dari kawasan Timur Indonesia lagi. Kulitku agak gelap dengan rambut yang ikal. Tapi.. Peduli amat. Toh ia yang mengundangku. Andaikata aku diberi kesempatan, tidak akan kusia-siakan. Kalau toh ia hanya sekedar mengungkapkan terima kasih atas pertolongaku kemarin, yah tak apalah. Aku tersenyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam tujuh lewat lima menit aku berhasil menemukan rumahnya di kawasan Margorejo itu. Rumah yang indah dan mewah untuk ukuranku, berlantai dua dengan lampu depan yang buram. Kupencet bel dua kali. Selang satu menit seorang wanita separuh baya membukakan pintu pagar. Rupanya pembantu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Ardy?” ia bertanya, “Silahkan, Pak. Bu Mei menunggu di dalam”, lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengikuti langkahnya dan dipersilahkan duduk di ruang tamu dan iapun menghilang ke dalam. Selang semenit, Mei keluar. Ia mengenakan baju dan celana santai di bawah lutut. Aku berdiri menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat datang ke rumahku”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman mendarat di pipiku. Ini ciuman pertama seorang wanita ke pipiku sejak kematian isteriku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa saat bercakap-cakap, si pembantu rumah tangga datang menghantar minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aku juga sekalian pamit, Bu”, katanya kepada Mei.&lt;br /&gt;“Makan sudah siap, Bu. Saya datang lagi besok jam sepuluh.”&lt;br /&gt;“Biar masuk sore aja, Bu”, kata Mei, “Aku di rumah aja besok. Datang saja jam tiga-an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu itu mengangguk sopan dan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya sambil menepuk pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum-senyum ia berlalu ke kamar mandi. Di saat itu kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya cukup memberikan gambaran bentuk tubuhnya. Buah dadanya yang montok itu menonjol ke depan laksana gunung. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengikuti gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Santai saja, anggap di rumah sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh menit menunggu itu rasanya seperti seabad. Ketika akhirnya ia muncul, Mei membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang sampai di punggungnya dibiarkan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju tidur longgar berwarna cream dipadu celana berenda berwarna serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang membuat mataku membelalak ialah bahan pakaian itu tipis, sehingga pakaian dalamnya jelas kelihatan. BH merah kecil yang dikenakannya menutupi hanya sepertiga buah dadanya memberikan pemandangan yang indah. Celana dalam merah jelas memberikan bentuk pantatnya yang besar bergelantungan. Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahiku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu, Ardy suka”, katanya sambil duduk di sampingku, “Siang tadi di TP (Tunjungan Plaza) aku lihat mata Ardy tak pernah lepas dari buah dadaku. Tak usah khawatir, malam ini sepenuhnya milik kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu mencium pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalam hitungan detik mulut kami sudah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok itu ketat ke dalam pelukanku. Tangaku mulai bergerilya di balik baju tidurnya mencari-cari buah dadanya yang montok itu. Ia menggeliat-geliat agar tanganku lebih leluasa bergerak sambil mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku. Lidahku menerobos mulutnya dan bergulat dengan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya pun aktif menyerobot T-shirt yang kukenakan dan meraba-raba perut dan punggungku. Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Kunikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, kurasa ia membuka kakinya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak. Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam itu dan menyentuh bibir kemaluannya. Ia mengaduh pendek tetapi segera bungkam oleh permainan lidahku. Kurasakan badannya mulai menggeletar menahan nafsu birahi yang semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannyapun menerobos celana dalamku dan tangan lembut itu menggenggam batang kemaluan yang kubanggakan itu. Kemaluanku tergolong besar dan panjang. Ukuran tegang penuh kira-kira 15 cm dengan diameter sekitar 4 cm. Senjata kebanggaanku inilah yang pernah menjadi kesukaan dan kebanggaan isteriku. Aku yakin senjataku ini akan menjadi kesukaan Mei. Ia pasti akan ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Au.. Besarnya”, kata Mei sambil mengelus lembut kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elusan lembut jari-jarinya itu membuat kemaluanku semakin mengembang dan mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dengan itu melepaskan bajuku. Segera setelah lepas bajuku bibir mungilnya itu menyentuh puting susuku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tangannya kembali menerobos celanaku dan menggenggam kemaluanku yang semakin berdenyut-denyut. Aku pun bergerak melepaskan pakaian tidurnya. Rasanya seperti bermimpi, seorang wanita Cina yang cantik dan seksi duduk di pahaku hanya dengan celana dalam dan BH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo ke kamar”, bisiknya, “Kita tuntaskan di sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit berdiri. Ia menjulurkan tangannya minta digendong. Tubuh bahenol nan seksi itu kurengkuh ke dalam pelukanku. Kuangkat tubuh itu dan ia bergayut di leherku. Lidahnya terus menerabas batang leherku membuat nafasku terengah-engah nikmat. Buah dadanya yang sungguh montok dan lembut menempel lekat di dadaku. Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh itu ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai melepaskan BH dan celana dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membiarkan aku melakukan semua itu sambil mendesah-desah menahan nafsunya yang pasti semakin menggila. Setelah tak ada selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuh telanjang bulat yang mengagumkan itu. Kulitnya putih bersih, wajahnya bulat telur dengan mata agak sipit seperti umumnya orang Cina. Rambutnya hitam tergerai sampai di punggungnya. Buah dadanya sungguh besar namun padat dan menonjol ke depan dengan puting yang kemerah-merahan. Perutnya rata dengan lekukan pusar yang menawan. Pahanya mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang besar bulat padat. Di sela paha itu kulihat gundukan hitam lebat bulu kemaluannya. Sungguh pemandangan yang indah dan menggairahkan birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngapain hanya lihat tok,” protesnya.&lt;br /&gt;“Aku kagum akan keindahan tubuhmu”, sahutku.&lt;br /&gt;“Semuanya ini milikmu”, katanya sambil merentangkan tangan dan mendekatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh bugil polos itu kini melekat erat ditubuhku. Didorongnya aku ke atas ranjang empuk itu. Mulutnya segera menjelajahi seluruh dada dan perutku terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahaku. Tangannya lincah melepaskan celanaku. Celana dalamku segera dipelorotnya. Kemaluanku yang sudah tegang itu mencuat keluar dan berdiri tegak. Tiba-tiba mulutnya menangkap batang kemaluanku itu. Kurasakan sensai yang luar biasa ketika lidahnya lincah memutar-mutar kemaluanku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menahan semua sensasi gila itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya ia melepaskan diri dan merebahkan diri di sampingku. Aku menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya juga mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku beralih ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi pasti aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya yang mulus padat itu membuka, menampakkan lubang surgawinya yang telah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang itu dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang telah basah membanjir itu. Ia menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu tidak ada sesuatu pun yang bakalan menghalangiku menikmati dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak ingin menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi sedikit tetapi sangat nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku. Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Ia melolong keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah mencapai orgasme yang pertama. Aku berhenti sejenak membiarkan ia menikmatinya. Sesudah itu mulailah aku menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhnya itu. Kembali erangan suaranya terdengar tanda birahinya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku telah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, karena nafsuku pun sudah diubun-ubun butuh penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudorong tubuh bahenon nan seksi itu rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku bergerak ke atasnya. Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima penetrasi kemaluanku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak. Mulutnya terus menggumam tidak jelas. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang seperti kepinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat.. Cepat.. Aku sudah nggak tahan!” jeritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya membelah malam. Tetangga sebelah mungkin bisa mendengar lolongannya itu. Aku berhenti sebentar membiarkan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sehingga kemaluanku yang panjang dan besar itu menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam liang surgawi miliknya. Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar lebih dalam menerima diriku. Sejenak aku diam menikmati sensasi yang luar biasa ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya juga luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding-dinding lubang kemaluannya berusaha menggenggam batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya. Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat. Desisan itu berubah menjadi erangan kemudian jeritan panjang terlontar membelah udara malam. Kubungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku pun leluasa bertarung dengan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OH..”, erangnya, “Lebih keras sayang, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya melingkar merangkulku ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya seirama dengan gerakan pantatku. Di saat itulah kurasakan gejala ledakan magma di batang kemaluanku. Sebentar lagu aku akan orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau keluar, Mei”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.&lt;br /&gt;“Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Keluarkan di dalam. Aku ingin kamu di dalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat gerakan pantatku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. Diiringi geraman keras kuhentakkan pantatku dan kemaluanku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku memancar deras. Ia pun melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya. Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ia pun mencapai puncaknya. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya. Inilah orgasmeku yang pertama di dalam kemaluan seorang wanita sejak kematian isteriku. Dan ternyata wanita itu adalah Mei yang cantik bahenol dan seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk semua detik kenikmatan itu. Lalu perlahan-lahan aku mengangkat tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang berbinar karena birahinya telah terpuaskan. Ia tersenyum dan membelai wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ardy, kamu hebat sekali, sayang”, katanya, “Sudah lebih dari setahun aku tidak merasakan lagi kejantanan lelaki seperti ini.”&lt;br /&gt;“Mei juga luar biasa”, sahutku, “Aku sungguh puas dan bangga bisa menikmati tubuhmu yang menawan ini. Mei tidak menyesal bersetubuh denganku?”&lt;br /&gt;“Tidak”, katanya, “Aku malah berbangga bisa menjadi wanita pertama sesudah kematian isterimu. Mau kan kamu memuaskan aku lagi nanti?”&lt;br /&gt;“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh kalau nolak rejeki ini.” Ia tertawa.&lt;br /&gt;“Kalau kamu lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi kalau aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”&lt;br /&gt;“Tentu.. Tentu..”, balasku cepat.&lt;br /&gt;“Mulai sekarang kamu bisa menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku bersorak ria. Aku mencabut kemaluanku dan rebah di sampingnya. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Lapar katanya dan pingin makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu hingga hari Minggu siang sungguh tidak terlupakan. Kami terus berpacu dalam birahi untuk memuaskan nafsu. Aku menyetubuhinya di sofa, di meja makan, di dapur, di kamar mandi dalam berbagai posisi. Di atas, di bawah, dari belakang. Pendek kata hari itu adalah hari penuh kenikmatan birahi. Dapat ditebak, pertemuan pertama itu berlanjut dengan aneka pertemuan lain. Kadang-kadang kami mencari hotel tetapi terbanyak di rumahnya. Sesekali ia mampir ke tempatku kalau anak-anak lagi mengunjungi kakek dan neneknya. Pertemuan-pertemuan kami selalu diisi dengan permainan birahi yang panas dan menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu malam di kamar tidurnya. Setelah beberapa kali orgasme iseng aku menggodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mei”, kataku, “Betapa beruntungnya aku yang berkulit gelap ini bisa menikmati tubuhmu bahenol, seksi, putih dan mulus seorang wanita Cina.”&lt;br /&gt;Ia malah tertawa. tahu apa jawabannya? “Tulisan yang paling indah di atas kertas putih justru harus dengan tinta hitam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha.. ha.. ha.. haa..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-6252634741071713585?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/6252634741071713585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/kesepian-yang-terobati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6252634741071713585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6252634741071713585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2010/01/kesepian-yang-terobati.html' title='Kesepian yang Terobati'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-4726043667560441300</id><published>2009-12-15T23:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T23:49:18.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesta Seks'/><title type='text'>Wanita-Wanita Bahenol Itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Cerita 3GP&lt;/a&gt; - Hari-hari kami terasa indah. Wanita cantik dan seksi itu ternyata sangat liar kalau di atas ranjang. Nafsu seksnya besar dan terus menerus butuh pemuasan. Akupun dengan senang hati melayaninya. Apalagi ia sangat akrab dengan kedua anakku, Anita dan Marko. Mereka sering diajak jalan-jalan dan diberi hadiah. Melihat keakraban mereka aku berpikir, apakah Mei dapat menjadi ibu baru bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak kelihatannya suka denganmu, Mei”, kataku satu malam sesudah melewati satu ronde persetubuhan yang panas, “Mereka kelihatannya mau kalau kamu menjadi ibu baru mereka. Bagaimana pendapatmu?”&lt;br /&gt;“Kita jalani saja seperti ini dulu”, kata Mei menanggapi, “Aku memang menantikan kata-kata ini. Aku senang kalau diberi kesempatan menjadi ibu bagi Anita dan Marko. Namun lingkungan keluargaku masih agak sulit menerima kamu, maaf, yang bukan keturunan Cina. Tapi kupikir lama-lama mereka juga akan mau. Sabarlah, sayang. Lagi pula tidak banyak bedanyakan. Aku selalu siap untuk kamu kapan saja”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku paham sepenuhnya. Sejak mengenalku kami rutin bertemu untuk hubungan seks. Paling kurang beberapa kali seminggu, kecuali kalau lagi saat menstruasinya. Akhir pekan selalu menjadi kesempatan terindah. Ia mengakui kalau ia ketagihan bersetubuh denganku. Selalu orgasme, begitu katanya. Karena itu ia selalu menantikan saat-saat pertemuan. Aku merasa bangga karena kapan saja aku dapat menikmati tubuh Mei yang cantik dan seksi itu. Menggumuli tubuhnya yang mulus dengan buah dada yang montok dan pantat yang besar itu menjadi kebanggaan tersendiri. Mungkin karena selalu puas bersetubuh denganku, ia menjanjikan hadiah kejutan untuk ulang tahunku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin memberi hadiah khusus buatmu”, katanya empat hari sebelum ulang tahunku.&lt;br /&gt;“Apa itu?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Kalau disampaikan sekarang itu bukan kejutan namanya”, katanya, “Yakin deh, pasti akan menyenangkan hadiahnya.”&lt;br /&gt;“Tapi anak-anak pasti merayakannya pada hari itu”, kataku.&lt;br /&gt;“Yah, kita rayakan sehari sesudahnya”, katanya, “Untuk itu mulai besok sampai hari itu kita tidak bertemu”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengerti. Hadiah khususnya itu ternyata hubungan seks, tapi pasti dengan cara yang khusus. Apa ada pesta berdua dengan cahaya lilin? Dilanjutkan dengan hubungan kelamin yang penuh gelora? Ataukah menginap di satu hotel sambil saling memberi kenikmatan? Terserah dia saja. Toh namanya hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hari-hari menanti hadiah itu sungguh menyiksa. Aku selalu merindukan tubuh montok itu. Aku menelponnya tetapi ia hanya menjawab dengan tertawa-tawa. Ia pasti tahu kalau aku sudah tidak dapat menahan birahiku yang menggelora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ulang tahunku. Di kantor teman-temanku menyanyikan “Happy Birthday to you” dan ada ucapan selamat. Yang membuatku terkejut adalah kartu ucapan selamat atas adanya “pendamping” baruku, “Congratulations for your new beautiful soul mate!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dukung, Mas Ardy”, kata Ibu Nadya kepala bagianku.&lt;br /&gt;“Dukung apa, Bu?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Alaa.. Mas Ardy ini ada aja”, sela Santi yang lincah, “Kan sudah ada pendamping baru. Cantik lagi. Siapa namanya? Kenalin ke kita, dong”, godanya.&lt;br /&gt;“Namanya, Mei”, kataku karena tak ada pilihan lain, “Tapi belum jelas nih. Jangan dulu deh ucapan selamatnya, nanti keburu bubarkan repot,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu di kantor aku tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Aku hanya mereka-reka, pesta seks apa yang disediakan Mei untuk merayakan hari ulang tahunku. Menunggu sehari saja rasanya sangat lama. Akhirnya toh hari yang dinantikan itu tiba. Mei menelpon, jam tujuh sudah harus ada di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam tujuh malam itu aku sudah di depan rumahnya. Ternyata pintu pagar tidak dikunci. Ada kertas kecil di pintu minta agar pagar dikunci. Aku menguncinya dan terus ke pintu depan. Ternyata pintu itu sedikit terbuka. Aku masuk. Ruangan depan kosong. Aku terus melangkah ke dalam. Begitu aku masuk ruang tengah, Mei menyongsongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat Ulang Tahun!” serunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera merangkul tubuhnya ke dalam pelukanku. Bibirku mencari bibirnya dan dengan buas melumat bibir itu setelah empat hari tidak merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uhmm.. Uhmm..”, gumamnya gelagapan menghadapi seranganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sepertinya mau bicara tetapi aku tak memberinya kesempatan. Lidahku menerobos masuk ke mulutnya dan mempermainkan lidahnya. Tangan kiriku kulingkarkan ke lehernya dan tangan kananku meraih pantatnya. Kutekan tubuhnya ke arahku membuat ia tidak dapat bergerak ke mana-mana. Di saat itulah kudengar suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehem..”, suara seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut dan melepaskan pelukanku. Aku menoleh. Di atas sofa ruang tengah duduk seorang wanita lain. Aku kaget bukan kepalang. Wanita itu senyum-senyum menatapku salah tingkah. Pastilah wajahku memerah seperti udang rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya tahan-tahan sedikit”, kata Mei sambil tertawa menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam tidak tahu mau bicara apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang nonton, tuh”, lanjutnya, “Ayo mari aku kenalin. Ini Yen, sepupuku, “&lt;br /&gt;“Yen”, kata wanita itu malu-malu sambil menyorongkan tangannya.&lt;br /&gt;“Ardy”, sahutku sambil menjabat tangannya.&lt;br /&gt;“Cantik, kan”, kata Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang lekat wanita itu. Seperti Mei, wanita ini pun keturunan Cina. Ia lebih tinggi dari Mei, sekitar 170 cm. Rambutnya yang panjang hingga menyentuh pinggul dibiarkan tergerai. Ia memakai blouse kuning pucat berleher rendah dengan lengan pendek berenda, dipadu dengan celana sebatas lutut dari bahan denim sebatas lutut. Mataku dengan cepat merayap ke dadanya yang jelas semontok dada Mei. Pinggangnya cukup ramping walau tidak seramping Mei, diimbangi oleh pantatnya yang besar. Betisnya bulat padat. Jelas ia lebih muda dari Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah sering mendengar cerita tentang Kho Ardy dari Ci Mei”, kata Yen, “Jadinya penasaran aku, pingin kenalan,”&lt;br /&gt;“Apa kata Mei”, pancingku. Yen tersenyum malu-malu.&lt;br /&gt;“Ha ha..”, ia tertawa, “Katanya Kho Ardy orangnya baik, sabar, romantis dan.. Hi hi..”&lt;br /&gt;“Hi hi apa”, potongku.&lt;br /&gt;“Kuat”, katanya tertawa sambil menutup mulutnya.&lt;br /&gt;“Ada aja Mei ini”, sahutku agak malu sambil menoleh ke Mei. Tapi dalam hati aku jelas sangat berbangga.&lt;br /&gt;“Kan benar, apa yang aku ceritakan”, sahut Mei, “Dan yang paling penting”, lanjutnya sambil merangkul bahu Yen, “Kami berdua adalah hadiah ulang tahunmu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun tak mampu berkata-kata. Mimpi apa aku semalam? Kedua wanita Cina seksi menawan ini menjadi hadiah ulang tahunku? Keduanya berdiri di hadapanku sambil mengikik. Kupandangi keduanya lurus-lurus dengan mata berbinar. Waooh! Tak dapat kubayangkan seperti apa sensasi di ranjang nanti diapit oleh dua wanita Cina cantik, bahenol dan seksi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, sudah nafsu nih”, goda Mei. Yen tertawa pelan menimpali.&lt;br /&gt;“Abis hadiahnya istimewa begini”, sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya mendekatiku. Mei merangkulku ketat dan mendaratkan ciumannya bertubi-tubi. Kurasakan padat tubuhnya. Buah dadanya yang montok lembut dan menggairahkan itu menekan dadaku. Kurengkuh pantatnya dan kurapatkan ke tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat Ulang Tahun, sayang”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilepaskannya tubuhku. Yen mendekatiku. Kurangkul ia ke dalam pelukanku. Ia mencium pipiku kiri dan kanan. Buah dadanya yang montok dan kenyal itu menekan dadaku. Tubuh seksi itu bergetar. Denyut jantungnya terasa olehku. Tanganku melingkar ke bongkahan pantatnya yang bulat padat itu dan kurengkuh rapat ke tubuhku. Ia menggeletar dalam pelukanku ketika kudaratkan ciumanku ke bibirnya. Ia menyambut hangat. Kujulurkan lidahku dan menerobosi mulutnya. Lidahku segera disambut oleh permainan lidahnya. Celanaku mulai terasa sesak karena gerakan kemaluanku yang mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah.. sudah..”, potong Mei, “Nanti diteruskan. Sekarang kita makan dulu, “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepaskan Yen dari pelukanku walaupun nafsu birahiku mulai meningkat ingin segera dituntaskan. Kami beralih ke ruang makan menikmati hidangan yang sudah tersedia. Kulihat ada sebotol anggur merah. Makam malam terasa sangat indah dalam cahaya lilin. Rasa bangga menyelimuti benakku. Bayangkan! Di tengah ruangan yang romantis dengan hidangan yang enak dalam temaram cahaya lilin, aku duduk menikmati anggur merahku dengan diapit dua wanita cantik bermata sipit nan bahenol dan seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin terburu-buru menikmati semua ini walaupun senjata andalanku di bawah sana telah semakin tidak sabar, ingin segera menyatu dengan tubuh-tubuh seksi ini bergiliran. Keduanya pasti tahu dari gerak mataku yang jelalatan, melompat dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun aku tidak ingin memberi kesan liar. Terutama untuk Yen, kesan pertama ini harus indah dan romantis sehingga di masa depan tetap ada kesempatan untuk menggarapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Mei, Yen juga sudah menjanda sekitar enam bulan. Ditinggal suami yang pergi dengan wanita lain katanya. Usianya 29 tahun, tiga tahun lebih muda dari Mei, sepuluh tahun lebih muda dariku. Dalam hati aku berpikit, kok bisa ya, wanita secantik ini bisa ditinggal suami, minggat dengan wanita lain. Pasti bodoh lelaki itu. Tapi itu bukan persoalanku. Yang jelas ia ada di sini malam ini untukku. Malam ini kesempatan terbuka lebar bagiku untuk menikmati tubuhnya. Perbedaan sepuluh tahun sama sekali tidak ada pengaruhnya untuk urusan ranjang. Waahh.. Betapa beruntungnya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan malam, aku diminta menanti di ruang tengah. Keduanya menghilang ke lantai atas. Aku menungguh dengan jantung berdebaran. Lampu-lampu diredupkan. Dan dari lantai atas kulihat keduanya turun dengan membawa kue ulang tahun dihiasi lilin beryala berbentuk angka 39.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Happy Birthday to you”, keduanya bernyanyi, “Happy birthday to you. Happy birthday, Dear Ardy. Happy birthday darling!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan di depanku sungguh-sungguh indah. Sambil memegang kue ulang tahun itu, keduanya ternyata hanya mengenakan BH dan celana dalam. Mei memakai BH dan celana dalam berwarna merah hati, sedangkan Yen mengenakan BH dan celana dalam hitam. Sangat kontras di kulit keduanya yang putih bersih. Buah dada keduanya menyembul dari BH kecil yang hanya menutupi sepertiga buah dada itu. Dalam temaram lampu yang redup kulit keduanya yang putih nampak sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusar di perut itu nampak menawan. Paha-paha padat itu menopang pinggul yang bundar dan digantungi oleh bongkah-bongkan pantat yang padat dan bulat. Celana dalam kecil yang menutupi pangkal paha menampilkan pemandangan yang sungguh menggairahkan. Kemaluanku mengeras dan berdenyut-denyut, tidak sadar menanti saat nikmat menyatu dengan kedua tubuh menawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meletakkan kue dihiasi lilin bernyala itu di depanku, Mei memintaku berdiri. Lalu keduanya melepaskan pakaianku satu per satu. Bajuku, sepatuku, kaos kaki, celanaku, dan kaos dalamku. Yang tertinggal hanyalah celana dalamku yang sudah tidak mampu menyembunyikan kemaluanku yang sudah menggunung. Mei merapat ke sisi kiriku sedangkan Yen ke sisi kananku. Keduanya menggelayut ke dua lenganku sehingga tonjolan buah dada masing-masing menempel erat di lenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, lilinnya ditiup dan kuenya dipotong”, kata Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk diapiti oleh keduanya dengan tubuh menempel erat ke tubuhku. Kutiup lilin itu dan memotong kuenya. Potongan pertama kusuapkan ke mulut Mei dan yang kedua ke mulut Yen. Setelah toast anggur merah, mulailah aku menikmati hadiah ulang tahunku. Aku menyandar di sofa dan kubiarkan kedua wanita cantik itu melakukan apa yang mereka mau. Setelah masing-masing memperoleh ciuman di bibir, mulailah mereka beraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula kedua puting susuku dikulum keduanya. Mei mengulum di sebelah kiri dan Yen di sebelah kanan. Lalu masing-masing mulai bergerak ke arahnya sendiri. Mei mulai menelusuri perutku dan mengarahkan jilatan-jilatannya ke bawah, sedangkan Yen mulai merambati dada dan leherku dengan jilatan dan hisapan. Aku menggeliat-geliat menahan rasa nikmat yang mulai menjalari seluruh tubuhku. Tanganku mulai aktif bergerilya. Buah dada keduanya menjadi sasaranku. Kucari pengait BH keduanya dan kulepaskan. Buah dada keduanya menyembul keluar bebas dengan indahnya. Tangan kiriku mencari-cari buah dada Mei dan meremasnya. Sejalan dengan itu kutarik Yen merapat. Dengan segera mulutku mengerkah buah dadanya yang ternyata lebih besar dari punyanya Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh..” erang Yen. Ditekannya kepalaku sehingga wajahku terbenam di belahan dadanya yang montok itu.&lt;br /&gt;“Kita tuntaskan di kamar”, kata Mei tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangkul kedua wanita itu pada pinggul masing-masing. Bertiga kami melangkah ke kamar tidur Mei di lantai atas hanya dengan mengenakan celana dalam masing-masing. Keduanya mengikik kecil merasakan kenakalan tanganku yang telah menyeruak ke balik celana dalam mereka masing-masing dan mengusap-usap pantat mereka. Rasanya sudah tidak sabar untuk menenggelamkan diri ke dalam pelukan keduanya secara bergiliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar tidur Mei harum dan romantis. Kamar ini telah puluhan kali menjadi saksi pertemuanku penuh birahi dengan Mei. Ranjang lebar ini menjadi saksi bisu jeritan-jeritan kenikmatan Mei dan erangan penuh kenikmatanku. Entah sudah berapa banyak spermaku tercecer di atas ranjang ini bercampur dengan cairan vagina Mei. Dan malam ini kamar ini sekali lagi menjadi saksi sejarah baru diriku, bersetubuh sekaligus dengan dua orang wanita Cina yang cantik, bahenol dan seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei dan Yen segera melepaskan celana masing-masing. Kuminta keduanya berdiri berjajar. Dalam cahaya lampu yang sengaja diredupkan kedua tubuh bugil itu nampak sangat indah. Keduanya berputar bak peragawati mempertontonkan tubuh telanjangnya. Keduanya lalu mendekatiku dan merebahkan tubuhku ke atas ranjang. Yen cepat meloroti celana dalamku. Kemaluanku yang besar dan panjang itu segera mencuat tegak di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waoo.. Gedenya”, seru Yen tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemari Yen yang lentik dan lembut itu segera menggenggam batang kemaluanku. Diremas-remas sebentar dan dielus-elus lembut. Aku mengerang-ngerang kenikmatan. Kuraih tubuh montok Mei dan buah dadanya segera menjadi bulan-bulanan mulutku. Sementara itu Yen mulai mempermainkan lidahnya di seputar pusarku dan semakin mendekati pangkal pahaku. Batang kemaluanku itu ada dalam genggamannya. Tangan kananku meraih buah dada Yen dan meremas-remasnya, sementara tangan kiriku merayap di sela-sela paha Mei. Jari-jariku merambah bulu-bulu kemaluannya yang lebat dan terbenam ke lubang basah kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaacch..”, erang Mei sambil menekan kepalaku lebih erat ke dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jariku semakin keras mencengkeram buah dada Yen ketika lidahnya yang lincah semakin mendekati batang kemaluanku yang semakin keras dan berdenyut-denyut. Ketika lidahnya semakin lidahnya menyentuh batang kemaluanku aku merasakan sensasi yang hebat dan mulut mungilnya itu dengan segera menelan senjata kebanggaanku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Mei semakin menggelinjang dan kemaluannya semakin basah oleb banjir cairan vaginanya. Sambil terus mengulum kemaluanku Yen melepaskan tanganku yang meremas buah dadanya. Tangan itu dituntun ke arah selangkangannya. Tanganku segera menyapu kemaluannya yang berbulu lebat itu dan jemariku segera tenggelam ke lubang yang sudah basah oleh cairan vaginanya. Puas mengulum kemaluanku Yen minta buah dadanya dikulum. Segera Mei menggantikannya mengulum kemaluanku. Erangan dan lenguhan memenuhi ruangan. Tubuh Yen menggeletar hebat menandakan birahinya makin menggila butuh pelampiasan. Kupikir sudah saatnya menyetubuhi kedua wanita ini. Aku merebahkan keduanya hingga menelentang berjejer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yen duluan”, bisik Mei terengah-engah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yen telentang dengan mata tertutup dan paha yang sudah terbuka lebar siap disetubuhi. Aku memegang kedua pahanya dan beringsut mendekat. Mei menempelkan kedua buah dadanya di punggungku dan lidahnya bergerilya di seputar leher dan kupingku. Kuarahkan batang kemaluanku yang sudah keras dan tegak. Kuusap-usap di bibir lubang kemaluan Yen. Ia mendesis dan mulai menggelinjang, tidak sabar menanti saat-saat penetrasi. Ujung kemaluanku perlahan-lahan mulai menguak bibir kemaluannya yang telah basah. Mulutnya terbuka dan terdengar keluhan kecil. Aku berhenti sejenak. Ia membuka matanya dan di saat itulah kusentakkan pantatku ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BLES..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaa..”, Yen menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaluanku yang besar dan panjang itu menerobos ke dalam lubang kemaluannya, lancar seperti di jalan tol. Yen menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar kemaluanku dapat menyuruk lebih dalam. Aku berhenti dan membiarkan ia menikmatinya. Nikmat rasanya kemaluanku digigit-gigit oleh dinding vaginanya. Ia mendesis-desis dan mengerang-erang nikmat. Lalu perlahan tetapi pasti aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Erangan Yen semakin keras. Buah dadanya bergoncang-goncang hebat seirama dengan genjotanku. Rambutnya yang panjang terserak-serak, membuat ekspresi wajahnya yang menahankan kenikmatan itu menjadi sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengatur ritme genjotanku agar ia dapat menikmatinya. Aku mempercepat gerakan pantatku. Kenikmatan yang semakin menggila membuat ia mencengkam kedua lenganku. Ketika ia semakin menjerit-jerit, aku memperlambat bahkan menghentikan genjotanku. Ia mendesah-desah kecewa. Di saat ia masih mendesah-desah, kembali aku menyentakkan pantatku dan mengocok dengan cepat. Kembali jeritannya memenuhi ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat.. Cepat..” gumamnya tidak karu-karuan, “Aku mau keluar..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat tempo genjotanku. Tiba-tiba ia menarik tubuhku hingga rebah sepenuhnya di atas tubuhnya. Kubenamkan wajahku di lehernya mengiringi jeritan kenikmatan yang dilepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahh..”, jeritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh montoknya itu bergetar hebat. Pantatnya dihentak-hentakkannya ke atas. Pahanya terangkat dan membelit pantatku sehingga menyatu sepenuhnya. Aku diam memberikan kesempatan kepadanya untuk menikmati orgasmenya. Tubuhnya bergetar-getar diiringi desah nafas terengah-engah. Rasanya dunia ini dilupakan kalau tidak karena desahan Mei yang berbaring di sebelah kami. Mei ternyata sedang asyik mempermainkan vaginanya sendiri. Kurasa ini saat yang tepat untuk menyetubuhi Mei. Apalagi aku belum orgasme sehingga kemaluanku masih tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang giliran Mei”, bisikku di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yen mengangguk pelan dan melepaskan pelukannya. Ia menelentang seperti kehabisan tenaga di sebelah Mei. Aku beralih ke Mei. Kutarik tangannya. Ia segera membuka pahanya lebar-lebar. Kemaluannya sudah basah dan merekah, rupanya sudah tak sabar menunggu gilirannya digenjot. Aku merayap mendekatinya. Kemaluanku masih basah dan berkilat-kilat oleh cairan vagina Yen. Kuarahkan ujung kemaluanku ke lubang kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei memejamkan matanya sambil memegang kain seprei yang sudah acak-acakan itu, menanti saat-saat sensasional penetrasi batang kemaluanku. Ujung kemaluanku menyentuh bibir vaginanya dan menyeruak di antar bibir-bibir itu mencari jalan masuk. Aku menurunkan pantatku sedikit dan kurasakan kemaluanku mulai memasuki kemaluannya. Mei mulai mendesah-desah. Aku menariknya keluar lagi. Ia mendesah lagi seperti kecewa. Di saat itu aku menyurukkan kemaluanku ke dalam lobang surgawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaa..” Mei menjerit keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya membelalak. Kemaluanku kutancapkan dalam-dalam di lubang kemaluannya. Setelah jeritannya berubah menjadi erangan, aku mulai menggerak-gerakkan pantatku maju mundur. Kususupkan tanganku ke bawah lengannya dan merangkul erat bahunya. Mulutku kubenamkan ke leherya yang jenjang. Ia melingkarkan tangannya ke punggungku dan memelukku erat-erat. Pantatnya yang bundar besar itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Mulutnya terus menerus mengeluarkan desisan, erangan dan jeritan, mengiringi sodokan-sodokan kemaluanku yang semakin menggila. Jepitan dinding vaginanya terasa sangat nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lebih keras.. Lebih keras lagi..” erang Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memompanya semakin bersemangat. Peluh mengucur dari seluruh tubuhku, bercampur dengan keringatnya. Aku mengangkat sedikit dadaku. Mulutku segera menerkam buah dada kirinya yang berguncang-guncang itu. Ia mengerang dan menekan kepalaku ke dadanya. Dari buah dada kiri aku beralih ke kanan. Ia menceracau semakin tak menentu. Pahanya membuka dan menutup. Kecipak cairan vaginanya semakin memperbesar nafsuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau keluar”, katanya terputus-putus.&lt;br /&gt;“Aku juga”, sahutku merasakan desakan magma spermaku yang akan memancar.&lt;br /&gt;“Di dalam saja, sayang”, bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ingin mencapai orgasme bersama-sama, aku meningkatkan kecepatan genjotan kemaluanku. Mei menjerit-jerit semakin keras. Aku menggeram dan menggigit lehernya. Ia merangkulku erat-erat. Kuku-kukunya terasa menembus daging punggungku. Akhirnya oleh satu hentakan keras aku membenamkan kemaluanku dalam-dalam diiringi lolongan panjang Mei membelah udara malam. Pantatnya dihentak-hentakkan ke atas. Pahanya terangkat membelit pinggangku seakan memeras setiap tetes spermaku menyembur ke dalam rahimnya. Kurasakan banjir lahar spermaku deras memancar. Aku letih, Mei juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sepuluh menit aku diam membiarkan kenikmatan itu mengendur perlahan-lahan. Lalu aku melepaskan diriku dari pelukan Mei dan terhempas ke atas kasur empuk spring-bed Mei, tepat di antara Mei dan Yen. Kedua wanita montok itu seperti dikomando merapat ke arahku. Buah dada keduanya menyentuh dadaku dan paha kiri Mei serta paha kanan Yen sama-sama membelit pahaku. Keduanya menciumku dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, Kho”, kata Yen. Aku hanya mengangguk-angguk kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat beristirahat, kami beralih ke kamar mandi dan membersihkan tubuh. Kedua wanita itu memandikanku. Mereka menyirami tubuhku dengan air hangat dan menggosokkan body foam. Yang menarik, gosokan itu tidak dibuat dengan tangan tetapi dengan buah dada masing-masing. Acara mandi erotik ini jelas memancing nafsu birahiku. Perlahan-lahan kemaluanku mulai bangun lagi. Uh.. Sungguh acara mandi malam yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wuii.. Si ujang sudah bangun nih”, goda Mei sambil mengelus kemaluanku, “Sesudah ini kita akan mulai ronde kedua”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara mandi selesai dan kami kembali ke ruang tengah lantai bawah. Bertiga kami tidak mengenakan sehelai benangpun. Sepenuhnya bugil. Kupandangi dua wanita Cina yang menawan ini. Mereka lagi menuang anggur. Yen membawa dua gelas, satu diserahkan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk si jantan yang berulang tahun”, kata Mei, “Semoga tetap kuat perkasa,”&lt;br /&gt;“Untuk Mei dan Yen”, sahutku, “Semoga tetap seksi dan menawan,”&lt;br /&gt;“Untuk kita bertiga”, kata Yen, “Semoga jadi group seks yang kompak,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila! Dunia apa yang sedang aku masuki sekarang ini? Rasanya seperti bermimpi, tetapi ini bukan mimpi. Ini sungguh kenyataan. Mengapa menolak untuk menikmati semua ini. Kedua wanita itu kini merapat ke tubuhku dan memulai aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kita main di sini saja”, kata Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Yen tidak menjawab. Setuju saja. Apa sih salahnya bersetubuh di atas karpet lembut ruang tengah ini? Keduanya segera tenggelam dalam aksinya masing-masing. Rabaan dan elusan disertai jilatan dan kecupan menjalari seluruh tubuhku, mengiringi kedua tanganku yang bebas bergerilya di setiap lekuk tubuh keduanya. Pada saat kedua tanganku melingkar ke pantat keduanya dan merasakan betapa montok dan padat pantat keduanya, timbul ideku untuk menyetubuhi keduanya dalam doggy-style. Kemaluanku dengan segera tegang kembali oleh ide menarik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, Mei dan Yen”, kataku, “Sekarang kalian berlutut di lantai. Aku mau doggy-style, “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berkata-kata kedua wanita itu saling memandang dan tertawa mengikik. Lalu keduanya segera berlutut membelakangiku. Keduanya saling bertaut lengan, biar bisa saling membagi kenikmatan mungkin. Pemandangan di depanku sungguh indah. Aku memandang kedua bokong yang besar, putih, mulus dan padat itu. Di antara paha itu nampak gundukan rambut kemaluan masing-masing yang lebat dan hitam. Di sela-sela rambut itu nampak bibir-bibir kemaluan yang merekah merah, siap untuk digenjot bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo Kho”, kata Yen, “sudah nggak sabar nih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekati dan mengelus-elus pantat keduanya. Ketika jari-jariku mulai merayapi bibir kemaluan, keduanya mendesis serentak. Jari-jariku menyeruak ke antara bibir-bibir vagina itu dan mempermainkan kedua klitoris. Keduanya serentak menjerit kecil dan mendongak. Sungguh sensasi yang indah. Kemaluanku yang sudah sekeras senapan itu kuarahkan ke bokong Mei. Tanpa kesulitan aku menembus kemaluannya yang telah basah licin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit bermain dengan Mei, aku lalu beralih ke Yen. Ia pun menjerit kecil ketika kemaluanku menerobosi lubang surgawinya. Kukocok-kocok perlahan lalu semakin cepat. Ia mengerang semakin keras tak terkendali. Beberapa menit aku pun beralih ke Mei. Begitu seterusnya, sehingga kedua wanita itu semakin penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, namun untuk kami bertiga waktu tidak lagi penting. Yang penting sekarang ialah bagaimana meraih kenikmatan bersama-sama. Aku mulai merasa letih juga. Maka ingin kuakhiri dulu ronde kedua ini. Aku memegang bokong Mei dan menyodoknya keras-keras. Ia menjerit keras dan terus mengerang-erang tak karuan ketika kemaluanku bergerak lincah keluar masuk kemaluannya. Ketika kulihat ia mencengkram keras karpet aku tahu ia akan keluar. Aku mempercepat gerakanku dan menghentak keras. Mei menjerit keras dan rebah ke atas karpet. Aku mengikutinya dan beberapa saat menindihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepaskan diri dari Mei aku beralih ke Yen yang setia menanti. Dengan cepat aku menghujamkan senjata kebanggaanku ke dalam kemaluannya. Seperti Mei ia pun menjerit keras. Rambutnya yang panjang itu kujambak sehingga ia mendongak ke atas sambil terus mengerang. Bunyi pantatnya yang beradu dengan pahaku seakan menjadi irama kenikmatan yang tak ada duanya. Aku pun merasa akan segera orgasme. Rambutnya semakin keras kutarik sehingga ia semakin mendongak. Pantatnya melengkung ke atas dan buah dadanya yang besar itu berguncang-guncang, seirama dengan gerakan pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaauu, Kho” jeritnya, “Aku mau keluar!”&lt;br /&gt;“Aku juga”, balasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak dengan jambakan rambutnya, mengiringi jeritan panjangnya, aku menghentakkan pantatku keras-keras. Ia rubuh ke atas karpet ditindih olehku. Di saat itu kurasakan deras spermaku memancar ke dalam rahimnya. Aku letih, juga Mei dan Yen. Aku diam membatu di atas pantat Yen yang montok. Mei merangkak mendekat dan mengelus-elus kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun. Yen juga. Sempoyongan ia berjalan dan duduk di sofa. Kakinya terbuka lebar dan dapat kulihat leleran spermaku menetes dari vaginanya. Aku menghempaskan tubuhku di samping kirinya. Kurangkul bahunya. Mei mendekat dan duduk di sebelah kiriku. Kedua tanganku merangkul punggung keduanya dan menggapai buah dada kanan Yen dan buah dada kiri Mei. Kugenggam kedua buah dada itu erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Mei, terima kasih Yen”, kataku, “Terima kasih untuk kado ulang tahunya, “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya menatapku, mengangguk dan tertawa gelak-gelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak pernah terpikir dalam hidupku dapat mengumbar nafsu dengan dua wanita Cina yang cantik menawan, bahenol, montok dan seksi”, kataku.&lt;br /&gt;“Kho tak usah takut”, sahut Mei, “Kami akan siap untuk Kho Ardy kapan saja,”&lt;br /&gt;“Untuk lelaki sekuat Kho Ardy, Yen dan Mei akan siap selalu”, timpal Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa hadiah ulang tahun itu, aku jadi selalu punya wanita yang siap melayani nafsuku. Kalau Mei lagi menstruasi, Yen pasti siap untukku. Begitu juga sebaliknya. Namun kami juga sering berkumpul bertiga untuk saling berbagi kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali di rumah Mei, larut malam setelah menyetubuhi keduanya secara bergiliran, iseng aku menggoda keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah punya dua wanita Cina yang cantik dan seksi”, kataku, “Kapan dua ini akan bertambah?”&lt;br /&gt;“Kho Ardy pingin tambah lagi”, kata Yen di luar dugaanku, “Mudah, Kho. Akan Yen atur. Mau tambah satu atau dua lagi, terserah Kho Ardy aja,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut dan menoleh ke Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak usah khawatir”, lanjut Mei, “Akan ada saatnya hadiah baru lagi. Tapi harus hemat-hemat tenaganya. Soalnya wanita Cina itu nafsunya gede-gede. Haha..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut tetapi juga berbangga. Gimana ya rasanya kalau sekali waktu dikerubuti empat wanita cinta yang cantik dan bahenol seperti Mei dan Yen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi”, kataku terus menggoda, “Kalian nggak nyesal disetubuhi lelaki bukan Cina, apalagi yang berasal dari KTI sepertiku?”&lt;br /&gt;“Ah”, renggut Mei manja, “Tentu aja tidak. Hitung-hitung mendukung program pemerintah yakni pembauran,”&lt;br /&gt;“Pembauran ada macam-macam, Kho”, lanjut Yen, “Ada yang berbaur dalam pekerjaan, rumah, profesi dan pergaulan. Untuk kita bertiga, yah berbaur kelamin aja,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-4726043667560441300?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/4726043667560441300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/12/wanita-wanita-bahenol-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4726043667560441300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4726043667560441300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/12/wanita-wanita-bahenol-itu.html' title='Wanita-Wanita Bahenol Itu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7001060989237473382</id><published>2009-12-14T22:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T22:37:15.333-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><title type='text'>Daun Muda Yang Menggairahkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/search/label/Daun%20Muda"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; - Sudah beberapa bulan berlalu sejak Mei memperkenalkan Yen kepadaku. Sejak itu kedua wanita Cina yang cantik dan bahenol ini menjadi partner seksku. Secara rutin kami bertemu untuk bersetubuh dan memuaskan nafsu birahi. Kebanyakan kami berkumpul di rumah Mei di bilangan Margorejo (baca ceritaku sebelumnya: Hadiah Ulang Tahun Yang Mengejutkan 1 dan 2). Keduanya seperti tak terpuaskan. Apalagi Yen. Nafsunya yang besar itu seperti tak ada habisnya. Permainan ranjangnya sungguh-sungguh menggairahkan, sehingga selalu ada kegembiraan dan kebanggaan tersendiri setiap kali aku menggumuli, menyetubuhi dan memuaskan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari Jumat, jam istirahat makan siang. Bersama seorang teman aku meluncur ke Delta Plaza. Ketika lagi asyik menyantap mie goreng, ada SMS masuk ponselku. Ternyata dari Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kho Ardy, aku di meja pojok kanan. Buat aja seperti nggak kenal, ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke pojok kanan itu. Yen ada di sana bersama sekelompok teman wanita. Ada enam orang, semuanya Cina. Wow.. Cantik-cantik dan mulus-mulus. Mereka bercerita sambil tertawa-tawa dengan ceria. Yen melirik ke arahku sambil menulis SMS di ponselnya. Beberapa detik kemudian ada SMS masuk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pilih aja yang Kho Ardy suka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak dapat lagi berkonsentrasi pada makan siangku. Mataku meneliti para wanita itu satu persatu. Aku lalu teringat percakapanku dengan Yen dan Mei satu malam setelah bersetubuh dengan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah punya dua wanita Cina yang cantik dan seksi”, kataku.&lt;br /&gt;“Kapan dua ini akan bertambah menjadi empat?”&lt;br /&gt;“Kho Ardy pingin tambah lagi”, kata Yen di luar dugaanku.&lt;br /&gt;“Mudah, Kho. Akan Yen atur. Mau tambah dua atau berapa, terserah Kho Ardy aja.”&lt;br /&gt;“Nggak usah khawatir”, lanjut Mei.&lt;br /&gt;“Akan ada saatnya hadiah baru lagi. Tapi harus hemat-hemat tenaganya. Soalnya wanita Cina itu nafsunya gede-gede. Haha..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menduga kalau guyonan itu akan menjadi kenyataan. Berarti Yen sungguh-sungguh akan menepati janjinya. Mataku menangkap yang duduk di sebelah kiri Yen. Wajahnya manis imut-imut. Pandangan sekilas jelas menunjukkan sosok tubuhnya yang tinggi tetapi padat. Rambutnya panjang seperti punya Yen dibiarkan tergerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mataku menangkap sosok yang membelakangiku. Wanita berambut pendek itu jelas bertubuh padat. Kursi kecil merah yang didudukinya tak mampu memuat pantatnya yang lebar itu. Yang lain-lain walaupun berwajah manis rata-rata bertubuh agak kecil, tentu tidak masuk dalam kriteria seleraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang di sebelah kiri dan yang di depanmu”, tulisku dalam SMS untuk Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Yen membaca SMS di ponselnya dan tersenyum sekilas. Ketika mereka berjalan beriringan meninggalkan mejanya, aku memperhatikan satu per satu. Tidak salah pilihanku. Si rambut panjang itu setinggi Yen. Rok sedikit di bawah lutut dan blazer biru terang itu cukup memberi gambaran bentuk tubuhnya yang seksi. Buah dadanya menonjol. Pantatnya bulat besar. Gambaran celana dalamnya sedikit terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berambut pendek sedikit lebih rendah. Pinggangnya ramping dan buah dadanya besar. Dan pantatnya. Aduhai! Bulat besar dan bergoyang-goyang dengan indahnya. Lebih besar dari pantat wanita yang tinggi itu, malah lebih besar dari pantat Mei dan Yen. Aku menelan liur. Yen mengedipkan matanya sekilas sambil melirikku. Mereka berlalu sementara teman makan siangku terus ngomong tanpa sadar apa yang sedang terjadi. Kembali ke kantor aku tak dapat berkonsentrasi lagi. Kutelepon Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana tadi?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Aku mau yang rambut panjang di sebelah kirimu dan si rambut pendek di depanmu itu.”&lt;br /&gt;“Sudah kuduga kalau Kho Ardy akan memilih yang itu”, katanya sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;“Keduanya memang sesuai selera Kho Ardy. Yang berambut panjang namanya Dewi, 28 tahun. Yang berambut pendek namanya Fenny, seusiaku, 29 tahun.”&lt;br /&gt;“Kapan ketemunya”, kataku tak sabar.&lt;br /&gt;“Haha..” tawanya renyah.&lt;br /&gt;“Udah nafsu nih ye”, lanjutnya menggoda.&lt;br /&gt;“Habis, montok-montok segitu”, sahutku.&lt;br /&gt;“Kho Ardy harus sabar karena perlu pendekatan. Begitu berhasil, Kho Ardy akan kukabarkan. Saya yakin tak lama”, katanya berbisik-bisik.&lt;br /&gt;“Tapi, sebelum ketemu mereka kan masih ada aku sama Mei yang selalu siap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah pertemuan itu, setiap kali bersetubuh dengan Mei dan Yen saya selalu bertanya kapan bertemu si Dewi dan Fenny. Mei juga tidak berkeberatan bahkan bermimpi dapat bermain berlima pada satu kesempatan nanti. Ternyata penantianku tidak berlangsung lama. Tiga minggu sesudah SMS di Delta Plaza, suatu siang Yen menelponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada khabar gembira, Kho”, kata Yen dengan suara renyah.&lt;br /&gt;“Dewi dan Fenny pingin segera kenalan dengan Kho Ardy.”&lt;br /&gt;“Betul Yen”, sahutku.&lt;br /&gt;“Siapa dulu dong yang ngatur”, sahutnya.&lt;br /&gt;“Supaya puas, nanti Kho Ardy main aja sama Dewi dan Fenny dulu. Lalu nanti berlima sama aku dan Mei kalau sudah memungkinkan”, kata Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana baiknya?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“Hari Jumat besok Mei akan nginap di tempatku”, katanya lagi.&lt;br /&gt;“Kalian pakai aja rumah Mei, biar aman.”&lt;br /&gt;“Jadi Mei udah tau?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Yah, udah”, sahut Yen.&lt;br /&gt;“Keduanya udah kenalan sama Mei. Mei setuju kok, makanya ia menginap di rumahku biar kalian bisa leluasa bermain bertiga. Kami menanti Kho Ardy besok di sana. Sesudah Kho Ardy datang, aku dan Mei pergi, biar Kho Ardy leluasa menikmati Dewi dan Fenny.”&lt;br /&gt;“Wuii.. Kamu hebat deh, Yen”, kataku.&lt;br /&gt;“Tapi Sabtu malam tetap milikku dan Mei”, katanya.&lt;br /&gt;“Hemat tenaganya, ya. Aku dan Mei juga mau puas-puas.”&lt;br /&gt;“Ngomong-ngomong, gimana sih sampai mereka bisa mau?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Haha..”, Yen tertawa.&lt;br /&gt;“Mudah kok. Mereka tahu kalau aku dan Mei itu janda-janda muda. Tapi kok selalu berseri-seri setiap awal pekan. Tahu kan, maksudku? Mereka lalu bertanya. Yah, kuceriterakan. Mei juga ceritera. Mei hebat promosinya seperti ceritanya dulu ke aku. Lama-lama keduanya tertarik dan akhirnya pingin kenalan sungguh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah kawin keduanya?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Kawin sih udah”, sahut Yen sambil ketawa lagi.&lt;br /&gt;“Tapi belum menikah. Nggak apa-apa kan? Masa mau cari yang perawan.”&lt;br /&gt;“Ya, nggak”, kataku.&lt;br /&gt;“Tapi mau keduanya main bareng bertiga?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Jangankan bertiga, berlima juga mau”, sahut Yen.&lt;br /&gt;“Nggak usah khawatir Kho, keduanya orang-orang yang santai kok. Kalau mau, minggu depan kita main berlima aja. Kho Ardy dilayani kami berempat khan enak.”&lt;br /&gt;“Terima kasih Yen”, kataku setelah yakin.&lt;br /&gt;“Akan ada hadiah untukmu.”&lt;br /&gt;“Apa itu?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Dua jam tambahan di ranjang”, sahutku.&lt;br /&gt;“Iihh.. Maunya”, sahut Yen sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menutup telepon sambil tersenyum sendiri. Babak baru pengalaman seksku akan bertambah lagi dengan hadirnya dua wanita ini. Aku membayangkan nikmatnya bergumul dengan Dewi dan Fenny, kedua wanita cantik dan montok itu. Apalagi kalau menggumuli empat-empatnya bergiliran dalam satu pesta seks, pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tidak terasa, kemaluanku bergerak-gerak dalam celanaku, seakan-akan sudah tidak sabar menantikan saat-saat nikmat bersatu dengan Dewi dan Fenny yang cantik dan bahenol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat sore. Aku menuju rumah Mei dengan jantung berdebar-debar. Ada rasa bangga yang menyelip di dadaku karena boleh menikmati kehangatan tubuh-tubuh wanita Cina yang cantik-cantik itu. Sebaliknya ada rasa cemas juga, takut ditolak karena tidak sesuai dengan harapan mereka. Maklum, usiaku sudah 39 tahun, sebelas dan sepuluh tahun lebih tua dari Dewi dan Fenny. Apa jadinya kalau aku dirasa kurang cakep dan ditolak? Wah, pasti malu sekali. Namun kupikir Yen dan Mei tak mungkin berbohong. Bukankah keduanya sudah ketagihan dengan kejantananku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan pintu pagar aku ragu-ragu sejenak. Setelah menarik nafas beberapa kali, aku mendorong pintu yang tidak terkunci. Aku masuk dan mengancing pintu pagar stainless still itu. Tanpa mengetuk, aku mendorong pintu depan. Seperti biasa, kalau sudah ada janji pintu depan tidak dikunci. Aku mendorong pintu dan melangkah masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hi, sayang”, suara Mei menyambutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaga! Mei hanya mengenakan celana dalam dan BH kecil berwarna merah yang membuat buah dadanya yang montok itu seperti akan meloncat keluar. Aku terpesona. Mei yang sudah puluhan kali kugumuli itu tetap tampil menawan. Tetapi yang membuatku terkejut ialah caranya berpakaian. Pasti yang lain-lain juga berpakaian seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku akan dilayani keempat wanita itu sekaligus? Dengan mesra Mei mengecup bibirku dan menggandengku masuk. Dan benar dugaanku, di ruang tengah telah menunggu Yen, Dewi dan Fenny, ketiga-tiganya hanya mengenakan celana dalam dan BH kecil. Memperhatikan tubuh-tubuh montok bahenol nyaris bugil itu, nafsu birahiku langsung menggelegak butuh penyaluran. Kemaluanku langsung berdenyut-denyut di balik celanaku, tidak sabar menanti saat-saat indah menyatu dengan wanita-wanita Cina cantik bahenol ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei melepaskanku dan berdiri berjajar bersama Yen, Dewi dan Fenny. Aku tertegun memandang keempat wanita ini yang mengenakan hanya BH dan celana dalam. Keempat-empatnya memakai sepatu hak tinggi sehingga menambah seksi pemandangan di depanku. Yen yang berdiri di sebelah Mei mengenakan celana dalam dan BH berwarna hitam. Dadanya menyembul keluar dengan indahnya. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai. Di sebelah kiri Yen berdiri Fenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengenakan celana dalam dan BH berwarna abu-abu. Rambutnya juga panjang tergerai sampai ke pantatnya. Dadanya menonjol ke depan, membusung dan dengan indahnya menyembul dari BH yang kecil. Dan.. Pantatnya itu, aduhai besarnya. Menariknya, pinggulnya cukup ramping untuk wanita dengan ukuran pantat sedemikian besarnya. Dan akhirnya, di jangkung Dewi dengan rambut di bawah pundak. Ia mengenakan celana dalam dan BH berwarna cream. Dadanya pun montok mempesona dengan tubuh padat dan sintal. Pinggangnya melekuk dengan indahnya menuruni pinggulnya yang digantungi dua bongkahan pantatnya yang lebar, walaupun tidak selebar punya Fenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadaku berdegup kencang, mataku membelalak dan mulutku terbuka. Mimpi apa aku semalam? Kupandangi keempat wanita Cina yang putih mulus, cantik montok dan bahenol itu dengan nafas yang menderu-deru. Keempatnya tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat datang ke dunia impian”, kata Yen dengan suaranya yang merdu.&lt;br /&gt;“Semua ini milikmu”, sambung Mei.&lt;br /&gt;“Nikmati sepuas hati.”&lt;br /&gt;“Ayolah, Kho Ardy”, kata Yen manja.&lt;br /&gt;“Kenalan dong, sama si Fenny dan Dewi. Katanya pingin kenalan dengan dua cewek montok nan sexy ini. Ayo, kemarilah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekat. Mei dan Yen mendekat dan mengapitiku di kiri dan kanan. Keduanya bergayut di bahuku dengan buah dada mereka yang montok kenyal itu menempel di lengan kiri dan kananku. Kedua wanita montok ini telah puluhan kali merasakan kejantananku. Sekarang mereka ingin membagi kenikmatan dengan dua teman yang lain. Aduhai! Dadaku berdegub-degub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenny mendekat. Goyangan dada dan pantatnya saja sudah mampu membangkitkan birahiku. Apalagi goyangannya di atas ranjang, pastilah membuatku terbang ke awan-awan. Kuulurkan tanganku. Ia menyambutnya hangat. Kurengkuh tubuh montok itu ke dalam pelukanku. Dadanya terasa empuk menempel di dadaku. Tanganku melingkari pinggulnya dan meraih pantatnya yang besar itu. Kutekan pantatnya itu ke arahku dalam gerak menyerupai persetubuhan. Fenny terkikik diiringi tawa Mei dan Yen. Ketika kukecup bibirnya, terasa ada getar-getar birahi dalam desah nafasnya yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu giliran Dewi. Jalannya anggun. Dengan postur tubuh setinggi itu ia lebih layak menjadi peragawati. Buah dadanya yang putih mulus dan disangga oleh BH kecil itu bergoyang-goyang dengan lembutnya. Sungguh pemandangan yang mengungkit birahi terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senang berkenalan dengan Mas Ardy”, kata Dewi sambil menyambut tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merengkuh tubuh sintal dan sexy itu ke dalam pelukanku. Ia menggeletar. Ketika masih kunikmati dadanya yang empuk menempeli dadaku dan tanganku meraih-raih pantatnya, ia mendaratkan kecupannya di pipiku. Mei dan Yen bertepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, Kho Ardy”, kata Yen.&lt;br /&gt;“Tugasku sudah selesai. Dewi dan Fenny akan menemanimu. Nikmati malam ini sepuas-puasnya. Aku dan Mei akan pergi.”&lt;br /&gt;“Dewi, Fen”, kata Mei.&lt;br /&gt;“Kami pergi ya. Aku jamin deh, kalian berdua nggak bakalan kecewa. Malah ketagihan nanti. Hati-hati, jangan lupa pulang lho, besok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei dan Yen segera berpakaian dan meninggalkan ruangan. Tidak lama berselang, terdengar derum mobil Mei meninggalkan halaman rumah. Aku turun dan mengunci pagar dan pintu depan. Ketika aku kembali, Dewi dan Fenny sudah menantiku di pintu ruang tengah. Keduanya langsung menyerbuku dan mendaratkan ciuman-ciumannya yang panas dan penuh gairah birahi terpendam. Aku sampai kewalahan dibuatnya. Malam ini, Dewi dan Fenny sepenuhnya menjadi milikku. Aku akan mereguk kenikmatan sepuas-puasnya dalam pelukan hangat keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil merangkul keduanya, Fenny di kiri dan Dewi di kanan, kuajak keduanya duduk di sofa ruang tengah. Di ruang inilah dulu aku berpesta seks pertama kali dengan Mei dan Yen. Di ruang inilah pertama kali Mei dan Yen melayaniku dan menjadi ketagihan sejak itu. Kini aku ingin agar di ruang yang sama ini Fenny dan Dewi merasakan kejantananku dan selanjutnya menjadi ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kuminta, kedua wanita Cina yang cantik montok nan bahenol ini mulai membuka pakaianku. Satu persatu dilepaskannya sehingga yang tertinggal hanya celana dalamku saja. Kemudian serentak keduanya mendaratkan ciuman-ciuman di pipi dan leherku hingga akhirnya mulut-mulut mungil dengan bibir-bibir sexy itu mulai mengulum puting susuku, Fenny di sebelah kiri dan Dewi di sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengerang-ngerang nikmat dan dengan segera tanganku bergerilya di lekukan-lekukan tubuh keduanya. Kedua tanganku melingkar ke punggung Dewi dan Fenny lalu melepaskan kaitan BH masing-masing. Terlepas dari BH, buah dada keduanya yang memang besar dan montok mencuat keluar dengan indahnya. Warnanya putih mulus dengan puting yang merah kecoklatan. Buah dada keduanya sudah menegang sehingga terasa padat dan empuk di telapak tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanganku mulai mengelus buah dada keduanya yang montok itu, desah nafas nikmat terdengar dari mulut keduanya. Geletar birahi sudah melanda urat nadi seluruh tubuh mereka. Serentak tanga-tangan mungil Dewi dan Fenny menerobos celana dalamku dan berebutan menggenggam batang kemaluanku yang sudah menegang sekeras tank baja. Aku tidak peduli tangan siapa yang mengelus batang kemaluanku dan yang lain mengusap-usap buah pelirku. Yang kurasakan hanya geletar-geletar nikmat yang menjalari seluruh bagian tubuhku dan meledak-ledak di denyutan kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepaskan kuluman di kedua puting susuku, Fenny menyusuri perutku dan mendekati selangkanganku. Dewi merayapi leherku dan mengendus-ngendus di pangkal kupingku. Tangan kiriku menyelusuri belahan buah dada Fenny dan sejalan dengan itu bibirku merambah tonjolan buah dada Dewi yang ternyata lebih besar dan lebih montok dari buah dada Fenny. Kuremas buah dada Fenny dan kuisap buah dada Dewi. Kedua wanita Cina itu bersamaan mengerang dengan suara keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tetap mengisap-isapi buah dada Dewi, tanganku mulai bergerilya ke balik celana dalam keduanya. Bongkahan-bongkahan pantat keduanya yang montok dan padat itu kini menjadi sasaran remasan tanganku. Telapak tanganku terasa empuk menelusuri halus kulit dan montoknya bongkah-bongkah itu. Keduanya menggelinjang ketika jari-jariku nakal menyelusuri belahan pantat yang menggairahkan itu. Keduanya bereaksi menjawab gerak tanganku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana dalamku diperosotkan Fenny sehingga aku telanjang. Sejalan dengan mencuatnya kemaluanku tegak ke atas laksana menara, mulut mungil Fenny langsung menyergapnya. Kemaluanku yang sudah tegang itu berdenyut-denyut dalam mulutnya. Sedotannya sungguh membawa nikmat tidak terkira. Aku menggeram, tetapi geramanku itu tertahan di buah dada Dewi yang menekan kepalaku kuat-kuat ke dadanya. Kedua tanganku dengan cepat menerobosi celana dalam keduanya dan bersarang di kemaluan masing-masing. Tangan kiriku menggerayangi kemaluan Fenny dan tangan kananku sibuk mencari-cari kemaluan Dewi. Ternyata keduanya telah basah oleh lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi mengaduh keras ketika jemariku menerobosi liang nikmatnya itu. Jeritan Fenny tertahan oleh kemaluanku yang telah memenuhi mulutnya. Sambil tangan kirinya terus menekan kepalaku ke arah dadanya, tangan kanannya memerosotkan celana dalamnya sendiri. Fenny menggelinjang-gelinjang ketika tangan kiriku mencopot celana dalamnya. Kini aku bersama kedua wanita cantik itu sudah dalam keadaan bugil penuh tanpa ditutupi sehelai benang pun. Adakah sesuatu yang dapat menghalangi aku untuk menikmati tubuh-tubuh bahenol ini sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ke kamar sekarang”, kataku kepada Fenny dan Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenny melepaskan kulumannya atas kemaluanku. Bertiga kami bangkit dan melangkah ke lantai atas. Kedua wanita itu bergayut di bahuku, Fenny di sebelah kiri dan Dewi di sebelah kanan. Tangan kanan Dewi menggenggam dan mengusap-usap kemaluanku sehingga tetap tegang dan keras. Buah dada keduanya menempeli lengan kiri dan kananku sementara kedua tanganku merayapi bongkah-bongkah pantat keduanya yang montok dan padat. Kedua wanita cantik itu mengikik genit dan seksi. Aku tahu persis, nafsu birahi keduanya telah menggelora, tidak sabar menantikan pemuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar tidur Mei terasa sangat romantis dan berbau wangi. Ruangan berpenyejuk itu terasa sangat lapang. Lampu yang redup membuat suasana semakin indah. Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang. Kemaluanku tegak menjulang dengan gagahnya, menantikan saat-saat mendebarkan, menyatu dengan kedua wanita itu bergantian. Dewi dan Fenny berdiri sejajar mempertontonkan tubuhnya yang molek padat kepadaku. Dewi lebih tinggi dengan buah dada yang lebih besar dan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenny lebih pendek, buah dadanya juga kalah besar dari Dewi, tetapi pantatnya itu! Aduhai! Lebih besar dari pantat Dewi, bahkan lebih besar dari pantat Mei dan Yen. Getaran pantatnya yang besar itu jelas-jelas sangat mengungkit birahiku yang terpendam. Sambil tertawa-tawa keduanya berputar-putar, mempertontonkan kemontokan dan kemolekan tubuh bugil mereka. Kupandang buah dada keduanya yang montok, bongkahan-bongkahan pantat yang bulat, padat dan besar. Rambut kemaluan yang hitam legam itu memberi pemandangan yang sangat indah dan kontras di atas kulit yang putih dan mulus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah puas lihatnya?” tanya Dewi.&lt;br /&gt;“Udah”, jawaku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera kedua wanita itu menerkamku di atas ranjang Mei yang lebar dan empuk itu. Spring bed itu bergetar-getar menahan gempuran keduanya. Jari-jari mungil mereka merambah dan mengelus seluruh bagian tubuhku, sementara bibir-bibir mungil dan basah itu menjelajah seluruh bagian sensitif tubuhku. Tubuh-tubuh bugil bahenol itu menghimpitku dengan ketatnya. Kubiarkan keduanya menjelajahi tubuhku. Sentuhan-sentuhan manis itu sungguh-sungguh membawa rasa nikmat yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi mendekatkan buah dadanya ke wajahku. Mulutku dengan segera menangkap dan mengulum puting buah dadanya yang menegang itu. Ia mengerang keras ketika lidahku mempermainkan putingnya. Sementara itu bibir dan lidah Fenny leluasa menjelajahi sela-sela pahaku. Batang kemaluanku yang sudah sekeras laras senapan itu terasa terpilin-pilih dalam mulutnya. Lidahnya begitu lihai mempermainkan kemaluanku itu. Pantatnya yang bulat lebar itu menjadi sasaran remasan tangan kiriku. Ketika nafsu birahiku semakin menggila dan tak tertahankan lagi, kupikir saatnya untuk menyetubuhi kedua wanita itu. Aku melepaskan diri dan meminta keduanya berbaring berjajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Dewi sudah menelentang dengan mata tertutup. Bibirnya sedikit terbuka dan mendesis-desis. Pahanya telah dibuka lebar-lebar. Kemaluannya merekah merah dan basah oleh cairan vaginanya, dihiasi oleh bulu-bulu hitam lebat di seputarnya. Tangan kirinya berpegangan erat dengan tangan Fenny seakan-akan menimba kekuatan dan dukungan. Dadanya kelihatan bergemuruh oleh denyut jantungnya. Ia terlihat menahan napas. Aku tahu, ia tak sabar menantikan sensasi indah bersatu dengan diriku. Kuarahkan kemaluanku yang sudah menegang dan berkilat-kilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung kemaluanku menguak perlahan-lahan bibir kemaluannya. Ia mendesah nikmat. Lalu perlahan-lahan aku menyuruk masuk. Mulutnya semakin lebar terbuka. Batang kemaluanku yang berkasa itu menerobos dinding-dinding vaginanya yang telah basah berlendir. Ketika separuh batang kemaluanku telah menerobos liang nikmatnya Dewi, aku berhenti sejenak dan membiarkan dia menikmatinya. Kulihat ekspresi wajah Dewi yang menggelinjang kenikmatan. Rambut hitamnya yang terserak di bantal mempertegas ekspresi wajahnya yang putih mulus. Tangannya meremas-remas kain seprei. Dari mulutnya keluar desah-desah nikmat yang menggelora. Aku tersenyum bangga, bisa menikmati tubuh wanita secantik dan semontok Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dengan hati puas menikmati ekspresi penuh kenikmatan wajah Dewi, di saat itulah ciuman bibir Fenny mendarat di belakangku, tepat di atas pantatku. Aku terkejut karena geli. Reaksiku tak terduga. Aku menyodokkan kemaluanku dengan keras ke arah Dewi. Batang kemaluanku yang besar dan panjang itu dengan ganasnya menerobosi lubang surgawi Dewi dan tertanam sepenuhnya di lubang yang sudah basah berlendir itu. Dewi tersentak dan membelalakkan matanya sambil mengerang hebat. Jeritannya keras dan panjang membelah udara malam yang hening itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaoohh..”, erang Dewi penuh kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantatnya dihentak-hentakkan ke atas untuk menerima kemaluanku sepenuhnya. Pahanya yang padat itu membelit pinggangku, sehingga aku sepenuhnya bersatu dengan dirinya. Ia melolong-lolong seperti orang hilang ingatan. Sementara itu jilatan lidah Fenny di seputar bokongku membuat rasa nikmat itu semakin menjadi-jadi. Setelah berhenti sejenak dan memberi kesempatan kepada Dewi untuk menikmati sensasi nikmat ini, aku mulai bergerak. Kemaluanku kugerakkan maju mundur secara berirama. Mula-mula perlahan-lahan, lalu bergerak makin cepat. Tubuh montok Dewi bergetar-getar seirama dengan genjotan kemaluanku. Mulutnya terbuka dan mendesis-desis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat indahnya bibir-bibir mungil merah merekah itu, aku segera mendaratkan bibirku di sana. Kulumat habir bibir-bibir seksi itu. Dewi membalas tak kalah hebatnya. Lidahku terpilin-pilin oleh sedotan mulutnya. Tubuhku mulai berpeluh, menetes dan menyatu dengan keringat Dewi. Pahanya kini dibuka lebar-lebar sehingga aku dapat leluasa menggenjot kemaluannya itu. Kecipak bunyi cairan vaginanya karena sodokan kemaluanku secara berirama menambah panas pertarungan penuh birahi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau keluar..” erang Dewi.&lt;br /&gt;“Ayo, Mas.. Lebih keras! Auu!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat masih ada Fenny yang harus dipuaskan, aku mempercepat gerakanku agar Dewi secepatnya orgasme. Benar! Dalam hitungan dua menit, Dewi menjerit sekeras-kerasnya sambil menghentak-hentakkan pantatnya ke atas. Tubuhnya menggeletar dengan hebas karena didera rasa nikmat yang luar biasa. Jeritannya itu tersekat oleh mulutku. Pahanya ketat membelit pinggangku. Tangannya memelukku seerat-eratnya. Desah puas terdengar dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fenny masih menunggu”, kataku mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengangguk dan melepaskanku. Aku mencabut kemaluanku yang masih tegak keras dan berkilat-kilat karena dilumuri lendir vagina Dewi. Dari kemaluannya kulihat aliran lendir orgasmenya. Dewi tetap berbaring dengan paha terbuka dan mata tertutup. Buah dadanya membusung ke atas, agak memerah karena remasan dan gigitanku. Kemaluannya tetap merekah terbuka dan bergetar-getar, masih harus terbiasa dengan genjotan kemaluanku yang keras dan besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh dan kulihat Fenny menatapku dengan pandangan yang menyiratkan harapan agar nafsunya pun segera dipuaskan. Aku menghampirinya. Ia bergerak dan menyiapkan dirinya untuk disetubuhi. Tak kusangka, ia langsung menungging. Rupanya ia suka doggy style penetration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu, Mas Ardy suka pantatku”, katanya sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;“Ayo, Mas! Fenny udah nggak sabar, nih. Pengen cepat dirudal oleh penismu yang gede itu.”&lt;br /&gt;“Siapa takut!” sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Fenny sudah sangat terangsang, aku tidak menunggu lama-lama. Langsung saja kuarahkan kemaluanku ke arah kemaluannya yang merekah, diapiti oleh kedua bongkahan pantatnya yang montok, padat dan lebar itu. Sungguh pemandangan yang indah dan sangat mengungkit birahi yang terpendam. Pantat yang lebar dan mulus itu pasti menjanjikan kenikmatan yang tak ada duanya. Bulu-bulu kemaluannya yang hitam lebat itu menutupi sedikit liang nikmat Fenny. Kusibak rambut-rambut itu dan tampaklah bibir-bibir vagina yang berwarna merah muda, segar dan basah berlendir. Apa lagi yang dapat menghalangiku menyetubuhi si pantat besar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenny menurunkan kepalanya hingga bertumpu ke bantal. Pantatnya diangkat. Tangannya meremas ujung-ujung bantal itu seakan-akan mencari kekuatan. Nafasnya berdesah tak teratur. Bulu-bulu halus tubuhnya meremang, menantikan saat-saat sensasional ketika kemaluanku ini akan menerobosi lubang surgawinya. Aku merapat. Kuelus-elus kedua belahan pantatnya yang mulus padat itu. Perlahan-lahan jari-jariku mendekati bibir-bibir vaginanya yang telah basah itu. Jariku mempermainkan rambut lebat di seputar lubang itu. Fenny mengerang-erang menahan birahinya yang semakin menggila. Pantatnya bergetar-getar menahan rangsangan tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, Mas”, erang Fenny.&lt;br /&gt;“Udah nggak tahan nih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuarahkan kemaluanku yang masih sangat keras itu ke arah lubang kenikmatan Fenny. Kuletakkan kepala kemaluanku di atas bibir-bibirnya. Fenny mendesah. Kemudian perlahan tapi pasti aku mendorongnya ke depan. Kemaluanku menerobosi &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;lubang nikmat&lt;/a&gt;nya itu. Fenny menjerit kecil sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Sejenak aku berhenti dan membiarkan Fenny menikmatinya. Ketika ia tengah mengerang-erang dan menggelinjang-gelinjang, mendadak aku menyodokkan kemaluanku ke depan dengan cepat dan keras. Dengan lancar batang kemaluanku meluncur ke dalam liang vaginanya. Fenny tersentak dan menjerit keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampunn, Mas!” jerit Fenny.&lt;br /&gt;“Auu..!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itu terdengar telepon berdering. Siapa sih yang nelpon malam-malam begini? Dewi beranjak menerima telepon ini. Sambil terus menggenjoti kemaluan Fenny, aku menangkap pembicaraan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Yen”, kata Dewi.&lt;br /&gt;“Tuh lagi asyik di sana. Fenny sampai menjerit-jerit tuh. Bisa dengar kan? Ya.. Aku sampai orgasme berulang-ulang lho. Mas Ardy memang jagoan deh. Ok.. Aku ke sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi membawa cordless telepon itu ke samping ranjang. Ia mendekatkannya ke kepala Fenny yang menjerit kenikmatan. Rupanya Mei dan Yen ingin mendengarnya juga. Aku terpacu untuk menunjukkan kejantananku. Maka aku mempercepat genjotan kemaluanku di vagina Fenny. Kujambak rambutnya sehingga wajahnya mendongak ke atas. Semakin keras dan cepat genjotanku, semakin keras erangan dan jeritan Fenny. Bunyi hentakan pantatnya semakin memukau. Akhirnya kurasakan lahar sperma di kemaluanku akan memuncrat. Maka aku mempercepat kocokanku, biar Fenny duluan orgasme. Benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aa..h.!” jerit Fenny.&lt;br /&gt;“Aah.. Aku keluar! Aku keluar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi jeritan kerasnya, tubuh Fenny menggeletar hebat didera rasa nikmat orgasme yang tak terkatakan. Punggungnya melengkung ke atas dan mengejang. Hentakkan pantatku membenamkan kemaluanku dalam-dalam ke vagina Fenny. Dinding liang kemaluannya itu terasa menjepit batang kemaluanku, mengiringi muntahan spermaku memenuhi lubang kenikmatannya. Tanganku mencekal pahanya yang padat itu dan menarik erat-erat ke arah kemaluanku, sehingga kemaluanku yang kubanggakan itu terbenam sedalam-dalamnya di kemaluan Fenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punggung Fenny yang padat berisi itu bersimbah peluh. Rambutnya melekat. Ia mencengkam seprei kuat-kuat seakan-akan hendak menimba kekuatan dari sana, menahan deraan rasa nikmat yang melanda sekujur tubuhnya. Rasa nikmat yang sama menjalari tubuhku, diimbangi oleh rasa bangga karena dapat beradu birahi dengan dua wanita Cina yang yang cantik dan bahenol. Kebanggaanku menjadi lebih lengkap karena keduanya sudah meraih orgasme berkat kejantananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah dulu ya, Mbak”, suara Dewi membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;“Fenny udah keluar, tuh! Aku mendingan mandi, deh! Sebentar lagi pasti giliranku.” Rupanya ia mengobrol dengan Mei dan Yen lewat telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bangga menjalari kepalaku mendengar ucapan Dewi itu. Sambil tetap membiarkan kemaluanku menancap di tubuh Fenny, aku menoleh ke arah Dewi. Aku tersenyum, ia membalasnya. Ia mendekatiku dan mendaratkan bibirnya di bibirku. Kami berpagutan erat sementara tubuh Fenny yang masih menyatu dengan tubuhku terus menggeletar menggapai sisa-sisa kenikmatan. Oh, malam yang teramat indah dan akan kukenang seumur hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh! Nikmatnya!” kata Fenny.&lt;br /&gt;“Aku belum pernah sepuas ini!”&lt;br /&gt;“Aku juga”, sahut Dewi.&lt;br /&gt;“Luar biasa Mas Ardy ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencabut kemaluanku dari kemaluan Fenny. Kuperhatikan liang vaginanya yang dipenuhi spermaku bercampur cairan kemaluannya, menetes jatuh membasahi pahanya. Kami bertiga rebah di atas ranjang. Kedua wanita itu menempel lekat, Dewi di sisi kiriku dan Fenny di sisi kananku. Ciuman hangat mendarat di kedua pipiku. Sekitar lima belas menit kami hanya berbaring diam melemaskan badan, mereguk sisa-sisa kenikmatan dan menghimpun tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mandi, yuk!” ajak Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertiga kami beralih ke kamar mandi. Seperti dengan Mei dan Yen dulu, kamar mandi itu berubah menjadi arena pemuasan nafsu birahi. Dewi dan Fenny memandikanku. Keduanya menyabuniku bukan dengan tangan. Dewi sibuk menyabuni seluruh bagian belakang tubuhku dengan buah dadanya, sementara Fenny menyapu bersih seluruh bagian depan tubuhku dengan pantatnya yang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kamar mandi itu dengan segera dipenuh oleh gelak tawa dan gurauan-gurauan yang membangkitkan birahi. Gesekan-gesekan, rabaan-rabaan dan remasan-remasan tak ayal lagi merangsang nafsu terpendam. Ketika ledakan-ledakan nafsu itu tidak tertahankan lagi, jalan satu-satunya ialah menyetubuhi kedua wanita itu bergiliran. Maka dinding-dinding kamar mandi itu pun menjadi saksi bisu aku beradu nafsu syahwat dengan Fenny dan Dewi.&lt;br /&gt;Fenny minta disetubuhi duluan. Aku duduk di tepi bathtub dengan kemaluanku mengacung tegak ke atas. Dewi merangkulku dari belakang sehingga buah dadanya yang padat itu menempel erat di punggungku. Fenny mengangkangkan pahanya dan mendekatiku dari depan, siap-siap untuk disetubuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Ardy pasti bangga ya, dilayani oleh dua cewek bahenol”, kata Fenny tersenyum.&lt;br /&gt;“Jelas dong”, sahutku.&lt;br /&gt;“Bayangkan! Dua cewek Cina, putih mulus, cantik dan bahenol, dapat kusetubuhi bergantian dalam semalam.”&lt;br /&gt;“Apa yang paling Mas Ardy suka”, sahut Dewi.&lt;br /&gt;“Aku dan Fenny kan sama saja dengan wanita-wanita yang lain.”&lt;br /&gt;“Oh, jelas beda” jawabku.&lt;br /&gt;“Aku suka wanita yang bahenol dengan buah dada dan pantat yang besar. Jelas, kalian berdua masuk dalam kriteriaku. Yang kedua, aku terobsesi untuk bersetubuh dengan wanita-wanita Tionghoa. Putih, mulus dan halus. Awalnya sih pingin tau aja, senikmat apa sih bersetubuh dengan wanita-wanita Cina. Eh, ternyata luar biasa nikmatnya. Jadinya ketagihan”&lt;br /&gt;“Ah, Mas Ardy aja ada”, kata Fenny mencubit lenganku.&lt;br /&gt;“Kita akan saling memuaskan”, kata Dewi.&lt;br /&gt;“Mas Ardy membutuhkan tubuh kami sedang kami membutuhkan kejantananmu.”&lt;br /&gt;“Hahaa..” bertiga kami tertawa bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenny yang sudah duduk di pahaku merapatkan tubuhnya. Kemaluanku yang sudah tegak tanpa halangan langsung menembus kemaluannya, bersarang sedalam-dalamnya. Ia segera menggoyang pantatnya dengan liar sambil melenguh-lenguh nikmat. Kedua buah dadanya diarahkan ke mulutku. Dengan buas kuterkam keduah buah dada yang bergoyang-goyang itu. Fenny mengerang keras. Nafsunya semakin melonjak mendekati orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia semakin liar. Kepalaku ditekan keras-keras ke dadanya sehingga terbenam di buah dadanya yang empuk. Sementara itu, Dewi juga terus menekan-nekan dadanya ke arah punggungku. Jadinya dua pasang buah dada sungguh memanjakanku. Huu.. Seru! Fenny yang sudah terangsang hebat cepat sekali mencapai orgasmenya. Badannya mengejang-ngejang diiringi erangan kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auu.. Mas!” jerit Fenny seraya mengerkah bahuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeritan kenikmatannya tersekat di sana. Untuk beberapa saat kami terdiam. Ia memelukku erat-erat menggapai kekuatan menahan deraan kenikmatan yang menerpa tubuhnya. Perlahan ia melepaskan tubuhku dan dengan lemas mencebur ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang giliranku, Mas”, kata Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia langsung berdiri dan bersandar ke wastafel dan menaikkan pantatnya, siap menerima batang kejantananku dalam doggy style penetration. Sejenak aku menikmati bayangan indah di cermin. Rambut Dewi yang panjang dan awut-awutan itu menggantung. Matanya tertutup sambil agak menengadah. Bibirnya yang merah mungil itu agak terbuka, menghiasi wajahnya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah itu jelas memancarkan gelora birahi yang menggila dan butuh pemuasan. Buah dadanya yang ranum besar itu menggelantung dengan indahnya, bergerak naik turun seirama nafasnya yang memburu. Tangannya bertumpu pada tepi wastafel. Pahanya sudah membuka lebar, memperlihatkan celah kemaluannya yang seperti berteriak tak sabar. Rambut kemaluannya yang basah itu melekat di pinggir mulut gua gelap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekatinya. Tanganku menyapu lembut kulit pantatnya yang mulus tapi padat. Dari bayangan cermin kulihat Dewi menggigit bibirnya dan menahan napas, tak sabar menanti penetrasi batang kejantananku. Tanganku melingkari kedua pahanya lalu kuarahkan kemaluanku ke lubang kenikmatannya. Perlahan-lahan ujung kemaluanku yang melebar dan berwarna merah mengkilap itu menerobosi kemaluannya. Dewi mendongak dan dari mulutnya terdengar desisan liar. Sejenak aku berhenti dan membiarkan ia menikmatinya lalu mendadak aku menghentakkan pantatku keras ke depan. Sehingga terbenamlah seluruh batang kejantananku di liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aacchh..!!”, Dewi mengerang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjambak rambutnya sehingga wajah yang cantik itu mendongak ke atas. Sambil terus menggenjot kemaluannya, aku menikmati perubahan mimik wajahnya menahan rasa nikmat yang bergelora dan menjalari seluruh tubuhnya. Wajahnya yang memerah itu dialiri butiran-butiran keringat. Kedua buah dadanya berguncang-guncang seirama dengan gerakan keluar masuk kemaluanku di liang nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi kecipak cairan vaginanya terdengar merdu berirama, diiringi desahan dan lenguhan yang terus menerus keluar dari mulutnya yang mungil. Melihat itu aku semakin bernafsu. Aku mempercepat gerakan pantatku. Kemaluanku terasa semakin membesar dan memanjang. Erangan dan lenguhan Dewi berubah menjadi jeritan histeris penuh birahi yang meledak-ledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oohh..! Lebih keras!” jerit Dewi.&lt;br /&gt;“Ayo, cepat. Cepat. Lebih keras lagii!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringatku deras menetesi pungguh dan dadaku. Wajahku pun telah basah oleh keringat. Rambut Dewi semakin keras kusentak. Kepalanya semakin mendongak. Dan dengan satu sentakan keras, aku membenamkan kemaluanku sedalam-dalamnya. Dewi menjerit karena orgasme yang menggelora. Kusentakkan tubuh Dewi ke atas. Kedua tanganku menggapai kedua buah dadanya dan meremas-remas dengan penuh nafsu. Ia pun menghentakkan pantatnya ke belakang agar lebih penuh menerima batang kemaluanku. Pantatnya bergetar hebat. Aku menggeram seperti singa lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itulah kurasakan spermaku menyemprot dengan derasnya ke dalam rahim Dewi. Rasanya tak ada habis-habisnya. Dinding-dinding vagina Dewi menjepit kemaluanku. Rasanya seperti terpilin-pilin. Tangan Dewi melemah dan ia pun merebahkan dirinya di atas keramik lebar samping wastafel. Aku pun rubuh menindih tubuhnya. Beberapa lama kami diam di tempat dengan kelamin yang tetap bersatu sepenuhnya, menggeletar dan mengejang, mereguk segala kenikmatan yang hanya dapat ditemukan dalam persetubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah waktunya mandi, Mas, Mbak Dewi”, kata-kata Fenny menyadarkan kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membimbing Dewi yang masih lemas didera rasa nikmat orgasmenya. Bertiga kami berendam di dalam bathtub mewah dalam kamar mandi Mei yang lapang ini. Dengan penuh kelembutan keduanya memandikanku, membersihkan seluruh peluh yang melekat di badanku, mencuci bersih kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Yen. Dewi dan Fenny tidak mengecewakan. Malah harus kuakui, permainan seks kedua wanita ini jauh lebih menggairahkan. Menikmati tubuh keduanya saja sudah begini menyenangkan. Bagaimana kalau mereka berempat, Mei dan Yen serta Dewi dan Fenny bersama-sama melayani dalam semalam? Sesudah malam ini, hari-hari selanjutnya pasti akan sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai mendapat durian runtuh, demikian kata pepatah lama. Bagaimana tidak. Empat wanita Cina yang cantik bermata sipit dengan tubuh yang montok dan bahenol siap aku setubuhi kapan saja. Ooh, betapa beruntungnya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mikiran apa, ayo”, kata Fenny membuyarkan lamunanku. Ia tersenyum.&lt;br /&gt;“Aku berpikir, gimana rasanya kalau dalam semalam aku menyetubuhi kalian berdua serta Mei dan Yen bergantian ya?” kataku.&lt;br /&gt;“Ih maunya”, sahut Fenny.&lt;br /&gt;“Itu bisa saja, Mas”, sahut Dewi sambil menyiramkan air hangat ke bahuku.&lt;br /&gt;“Mei dan Yen udah berencana kok. Pasti kita akan main berlima. Aku yakin, Mas Ardy tidak keberatan. Ya kan?”&lt;br /&gt;“Siapa yang nolak”, sahutku.&lt;br /&gt;“Apalagi dilayani oleh empat wanita Cina yang cantik-cantik dan montok-montok ini.”&lt;br /&gt;“Itulah manfaatnya mempunyai sahabat”, sahut Fenny.&lt;br /&gt;“Bisa berbagi suka dan duka.”&lt;br /&gt;“Benar kata Fenny”, timpal Dewi.&lt;br /&gt;“Kami semua mapan secara ekonomis. Begitu juga karier. Selama ini kami tidak pernah merasa perlu berbagi kegembiraan. Sekarang semua itu terjadi, berkat bantuan Mas Ardy. Karena di sini kami berempat telah berbagi kenikmatan!”&lt;br /&gt;“Jadi inikah makna persabahatan itu?” tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun jawabannya aku tidak peduli. Malam itu sungguh menjadi malam yang tak terlupakan. Kami bersetubuh sampai pagi, sama-sama tidak menyia-nyiakan kesempatan membagi rasa nikmat hubungan kelamin satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, Mei dan Yen kembali. Setelah menyelesaikan ronde terakhir persetubuhan pagi itu, kami bertiga bergabung dengan Mei dan Yen menikmati sarapan pagi. Wajah Dewi dan Fenny terlihat sayu karena kurang tidur tetapi jelas berbinar-binar karena kepuasan yang telah mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kho Ardy”, kata Yen.&lt;br /&gt;“Benarkan kataku kalau aku ini sahabat sejati. Sesuatu yang indah dan nikmat itu kalau dibagi-bagi akan menjadi lebih indah dan nikmat.”&lt;br /&gt;“Betul kata Yen”, tambah Mei.&lt;br /&gt;“Tapi malam ini milik aku dan Yen, kan?&lt;br /&gt;“Tentu”, sahutku pendek sambil menyeruput kopiku.&lt;br /&gt;“Pokoknya mulai sekarang, kapan saya Mas Ardy pengen, kami pasti bersedia”, tambah Fenny.&lt;br /&gt;“Kecuali kalau lagi menstruasi tentunya. He.. He.. He..”&lt;br /&gt;“Gimana Dewi?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Aku setuju”, sahut Dewi.&lt;br /&gt;“Sahabat sejati selalu memberikan yang terbaik kepada para sahabatnya. Kami berempat adalah teman-teman lama. Kini menjadi berlima bersama Mas Ardy. Orang lain saling membagi harta dan ceritera. Kita saling membagi rasa nikmat hubungan kelamin. Kami berempat ini milikmu. Gimana?”&lt;br /&gt;“Setujuu..!!” sahut Mei, Yen dan Fenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum bangga. Mataku menatap langit-langit diiringi derai tawa keempat wanita cantik nan bahenol itu. Ada makna baru persahabatan bagiku sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7001060989237473382?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7001060989237473382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/12/daun-muda-yang-menggairahkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7001060989237473382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7001060989237473382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/12/daun-muda-yang-menggairahkan.html' title='Daun Muda Yang Menggairahkan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-3067955162077912337</id><published>2009-11-17T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T22:53:18.799-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Anak SMP dan Mamanya Yang Pingin Dientot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/search/label/Cerita%20Panas"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/a&gt; - Pada tahun baru yang lalu aku berkenalan sama cewek yang namanya Angelina yang biasa dipanggil Angel. Angel adalah cewek yang masih duduk kelas 2 SMP dengan tinggi 165 cm, dan dengan dada yang tak terlalu besar tetapi kencang dan mancung ke depan kira-kira 34, kulit putih, dengan pantat yang sexy. Yang pasti setiap cowok yang melihatnya akan menelan ludah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kami berawal ketika malam itu Angel mengajakku untuk menginap dirumah tante Susan adik dari ibunya. Malam itu memang cukup dingin, lalu kupinjamkan jaketku untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai kaos merah dan rok mini warna hitam. Menurutku Angel sungguh sexy sekali malam itu, dia memakai kaos merah tanpa lengan, dan bra putih yang semakin menunjukkan kemolekkan dari tubuhnya. Dan rambut panjangnya yang terawat dibiarkan tergerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan entah kenapa dia langsung mengajukku ke kamar, terus Angel bilang&lt;br /&gt;“Wa,” panggilan namaku Dewa.&lt;br /&gt;“Apa,” kataku&lt;br /&gt;“Kita ke kamarku aja yah,” sambil dia menarik tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamarnya sungguh rapi, ya, maklum kamar cewek. Singkat cerita dia, bercerita padaku bahwa dia baru saja memutuskan pacarnya karena mendua. Dia menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya, Angel tak menolaknya. Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia tampak cantik dan sexy sekali malam ini. Angel tersenyum dan menatapku dalam, lalu memejamkan matanya. Kucium bibirnya, yang hangat, dia menerimanya. Kucium dia dengan lebih galak dan dia membalasnya dengan lebih ganas lagi, lalu tangannya merangkul pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berciuman dengan cukup ganas lalu aku turun ke lehernya, Angel pun mendesah,&lt;br /&gt;“Aaahh.. Wa..”&lt;br /&gt;Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yang montok. Angel mendesah lagi,&lt;br /&gt;“Wa.. Terus.. Remas yah..”&lt;br /&gt;Dan menjambak rambutku.&lt;br /&gt;“Angel sayang kita kan baru kenal, kok kamu langsung..?”&lt;br /&gt;“Langsung apa yoo..? Nafsu maksud kamu?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Iya..” Kataku.&lt;br /&gt;“Mas..” Dia memanggilku seperti itu tidak lagi manggil namaku,&lt;br /&gt;“Iya ada apa Angel cantik?” pujiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat kulepaskan dia. Angel sudah terangsang banget, kulucuti pakaiannya, kaosnya kulepas, sekalian bra-nya, tapi dia tidak marah dan diam saja, tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku, dengan puting merah coklat yang telah mengeras. Kubasahi dengan ludahku lalu kucium dan menjilatnya, dia hanya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Kulanjutkan melucuti celananya, dia memakai CD putih yang transparan sehingga tampak sebagian rambut kemaluannya yang lembab dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jembutnya tidak terlalu lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir kemaluannya besih. Dan vaginanya tampak kencang dengan clitoris yang cukup besar dan mulai basah. Serta montok di bagian bibir vaginanya. Kupangku dia dan mulai menciuminya lagi, dan sapuan lidahku mulai kukonsentrasikan di puntingnya, kujilati, kutekan bahkan kugigit kecil dengan gigiku, Angel menggelinjang keasikkan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kananku mulai memainkan clitorisnya, dan ternyata sudah banjir, kugesek klitorisnya dengan jari tengahku, perlahan-lahan tapi pasti, desahan dan lenguhannya semakin sering kudengar. Seirama dengan sapuan lidahku di puntingnya, Angel makin terangsang hebat, dia bahkan menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke payudaranya,&lt;br /&gt;“Mas, enak.. Banget.. Enak.. Terus emut payudara aku Mas sayang?”&lt;br /&gt;Beberapa menit, badannya mulai mengejang dan&lt;br /&gt;“Mas.. Angel.. Mau.. Keluaarr.. Nih..!” Sambil berteriak Angel orgasme, denyutan vagina kurasakan di tangan kananku semakin bergetar sekali. Angel kemudian berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang giliran Mas, akan aku buat Mas jadi ketagihan” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celanaku langsung dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring. Salah satu tangannya memegang penisku dan yang lain memegang zakarnya, dia mengelus-ngelusnya dengan lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmmhh.. Ooohh.. Baaguuss.. Angel,” desahku.&lt;br /&gt;“Enak ya, Mas?”&lt;br /&gt;Akupun mengangguk.&lt;br /&gt;“Kamu hebat sekali sayang”, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angel mulai menciumi penisku dan mengelus zakarnya, dan mengemutnya dan mengocoknya dengan mulutnya. Kocokannya sungguh nikmat. Kupegang kepalanya, kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya saat turun. Sesaat kemudian dia berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waah, penismu lumayan besar dan panjang yach, keras lagi, aku makin terangsang nich.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69,&lt;br /&gt;“Apa tuh 69..?” katanya.&lt;br /&gt;“Sini aku ajarin deh,” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia mau. Vaginanya yang banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang, sedang Angel sudah mengocok penisku. Saat itu aku baru menikmati vagina seorang cewek, aku mulai menjilati vaginanya, harum sekali dan bau cairan vagina, dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia berteriak saat kuhisap vaginanya keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas.. Aku suka banget, terus.. Jilat dan hisap klitorisku”, dia menjerit dan aku tahu kalau dia lagi klimaks karena vaginanya sedang kujilat dan saat itulah saat pertama aku rasakan cairan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas.. Sudah cepetan masukin penis Mas ke vagina Angel, aku sudah enggak tahan lagi ingin dientot, ceracaunya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai melakukan gaya dog style dan aku mulai memasukkan penisku ke pantatnya yang besar dan menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama, tapi aku masukin ke vaginanya, karena dia bilang gitu. Kemudian, aku bosan dengan gaya itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku dan aku mulai memasukkan penisku ke dalam vaginanya yang ternyata sudah basah lagi, perlahan kumasukkan, terasa sekali denyutan vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaginanya agak susah kumasuki, setelah penisku masuk kira-kira setengah, ada sedikit darah mengalir, ternyata dia perawan batinku, kubisiki dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lin, sebentar lagi kamu akan merasakan kenikmatan yang sesunguhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kugoyang penisku, maju mundur, rintihan kesakitan berubah menjadi desahan kenikmatan, aku lihat Angel merem melek merasakan kenikmatan yang tiada taranya,&lt;br /&gt;“Lin.. kenapa, kok kamu menangis?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Enggak kok, Mas aku saking nikmatnya hingga air mataku tak terasa mengalir”.&lt;br /&gt;“Ooo..?”&lt;br /&gt;Sambil aku kocok terus vaginanya, dia bilang,&lt;br /&gt;“Mas mau kan ngentot vaginaku, kalau lagi gatel..?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Mau sayang,” jawabku, terus dia tersenyum sambil dia mendesah keras karena sodokanku yang makin cepat. Saat aku berada di atas Angel, kujilati dan kukecup payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang lagi, aku mulai menekannya dengan nafsu dan tentunya penisku sudah masuk ke dalam vaginanya yang sangat nikmat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh nikmat sekali rasanya”, dia juga menjerit.&lt;br /&gt;“Ssshh.. Oohh.. Yeess..”&lt;br /&gt;“Mas.. Rasanya vagina Angel ketagihan nih.. penis Mas?” sama Angel sayang aku juga.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, dia memelukku kuat-kuat dan aku bingung tapi aku juga mengalami perasaan yang aneh karena sepertinya ada yang mau keluar dari kemaluanku,&lt;br /&gt;“Dewa.. Aku mauu keluaarr” dan aku juga menjawabnya.&lt;br /&gt;“Lin.. Kayaknya akuu jugaa maauu.. Keluuaarr..”&lt;br /&gt;Badanku dan Angel sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang keluar dari penisku ke dalam vaginanya dan aku juga merasa ada yang membasahi penisku dengan amat sangat.&lt;br /&gt;“Ooohh.. Aarrgghh.. Enak banget sayang,” eranganku ketika orgasme.&lt;br /&gt;“Sama Mas.. Aku nikmat sekalii..” jawabnya setelah itu.&lt;br /&gt;Angel terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yang kecilnya. Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan dia pun tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku nggak mau mengganggu dia, aku keluar dari kamarnya dan kulihat di ruang tengah, ada seorang wanita kira-kira 29 tahunan sedang mengusap-usap clitorisnya sambil menonton VCD dan aku menghampirinya dan dia berbicara kepadaku.&lt;br /&gt;“Ayoo.. Kamu ngapain tuh keponakanku itu..?”&lt;br /&gt;Terus aku berkata ke dia,&lt;br /&gt;“Tante.. Kemari dech aku mau bilang sesuatu!”&lt;br /&gt;Dia mengikutiku, Tantenya Angel hanya memakai kaos dan rok mini.&lt;br /&gt;“Ada apaan sih!” katanya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak omong kudekati vaginanya yang sudah basah, pikirku ini adalah kesempatan. Kuelus vaginanya perlahan, dan kucium bibirnya, tanpa penolakan, lalu desahan yang kudengar.&lt;br /&gt;“Enaak.. Dik, siapa namamu..?” tanyanya&lt;br /&gt;“Dewa..” jawabku.&lt;br /&gt;“Ohh.. Dewa please!! Puasin.. Tante.. Sayang malam.. Ini,” sambil mendesah dan melenguh.&lt;br /&gt;“Iya pasti dong tante, masa vagina keponakan tante saja yang ngerasain penisku, vagina ini juga inginkan?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Yah sudah sekarang kamu entot vagina tante yah sampai puas, please.. yah sayang? aku sudah lama vaginaku enggak ngerasian penis lagi,” sambil terus mengocok penisku, karena aku sudah entotan sama Angel tadi masih bugil. Beberapa menit kemudian kulepaskan dia dari belaianku, kulucuti pakaiannya, kondisi badannya sama dengan Angel, hanya saja payudaranya sedikit lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugandeng dia ke kamarnya Angel, ternyata dia sudah terbangun, dan sedang membersihkan vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah bangun, Angel,” dia menjawabnya dengan senyuman manisnya.&lt;br /&gt;“Penis Temanmu ini kupakai dulu ya, vagina tante sudah gatel banget,” tantenya berkata.&lt;br /&gt;“Silahkan Tante, enak banget lo..penisnya, akukan tadi sudah dientotnya?” kata Angel.&lt;br /&gt;“Kamu bandel banget yah, masih SMP sudah ngerasain entotan.&lt;br /&gt;“Tante Susan jangan bilangin ibu yah?” katanya lagi.&lt;br /&gt;“Oke!! Asal kalau kamu mau ngentot lagi ajak tante yah?” balasnya.&lt;br /&gt;“Iyah tante”. Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angel pun langsung keluar, rupanya dia takut mengganggu tantenya yang akan kuentot. Kubaringkan dia, kutabrak vaginanya dengan penisku, ternyata sedikit lebih mudah, karena dia sudah tidak perawan pikirku tetapi masih cukup kencang. Kumulai gerakan penisku, dan kucium lagi bibirnya, dan kunikmati payudaranya. Kami saling bersahutan merasakan kenikmatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kemudian aku mulai menghisap dan menjilat vaginanya dan clitorisnya sampai dia benar-benar mau klimaks dan setelah dia bilang dia mau klimaks, kumasukan penisku ke dalam vaginanya lagi dan bless. Setelah beberapa lama, aku sepertinya mau keluar dan karena aku nggak bisa tahan kenikmatan ini makanya aku langsung saja,&lt;br /&gt;“Croott.. Crott..”&lt;br /&gt;Sampai beberapa kali dan setelah aku selesai, Tantenya Angel gantian memelukku dengan eratnya dan dia berteriak,&lt;br /&gt;“Aaakh.. Aku keeluarr oohh”, dia bergetar hebat dan setelah itu dia mencium bibirku dan melumat habis bibirku,&lt;br /&gt;“Terima kasih ya sayang kamu telah muasin tante.. Kapan kapan kita entotan lagi yah? Rasanya vaginaku jadi ketagihan sama penis kamu, gimana?” tanyanya lagi mempertegas.&lt;br /&gt;“Baik Tante, aku akan selalu mengentot Tante,” jawabku dan setelah dia kecapaian aku tidur bersamanya dan paginya aku, tante Susan dan keponakannya Angel, kami pun entotan lagi. Aku sangat beruntung, sekali ngentot dapat dua vagina sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-3067955162077912337?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/3067955162077912337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/anak-smp-dan-mamanya-yang-pingin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3067955162077912337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3067955162077912337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/anak-smp-dan-mamanya-yang-pingin.html' title='Anak SMP dan Mamanya Yang Pingin Dientot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7257163693204347435</id><published>2009-11-17T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T22:48:16.511-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Gadis Berjilbab Lagi ML</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SwOYl6B6C_I/AAAAAAAAByk/TgMG14tU2u4/s1600/gadisberjilbab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SwOYl6B6C_I/AAAAAAAAByk/TgMG14tU2u4/s320/gadisberjilbab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405331754774563826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Gadis Berjilbab &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Bokep 3GP&lt;/a&gt; nya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/211407314/Jilbab_Pink_Mantabh_lah.3gp"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;img hidden="true" style="border: medium none ; position: absolute; z-index: 2147483647; opacity: 0.6; display: none;" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABgAAAAYCAYAAADgdz34AAADsElEQVR4nK2VTW9VVRSGn33OPgWpYLARbKWhQlCHTogoSkjEkQwclEQcNJEwlfgD/AM6NBo1xjhx5LyJ0cYEDHGkJqhtBGKUpm3SFii3vb2956wPB/t+9raEgSs52fuus89613rftdcNH8/c9q9++oe/Vzb5P+3McyNcfm2CcPj9af9w6gwjTwzvethx3Bx3x8xwd1wNM8dMcTNUHTfFLPnX6nVmZpeIYwf3cWD/PhbrvlPkblAzVFurKS6GmmGqqComaS+qmBoTI0Ncu3mXuGvWnrJ+ZSxweDgnkHf8ndVTdbiT3M7cQp2Z31dRTecHAfqydp4ejhwazh6Zezfnu98E1WIQwB3crEuJ2Y45PBTAQUVR9X4At66AppoEVO1Q8sgAOKJJjw6Am6OquDmvHskZ3R87gW+vlHz98zpmiqphkkRVbQtsfPTOC30lJKFbFTgp83bWh7Zx/uX1B6w3hI3NkkZTqEpBRDBRzG2AQHcwcYwEkOGkTERREbLQ/8HxJwuW7zdYrzfZ2iopy4qqEspKaDYravVm33k1R91Q69FA1VBRzFIVvXbx5AgXT44A8MWP81yfu0utIR2aVK3vfCnGrcUNxp8a7gKYKiLCvY2SUvo/aNtnM3e49ucK9S3p0aDdaT0UAVsKi2tVi6IWwNL9JvdqTdihaz79/l+u/rHMxmaJVMLkS2OoKKLWacdeE3IsSxctc2D5Qcl6vUlVVgNt+fkPPcFFmTw1xruvT7SCd7nuVhDQvECzJH90h0azRKoKFRkAmP5lKTWAGRdefoZL554FQNUxB92WvYeA5UN4PtSqwB2phKqsqMpBgAunRhFR3j49zuU3jnX8k6fHEQKXzh1jbmGDuYU6s4t1rt6socUeLLZHhYO2AHSHmzt19ihTZ48O8Hzl/AmunD/BjTvrvPfNX3hWsNpwJCvwYm+ngug4UilSCSq6k8YPtxDwfA+WRawIWFbgscDiULcCEaWqBFOlrLazurupOSHLqGnEKJAY8TwBEHumqUirAjNm52vEPPRV4p01XXMPAQhUBjcWm9QZwijwokgAeYHlHYA06KR1cT6ZvoV56pDUJQEjw0KeaMgj1hPEY4vz2A4eW0/e1qA7KtQdsxTYAG0H3iG4xyK1Y+xm7XmEPOJZDiENzLi2WZHngeOjj2Pe+sMg4GRYyLAsx7ME4FnsyTD9pr0PEc8zPGRAwKXBkYOPEd96cZRvf11g9MDe7e3R4Z4Q+vyEnn3P4t0XzK/W+ODN5/kPfRLewAJVEQ0AAAAASUVORK5CYII%3D" id="myFxSearchImg" height="24" width="24" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7257163693204347435?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7257163693204347435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/gadis-berjilbab-lagi-ml.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7257163693204347435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7257163693204347435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/gadis-berjilbab-lagi-ml.html' title='Gadis Berjilbab Lagi ML'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SwOYl6B6C_I/AAAAAAAAByk/TgMG14tU2u4/s72-c/gadisberjilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-6013688115013754942</id><published>2009-11-09T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T22:51:00.682-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Ngentot di WC Asyik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SvkNM3XmjCI/AAAAAAAAByY/oZWJeeevFs4/s1600-h/maindiwc3gp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 205px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SvkNM3XmjCI/AAAAAAAAByY/oZWJeeevFs4/s320/maindiwc3gp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402363742680157218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download filenya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/300768082/keusilan_anak_kos_dan_bercinta_di_WC.rar"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-6013688115013754942?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/6013688115013754942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/ngentot-di-wc-asyik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6013688115013754942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6013688115013754942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/ngentot-di-wc-asyik.html' title='Ngentot di WC Asyik'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SvkNM3XmjCI/AAAAAAAAByY/oZWJeeevFs4/s72-c/maindiwc3gp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7615542058972805660</id><published>2009-11-09T22:42:00.001-08:00</published><updated>2009-11-09T22:44:35.691-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesta Seks'/><title type='text'>Memuaskan Birahi Sekeluarga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kejadian ini berawal dipertengahan bulan Mei yang lalu, kurang lebih setelah peristiwa yang tidak aku sangka-sangka. Cobalah baca “Tahun Baru yang Indah”. Dan sekarang terjadi lagi yang aku sangat tidak diduga sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,&lt;br /&gt;“Hey.. kok.. melamun?” katanya.&lt;br /&gt;Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.&lt;br /&gt;“Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab,&lt;br /&gt;“Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?”&lt;br /&gt;“Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?”&lt;br /&gt;“Kemana Tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,&lt;br /&gt;“Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30.&lt;br /&gt;“Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny.&lt;br /&gt;Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya.&lt;br /&gt;“Mrmangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran.&lt;br /&gt;“Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,” begitu timbalnya.&lt;br /&gt;“Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon,&lt;br /&gt;“Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi&lt;br /&gt;“Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari-nari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku.&lt;br /&gt;“Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata Tante Mey.&lt;br /&gt;Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?”&lt;br /&gt;Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya.&lt;br /&gt;“Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?”&lt;br /&gt;Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.&lt;br /&gt;“Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta?” Tante Mey meringis memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..&lt;br /&gt;“Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?”&lt;br /&gt;“Kenapa Tante?”&lt;br /&gt;“Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?”&lt;br /&gt;“Ooohh..?” jawabku.&lt;br /&gt;“Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya.&lt;br /&gt;Selang beberapa menit,&lt;br /&gt;“Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?”&lt;br /&gt;“Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit.&lt;br /&gt;“Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah.&lt;br /&gt;“Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?” timbalku.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?”&lt;br /&gt;“Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?”&lt;br /&gt;Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.&lt;br /&gt;“Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?”&lt;br /&gt;“Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?”&lt;br /&gt;Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..&lt;br /&gt;“Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny,&lt;br /&gt;“Ada apa Mbak?” tanyaku.&lt;br /&gt;Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk-nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata,&lt;br /&gt;“Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..”&lt;br /&gt;Dia mempertegas, “Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak,” sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya.&lt;br /&gt;“Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku,” jawabku vulgar.&lt;br /&gt;“Kita entotannya dilantai karpet aja yah?” kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, “Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang,” dia mempertegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess..&lt;br /&gt;“Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?” erangnya.&lt;br /&gt;“Sakit Mbak?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?”&lt;br /&gt;Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..?&lt;br /&gt;“Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?” sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar-benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya.&lt;br /&gt;“Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara.&lt;br /&gt;“Iiihh.. Kakak lagi ngapain?” mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata,&lt;br /&gt;“Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..?”&lt;br /&gt;“Ii.. ittuu.. ada..?”&lt;br /&gt;“Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara,&lt;br /&gt;“Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!”&lt;br /&gt;Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat. “Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?” kata Mbak Hanny.&lt;br /&gt;“Kak aku ingin ngerasain dientot yah?” tanya Shelly sama kakaknya.&lt;br /&gt;“Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain penisnya Mas Dewa,” timbal poppy.&lt;br /&gt;“Iyah kan Kak?” tanya poppy pada Shelly.&lt;br /&gt;“Iyah nih.. Gimana sih..?” timbal Shelly.&lt;br /&gt;“Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?” terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya.&lt;br /&gt;“Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?”&lt;br /&gt;“Sini jangan ribut..” kata Kakaknya lagi, “Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagian adikku manis” Tanya kakaknya.&lt;br /&gt;“Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah.. tuhh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar-kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan.&lt;br /&gt;“Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan Mbak Hanny.&lt;br /&gt;“Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi.&lt;br /&gt;“Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?” tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih sayang.&lt;br /&gt;“Mau sekali Kak..?” jawabnya.&lt;br /&gt;“Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?” jawab polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless.. Bbleess..&lt;br /&gt;“Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?” sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah.&lt;br /&gt;“Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?”&lt;br /&gt;Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya.&lt;br /&gt;“Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?” katanya.&lt;br /&gt;“Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?” tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya.&lt;br /&gt;“Enak.. sekali.. Kak Dewa..”&lt;br /&gt;“Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?” lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott..&lt;br /&gt;“Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh..” eranganya.&lt;br /&gt;Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar-benar menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementara aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny.&lt;br /&gt;“Sudah dong kak..?” kataku pada Mbak Hanny.&lt;br /&gt;“Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama penisku ini?” kataku lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?” kata Poppy.&lt;br /&gt;“Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?” katanya memohon agar Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang sudah seger lagi.&lt;br /&gt;“Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding kakak-kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali.”&lt;br /&gt;“Bleess.. Bless.. Bleess..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh..” Poppy menjerit lagi setiap aku mau memasukkan lagi penisku.&lt;br /&gt;“Sakit yah?” tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya.&lt;br /&gt;“Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy rasanya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut,” katanya.&lt;br /&gt;Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya.&lt;br /&gt;“Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah..” ceracaunya.&lt;br /&gt;Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya.&lt;br /&gt;“Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha.. muasin vaginanya dik.. Poppy.. Yah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar dia berkata,&lt;br /&gt;“Aku mau keluar nih?”&lt;br /&gt;“Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah..”&lt;br /&gt;Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan dan..&lt;br /&gt;Crott.. Croott..&lt;br /&gt;“Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..?” eranganya.&lt;br /&gt;“Makasih.. Yah kak..?” sambil dia tersenyum.&lt;br /&gt;“Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget sih.”&lt;br /&gt;“Aku mau keluar nih, dimana sayang?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin ngerasain.. Gimana di siram air mani penis..”&lt;br /&gt;Ccrroott.. Crroott.. Crott..&lt;br /&gt;Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi dan Tante-Tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7615542058972805660?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7615542058972805660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/memuaskan-birahi-sekeluarga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7615542058972805660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7615542058972805660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/memuaskan-birahi-sekeluarga.html' title='Memuaskan Birahi Sekeluarga'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-4139865750007017864</id><published>2009-11-01T19:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T19:25:15.661-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Gigolo Langganan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt; Namaku dedi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung. Aku akan menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam semalam. Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Mira (bukan nama asli), dia seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik, putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan tionghoa. Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP Tante Mira.&lt;br /&gt;“Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya.&lt;br /&gt;“Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku.&lt;br /&gt;“Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya.&lt;br /&gt;“Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya.&lt;br /&gt;“Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.&lt;br /&gt;“Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya.&lt;br /&gt;“Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan membawa teman relasinya. Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu mobil Tante Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku mengunci seluruh pintu rumah dan jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun langsung masuk ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk mobil pun bergerak maju menuju tujuan. Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Meri 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Mereka adalah relasi bisnis Tante Mira dari Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya di kawasan Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku. Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, aku membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu. Tante Lisa langsung bicara kepadaku, “Wow.. Ded, kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..” katanya.&lt;br /&gt;“Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.&lt;br /&gt;“Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.&lt;br /&gt;“Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih”, kataku yang langsung disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Meri yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tnganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?” tanyaku.&lt;br /&gt;Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam liang kewanitaannya. Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan, “Akhh.. akhh.. akhh.. terus sayang..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.&lt;br /&gt;“Tante.. Dedi mau keluar nich..” kataku.&lt;br /&gt;“Keluarain di mulut Tante aja”, katanya.&lt;br /&gt;Selang beberapa menit, “Croot.. croot.. crott..” air maniku keluar, muncrat di dalam mulut Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya terlepas, aku mulai mencium dan menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah itu. Aku masih terus memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi. Kini Tante Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya, “Bless.. belss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaannya, dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, “Croot.. crott.. croott..” air maniku muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas. Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesampainya di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam. Lalu mobil masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Mira memanggil penjaga villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira. Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Meri dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan merasakan nikmat yang luar biasa. Kemudian kulihat Tante Meri sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Bless.. bleess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Meri, lalu Tante Meri menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan yang hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan Tante Mira meremas-remas payudara Tante Meri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam kemudian, Tante Meri sudah orgasme dan Tante Meri terkulai lemas dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku. Kini giliran Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleess.. bleess..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Mira. Sama seperti Tante Meri, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan diputar-putar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga, langsung kucabut batang kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Mira, lalu kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar, dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Bless..bleess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa. Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, dan terdengar desahan hebat, “Akhh.. akhh.. akhh.. terus sayang.. enak..” Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang. “Akhh.. akhh..” terdengar lagi desahan Tante Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di liang kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa sudah keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya, “Bless.. bless.. bless..” batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam liang kewanitaannya. Selang beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa, “Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Di dalam aja Sayang..” pintanya.&lt;br /&gt;Kemudian, “Crott.. croott.. croott..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV dekat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-4139865750007017864?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/4139865750007017864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/gigolo-langganan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4139865750007017864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4139865750007017864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/gigolo-langganan.html' title='Gigolo Langganan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7733603391839495727</id><published>2009-11-01T19:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T19:20:34.865-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Skandal Anak SMA Nganjuk 3GP Hot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Su5P4KzP3DI/AAAAAAAABtA/HXaivUXrz1Q/s1600-h/SMAkertosongomesum3gpvideo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Su5P4KzP3DI/AAAAAAAABtA/HXaivUXrz1Q/s320/SMAkertosongomesum3gpvideo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399340829654375474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Bokep 3GP&lt;/a&gt; nya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/298987395/Sma_kertosono_nganjuk.rar"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7733603391839495727?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7733603391839495727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/skandal-anak-sma-nganjuk-3gp-hot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7733603391839495727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7733603391839495727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/11/skandal-anak-sma-nganjuk-3gp-hot.html' title='Skandal Anak SMA Nganjuk 3GP Hot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Su5P4KzP3DI/AAAAAAAABtA/HXaivUXrz1Q/s72-c/SMAkertosongomesum3gpvideo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-3315241526091893663</id><published>2009-10-25T23:04:00.001-07:00</published><updated>2009-10-25T23:04:40.775-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Tante-Tante Kesepian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Masa-masa lulus SMU adalah yang paling menjengkelkan, tidak diterima di perguruan tinggi negeri, kuliah di swasta mahal, mau kerja sulit sekali, teman-teman pada hilang, ada yang kuliah, kerja bahkan kawin. Beruntung sekali hanya 3 bulan aku menganggur, aku disuruh untuk menjaga toko milik Tante Ima, di bilangan Pasar *** (edited), Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena toko milik Tante Ima menjual sembako, maka pembelinya pun kebanyakan ibu-ibu ataupun perempuan. Saya yang bertugas untuk mengambilkan barang-barang seperti beras, gula ya hanya bersikap cuek saja terhadap banyaknya pembeli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut Bu Lina pemilik toko di sebelah tokonya Tanteku, sering datang sore hari setiap toko akan ditutup. Dia biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tanteku, dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tanteku biasanya dijemput oleh suaminya atau anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan Indomie ke pelanggan, aku cepat-cepat balik ke toko. Dan memang toko sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung masuk menuju tempat penyimpanan Indomie. Ternyata aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tanteku dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras sedang dioral kemaluannya oleh Bu Lina. Tanteku sangat menikmati dengan rintihannya yang ditahan-tahan dan tangannya memegang kepala Bu Lina untuk dirapatkan ke selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan memperlihatkan wajah sedikit malu-malu. Tapi tidak sampai lima detik, mereka pun tersenyum dengan penuh arti.&lt;br /&gt;“Kamu belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame, ya kan Bu Lina..?” ucap Tanteku sambil menarik tangan Bu Lina ke arah kedua dadanya yang terbuka.&lt;br /&gt;“Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tanteku lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya. Perlahan aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua langsung meremas selangkanganku.&lt;br /&gt;“Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tanteku manja.&lt;br /&gt;“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat.&lt;br /&gt;“Wah.., hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..!” canda Bu Lina, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku benar-benar telanjang di hadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesaat kemudian aku merasakan kehangatan pada batang kemaluanku. Terdengar srup, srup ahh. Tanteku dan Bu Lina seakan ingin berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal-normal saja.&lt;br /&gt;“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”&lt;br /&gt;“Iya Bu.., ini kontol kok enak banget sih..?”&lt;br /&gt;“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.&lt;br /&gt;Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat mengenai wajah Bu Lina dan Tanteku, dan dengan serta merta Tanteku mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Lina. Dengan buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tanteku, Tanteku hanya menurut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau apa kau Sayang..?” desah Tanteku.&lt;br /&gt;Aku hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu. Kurasakan ketika aku menyedot benda kecil Tanteku, Tanteku selalu menggelinjang dan mengangkat pantatnya, sehingga kadang hidungku ikut mencium benda kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Her.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahh, ehh, aahh..!” ceracau Tanteku.&lt;br /&gt;“Terus Her, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..!” ucap Bu Lina yang memilin dan mengemut puting susu Tante Ima.&lt;br /&gt;“Terus Bu..! Her.., aku mau muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Ima.&lt;br /&gt;Aku pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Ima, “Aghh.., ughh..!” lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari vagina Tante Ima. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu untuk menelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Her, sudah Her.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Lina ya..!” ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang senggamanya.&lt;br /&gt;Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu.&lt;br /&gt;“Bentar Her.., kamu disini dulu ya..!” pinta Bu Lina sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar.&lt;br /&gt;Kemudian Bu Lina masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya. Setelah kira-kira cukup, Bu Lina menelentangkan tubuhnya dan memanggilku, “Ayo sekarang giliran saya dong Her..!” katanya sambil tangannya meremas susunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus, enak rasanya memegang payudara orang dewasa.&lt;br /&gt;“Her.., masukin dong tuh burung kamu ke lubang Lina, ayo dong Her..!” bisiknya lembut.&lt;br /&gt;Aku pun berusaha untuk mengarahkan masuk ke liangnya, tapi dasar memang masih amatir, terasa terpeleset terus.&lt;br /&gt;“Ayo Lina bantu biar nggak salah sasaran..!” ucapnya.&lt;br /&gt;Dan tangannya pun memegang batang kemaluanku dengan lembut dan memberikan kocokan sebentar, dan akhirnya dibimbing masuk ke lubang kenikmatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertama kali kurasakan penisku masuk ke sarangnya. Terasa hangat, lembab, nikmat dan seperti ditarik-tarik dari dalam kamaluan Bu Lina. Secara naluri aku pun mulai menggerakkan pantatku maju mundur secara pelan dan berirama.&lt;br /&gt;“Terus Her.., masukkin lagi yang lebih dalam, ayoo, ughh..!” desah Bu Lina.&lt;br /&gt;Tangan Bu Lina pun telah memegang pantatku dan menekan-nekan supaya doronganku lebih keras, sedangkan kakinya telah melingkar di pinggangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira hanya 10 menit berlalu, Bu Lina menjerit sambil menggaruk punggungku dengan keras, “Ooohh.., aku ngejrot.., Her..! Yeess.., uhh..!”&lt;br /&gt;Kemudian tubuhnya lunglai dan melepaskan kakinya yang melingkar di pinggangku. Aku pun bangkit meninggalkan Bu Lina yang telentang dan tampak dari liang kenikmatannya sangat banyak cairan yang keluar. Kuhampiri Tanteku yang mulai menutup pintu-pintu tokonya. Aku pun turut membantunya untuk mengemasi barang-barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit menunggu jemputan, terdengar telpon berdering. Setelah kuangkat ternyata mobil yang dipakai menjemput dipakai suaminya untuk ngantar tetangga pindahan. Kemudian aku pun menawarkan untuk mengantarkan ke rumah Tanteku dengan Impresa 95 kesayanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam perjalanan, Tante banyak bercerita bahwa hubungan lesbinya dengan Bu Lina sudah 3 tahun, karena Omku suka pulang malam (mabuk-mabukan, judi, nomor buntut, dan sebagainya) sehingga tidak puas bila dicumbu oleh Omku. Sedangkan Bu Lina memang janda karena suaminya minggat dengan wanita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah Tante Ima, suasananya memang sepi karena anaknya kuliah dan Omku sedang mengantar tetangga pindah rumah. Setelah aku angkat-angkat barang ke dalam rumah, aku pun lalu pamitan mau pulang kepada Tanteku. Aku terkejut, ternyata Tanteku bukannya memperbolehkan aku pulang, tetapi malah menarik tanganku menuju kamar Tanteku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Her.., Tante tolong dipuasin lagi ya Yang..!” pintanya sambil memelukku dan menempelkan kedua buah dadanya ke tubuhku.&lt;br /&gt;Aku pun mencium bibirnya yang terbuka dan mengulumnya dengan nafsu, demikian pula Tante Ima. Kemudian dengan dorongan, jatuhlah tubuh kami berdua di kasurnya, dan dengan bersemangat kami saling meraba, menindih, merintih. Hingga akhirnya aku melepaskan maniku ke dalam kemaluan Tanteku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun pamitan pulang dengan mencium bibirnya dan meremas susunya dengan lembut. Kemudian dari laci lemari diambilnya uang seratus ribuan, dan diberikan kepadaku, “Untuk rahasia kita..!” katanya.&lt;br /&gt;Sampai saat ini lebih dari 2 tahun aku bekerja di toko Tanteku, dan hubungan badanku dengan Tante Ima dan Bu Lina masih berlangsung. Dan yang menyenangkan adalah Tanti, anak Bu Lina mau kupacari, dan aku ingin menjadikannya sebagai istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-3315241526091893663?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/3315241526091893663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/tante-tante-kesepian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3315241526091893663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3315241526091893663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/tante-tante-kesepian.html' title='Tante-Tante Kesepian'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-873238421103991846</id><published>2009-10-25T22:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T22:58:02.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>SMU Beraksi Jilat Kontol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SuU6OWvyFOI/AAAAAAAABdk/BWT6KpXr5a4/s1600-h/smujilatkontol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SuU6OWvyFOI/AAAAAAAABdk/BWT6KpXr5a4/s320/smujilatkontol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396783746771981538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Bokep SMU Jilat Kontol Ngentot&lt;/a&gt; filenya &lt;a href="http://www.uploadmb.com/dw.php?id=1255572406"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-873238421103991846?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/873238421103991846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/smu-beraksi-jilat-kontol.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/873238421103991846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/873238421103991846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/smu-beraksi-jilat-kontol.html' title='SMU Beraksi Jilat Kontol'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SuU6OWvyFOI/AAAAAAAABdk/BWT6KpXr5a4/s72-c/smujilatkontol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-9111046034167552326</id><published>2009-10-20T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T20:34:24.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesta Seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Pembantu-Pembantu Binal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt; - Di sebuah rumah di kota P, terdapat laki-laki muda yang masih single. Pria tersebut bernama Bonsa (samaran). Perawakannya ganteng dan berbody atletis, berkulit putih dan memiliki batang kemaluan yang besar dan panjang, dengan panjang 18 cm dan diameter 5 cm. Dia mempunyai libido sex yang tinggi, tidak jarang melakukan onani sampai setiap hari jika sedang bernafsu. Di rumahnya dia ditemani 3 orang pembatu yang masih muda dan seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantunya semua wanita, yang pertama (dari umur), Mirna asal Malang, umurnya 25 tahun, sudah menikah (suaminya tetap di Malang) dan mempunyai dua orang anak. Walau sudah menikah, tubuhnya masih bagus, body seksi dan kulitnya putih susu. Payudaranya masih kencang, berisi, dan montok dengan ukuran 36B. Lubang kemaluannya masih rapat walau sudah pernah melahirkan 2 anak. Kedua, Marni asal Lumajang, status janda tanpa anak (cerai), umur 19 tahun, tubuhnya tinggi sekitar 175 cm. Bodynya seksi, payudaranya berukuran 36B juga tapi sudah menggantung, alat vitalnya bagus dan sedikit sudah longgar, tapi masih enak, rapih karena bulu kemaluannya dicukur habis. Ketiga, Parni asal Jember, umur 16 tahun belum menikah tapi sudah tidak perawan lagi, tubuhnya biasa dibandingkan dengan yang lain, tetapi sangat menggairahkan. Payudaranya besar berukuran 39A, kulitnya putih dan liang senggamanya masih sempit (baru satu kali melakukan hubungan sex).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kamis Bonsa pulang kerja lebih awal, tetapi dia sampai di rumahnya baru sore hari, karena dia tadi bersama temannya nonton film biru dulu di kantornya (ruangannya). Setelah sampai di rumah, Bonsa ingin langsung masuk kamar untuk melepaskan nafsunya yang terbendung dengan melakukan onani. Tetapi ketika hendak masuk kamar, Bonsa melihat pembantu-pembatunya bersenda gurau dengan menggenakan baju yang seksi, dengan hanya memakai rok mini dan atasannya “you can see”. Dia memperhatikan senda gurau pembantunya yang bercanda dengan memegang payudara temannya. Otak Bonsa cepat berpikir kotor, apalagi sudah dari tadi dia sedang bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonsa berjalan mendekati pembantunya yang berada di taman belakang, dia mengendap-ngendap mendekati Marni yang paling dekat dan membelakangiinya. Setelah dekat, dipeluk tubuh Marni yang berdiri dan langsung bibirnya bergerilya di leher Marni.&lt;br /&gt;“Tuann.. lepaskan Tuan, saya pembantu Tuan..” katanya.&lt;br /&gt;Tapi Bonsa tetap acuh saja dan terus menciumi leher bagian belakang milik Marni, sedangkan yang lain hanya diam saja ketakutan.&lt;br /&gt;“Aug..!” desah Marni saat Bonsa mulai meremas payudara miliknya.&lt;br /&gt;“Kamu semua harus melayaniku, aku sedang ingin bercinta..!” kata Bonsa seraya melepaskan pelukannya tapi tidak melepaskan genggamannya di tangan Marni.&lt;br /&gt;“Tappii.. Tuuan..” jawab mereka ketakutan.&lt;br /&gt;“Tidak ada tapi-tapian..” jawab Bonsa sambil kembali memeluk Marni dan mulai menciumnya.&lt;br /&gt;“Augghh..” desah Marni saat tangan Bonsa menyelinap ke selangkangannya dengan mereka tetap berciuman, sementara Parni dan Mirna hanya melihatnya tanpa berkedip (mungkin sudah terangsang), tangannya pun mulai masuk ke dalam roknya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman Bonsa mulai turun ke arah payudara milik Marni, dikecupnya payudara Marni walau masih tebungkus BH dan kaosnya, sedangkan tangan Bonsa meremas-remas susunya yang kiri dan tangannya yang satunya sudah berhasil melewati CD-nya.&lt;br /&gt;“Augh..” desah Marni.&lt;br /&gt;Dibuka bajunya dan BH-nya, “Wau besar juga susumu Mar..” kata Bonsa sambil tangannya memainkan susu Marni dan memelintir puting susunya.&lt;br /&gt;“Ah, Tuaan bisaa aja, ayo dong nyusu duluu.. augh..!” jawab Marni sambil mendorong kepala Bonsa higga susunya langsung tertelan mulut Bonsa.&lt;br /&gt;“Augghh..” desah Marni merintih kenikmatan, sedang tangannya Marni masuk ke celana Bonsa dan langsung mengocok batang kejantanan Bonsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijilat dan dihisap payudara Marni, tangannya meremas serta mempermainkan &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/search/label/Setengah%20Baya"&gt;puting susu&lt;/a&gt;nya, kadang digigit dan disedot payudara Marni.&lt;br /&gt;“Auughh..!” Marni berteriak kencang saat susunya disedot habis dan tangan Bonsa masuk ke liang senggamanya.&lt;br /&gt;Ciuman Bonsa turun setelah puas menyusu pada Marni, dijilatnya perut Marni dan membuka roknya. Setelah terbuka, terlihat paha putih dan liang senggamanya yang telah basah yang sangat membuat nasfu Bonsa bertambah. Sedangkan Mirna dan Parni sudah telanjang bulat dan melakukan masturbasi sendiri sambil melihat tuannya bercinta dengan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diciuminya bibir kemaluan Marni yang masih terbungkus CD.&lt;br /&gt;“Augghh..” desah Marni tidak kuat.&lt;br /&gt;Karena tidak kuat lagi, Marni mendorong kepala Bonsa dan langsung menurunkan CD-nya, setelah itu didorong masuk kepala Bonsa ke liang senggamanya.&lt;br /&gt;“Auughh.. ughh..” desah Bonsa saat lidah Bonsa menjilati bibir kemaluannya.&lt;br /&gt;Lidah Bonsa semakin liar saja, dimasukkan lidahnya ke liang itu dan dijilati semua dinding kemaluan itu tanpa ada sedikitpun yang terlewati. Klitorisnya pun tidak ketinggalan digigit dan dijilati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aauugghh.. aagghh..!” desah Marni.&lt;br /&gt;Lidah Bonsa terus menjilati bagian dalam vagina Marni. Marni mulai mengejang bagai tersambar petir jilatan lidah Bonsa. Tangannya mulai menjabak rambut Bonsa, tapi Bonsa tidak marah dan sebaliknya malah mempercepat jilatan lidahnya.&lt;br /&gt;“Aagghh.. aku mau keeluu.. uuaarr.. Tuua.. an..” rintih Marni.&lt;br /&gt;Dijilati terus Marni dengan lidahnya, dan akhirnya, “Croott.. crroott..!” cairan kental, panas, dan asin keluar dengan deras di lidah Bonsa, dijilati cairan itu dan ditelan Bonsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Bonsa berjalan ke arah Parni yang sedang tiduran dan masturbasi. Ditidurinya langsung tubuh Marni, dicium payudaranya yang sudah mengeras. Dijilat dan digigit puting susu Parni dan Parni hanya mendesah saja, tapi tangannya masih di dalam liang kemaluannya. Sedangkan Marni masih menjilati tangannya yang habis membersihkan ciran yang keluar dari lubang senggamanya. Tangan Bonsa bergerak turun membelai semua sudut pahanya dan jilatannya mulai turun dari payudara Parni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menjilati bagian bawah dari payudara Parni (perut dan sekitarnya), Bonsa mulai memasukkan lidahnya ke liang kemaluan Parni yang sudah banjir.&lt;br /&gt;“Aaugghh..!” desah Parni ketika lidah Bonsa menjilati dinding kemaluannya.&lt;br /&gt;Tangan Parni meremas susunya sendiri menahan geli dan nikmat, dipelintir-pelintir sendiri puting susunya. Lidah Bonsa ditarik keluar dan digantikan tangannya, langsung masuk tiga jari sekaligus dan mulutnya beraksi lagi di susu Parni.&lt;br /&gt;“Auugghh.. aagghh.. ugghh.. ugh..!” desah Parni yang bergerak ke kanan ke kiri, menahan nikmat yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aagghh.. Parni.., mau.. kee.. luar Tuaa.. ann..!” teriak Parni sambil memasukkan tangannya ke liang senggamanya.&lt;br /&gt;Dengan maksud membantu mempercepat keluar karena Bonsa mengetahui Parni mau keluar, tangan Bonsa diganti dengan lidahnya dan tangannya memelintir serta meremas payudara Parni.&lt;br /&gt;“Aaaghh.. Parni.. keluu.. uarr..! Croott.. ccrroott..!” cairan panas membasahi lagi lidah Bonsa dan langsung Bonsa bersihkan serta menelannya (prinsip Bonsa menelan cairan dari kemaluan wanita adalah dapat membuat awet muda). Parni lemas sekitika, dia hanya meremas pelan buah dadanya, dan Bonsa mengecup bibir Parni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bonsa bergerak ke Mirna yang sedang berciuman dengan Marni temannya. Kaki Mirna sudah terbuka lebar dan terlihat lubang kemaluannya yang merah menyala, memperlihatkan banjir oleh cairan kental. Tangan Mirna terus meremas-remas payudara Marni dan demikian sebaliknya. Karena sudah terbuka kaki Mirna, maka Bonsa berlutut dan langsung menancapkan lidahnya ke liang milik Mirna.&lt;br /&gt;“Agghh..!” desah Mirna saat lidah Bonsa sudah menjilati liangnya dan juga menghisap klitorisnya.&lt;br /&gt;Mirna dan Marni terus berciuman, sedangkan Parni melakukan masturbasi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonsa terus menjilati dan memasukkan tanganya ke kemaluan Mirna, dijilat dan dihisap terus sampai Mirna berhenti berciuman dan mengejang. Tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri. Tangan Marni meremas susu Mirna, dan mulutnya menjilati susunya yang sebelah lagi, sedangkan tangannya masuk ke kemaluannya sendiri sambil dimaju-mundurkan.&lt;br /&gt;“Aagh.. uugghh.. saya mau.. keluar Tuu.. ann..!” jerit Mirna, dan Bonsa masih terus menjilati dengan cepat dan terus bertambah cepat.&lt;br /&gt;“Ccrrott.. ccrroott..!” keluar cairan panas membasahi lidah dan wajah Bonsa lagi, dan seperti sebelumnya, dijilati dan ditelan cairan yang keluar dari kemaluan Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menjilati kemaluan Mirna, Bonsa menarik tangan Marni dan menyuruhnya berposisi nungging atau doggy style. Dipukul pantat Marni dengan batang kejantanannya dan tangannya meremas susu Marni agar membangkitkan rangsangan lagi. Setelah terlihat merekah lubang kemaluan Marni, batang keperkasaan Bonsa pun langsung ditancapkan ke vagina Marni.&lt;br /&gt;“Aaagghh..!” desah Marni saat batang kejantanan Bonsa masuk semua ke lubang senggamanya.&lt;br /&gt;Bonsa pun mulai memompa secara teratur dan stabil, diselingi hentakan-hentakan yang tiba-tiba,”Aaagghh..!” desah Marni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonsa terus memompa dan sekarang mulai bertambah cepat, karena melihat Marni yang kepalanya mendangak ke atas dan berteriak semakin keras mengucapkan kata-kata kotor.&lt;br /&gt;“Agghh.. Tuan, rudal Tuan ennakk banget.. Saya mau keluar Tuu.. an..!” teriak Marni yang malah mempercepat sodokan Bonsa ke liang senggamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aagh.. saya keluu.. arr..!” tubuh Marni mengejang dan cairan keluar membasahi batang kemaluan Bonsa, terasa panas cairan tersebut.&lt;br /&gt;Dan setelah selesai, Bonsa mencium punggung Marni dan berkata, “Liang kamu juga enak, kapan-kapan layani tuan lagi ya..?”&lt;br /&gt;Marni hanya diam berbaring di rumput dan tangannya meremas susunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonsa merangkak ke arah Parni yang duduk dan sedang masturbasi sendiri, sedangkan Mirna sedang menikmati jilatan lidah Marni yang bangun lagi ke kemaluannya. Diacungkan batang keperkasaan Bonsa ke arah Parni dan disuruh memasukkan ke mulutnya. Parni langsung menyambar batang kemaluan tuannya dan mulai menjilati serta memasukkan ke mulutnya.&lt;br /&gt;“Aagghh..!” desah Bonsa, “Kamu hebat juga ya kalau ngemut beginian..!” kata Bonsa memuji hisapan pembantunya.&lt;br /&gt;Parni memang ahli, dia menjilat dari ujung sampai ke buah zakar tuannya, kadang dimasukkan semua batang tuannya ke mulutnya dan disedot serta dimaju-mundurkan mulutnya. Setelah puas dengan kepunyaan tuannya, Parni meminta tuannya memasukkan keperkasaannya ke lubang kenikmatannya. Bonsa berbaring di rumput dan menyuruh Parni berada di atasnya. Parni menuntun batang kejantanan tuannya ke liangnya dalam posisi dia duduk di atas tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aggh..!” desah Bonsa dan Parni saat kejantanan Bonsa masuk ke liang Parni.&lt;br /&gt;Bonsa mendorong pinggulnya untuk menekan kemaluannya masuk dan Parni menggoyangkan pinggangnya agar batang tuannya bisa maraba semua bagian dalam vaginanya. Naik turun dan bergoyang memutar Parni untuk mengimbangi sodokan liar tuannya. Tangan Bonsa pun meremas susu Parni yang bergoyang mengikuti gerakan Parni.&lt;br /&gt;“Agghh.. uuggkkhh..!” desah Parni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parni pun terus berteriak mengeluarkan kata-kata kotor dan mendesah ketika dia merasa sudah mau keluar.&lt;br /&gt;“Aaghh.. ruu.. dall.. Tuan.. enak, saya.. mau.. keluarr..! Enakk..!”&lt;br /&gt;Bonsa mempercepat gerakannya dan demikian juga Parni.&lt;br /&gt;“Croott.. croott..” keluar cairan panas yang kali ini lebih panas dari milik Marni ke batang kemaluan Bonsa.&lt;br /&gt;“Kamu hebat Parni..” kata Bonsa sambil mengecup susu Parni.&lt;br /&gt;“Aghh.. Tuan juga hebat, kontol Tuan enak..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonsa menarik Mirna yang menjilati bibir kemaluan Marni dan digantikan Parni. Setelah mengistirahatkan kemaluannya, Bonsa menyuruh Marni menjilati dan menyedot rudalnya agar berdiri kembali. Dan setelah berdiri, maka Bonsa memasukkan batang kejantanannya ke lubang kenikmatan Mirna dalam posisi tiduran (Mirna di bawah dan Bonsa di atas menindih).&lt;br /&gt;“Agghh..!” desah Marni saat batang kemaluan tuannya baru masuk setengah.&lt;br /&gt;“Rapet banget lubangmu Mir..!” kata Bonsa ketika agak kesulitan memasukkan seluruh batang kemaluannya.&lt;br /&gt;Dihentakkan dan disodok rudal Bonsa ke pembatunya, dan secara spontan Mirna berteriak merintih kesakitan karena milik tuannya terlalu besar dan dimasukkan secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaghh.. iighh..!” teriak Mirna.&lt;br /&gt;Bonsa mendiamkan sebentar rudalnya yang telah masuk ke kemaluan Mirna. Setelah itu mulai dipompa pelan dan semakin lama semakin cepat.&lt;br /&gt;“Aghh.. uugghh.. koonn.. tooll Tuaann.. enakk..!” teriak Mirna saat sodokan Bonsa mulai tambah cepat dan mulut tuannya menghisap susunya.&lt;br /&gt;Bonsa terus menghisap dan memompa cepat rudalnya, dan Mirna mulai bergerak ke kiri ke kanan dan kemaluannya secara spontan mulai menjepit rudal tuannya yang berada di dalam sarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaghh, sayaa.. keluarr.. uughh.. ughh..!” Mirna menjerit kencang tidak beraturan karena nafasnya mulai kehabisan menahan kenikmatan sodokan batang rudal tuannya.&lt;br /&gt;Akhirnya, “Crroott.. ccrroott..!” keluarlah cairan panas ke kemaluan Bonsa, dan cairannya sangat banyak hingga keluar mengalir dari liang senggamanya.&lt;br /&gt;“Boleh juga memek kamu dan susu kamu, nanti malam ke kamarku..!” kata Bonsa setelah mengecup bibir kemaluan Mirna yang sudah banjir dan masih mengeluarkan cairan.&lt;br /&gt;“Ah Tuan bisa aja, memang saya hebat..? Nanti malam saya akan jadi pembatu sexx tuan, dan saya berikan layanan super special dari memek saya ini, Tuan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih berdiri tegak dan masih belum ejakulasi, maka Bonsa menyuruh pembantunya bertiga untuk menghisap dan menjilat kemaluannya sampai mengeluarkan sperma. Marni, Parni dan Mirna berebutan menghisap dan memasukkan batang kemaluan tuannya ke mulut mereka. Bonsa sudah merasa mau keluar dan ditariknya kemaluannya sambil mulai mengocok dengan cepat di hadapan wajah pembantu-pembantunya.&lt;br /&gt;“Aaaghh..!” desah Bonsa saat dia mengeluarkan beban sex-nya yang ada di alat vitalnya.&lt;br /&gt;Semburan sperma tadi mengenai wajah Mirna, Parni dan Marni. Karena sperma yang dikeluarkan sangat banyak, maka sampai mengalir ke susu mereka bertiga. Bonsa menyuruh Parni membersihkan sisa sperma di batang kejantanannya dengan mulut Parni, sedangkan Parni membersihkan kemaluan tuannya. Yang lainnya menjilati dan menelan sperma yang mengalir dan menempel di mulut, wajah, dan susu mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, Bonsa berkata, “Kalian semua hebat dan terima kasih atas pelayanan kalian. Kalian akan mendapatkan bonusku setiap akhir minggu atau semau kalian atau saya. Dan Mirna, jangan lupa nanti malam..!”&lt;br /&gt;Bonsa berrjalan mengambil pakaiannya dan masuk ke dalam untuk mandi.&lt;br /&gt;“Terimah kasih Tuan telah memuaskan kami, dan kami akan mengambil bonus Tuan.” jawab pembantu Bonsa ketika melihat tuannya masuk ke rumah.&lt;br /&gt;Mereka bertiga saling mencumbu, dan setelah itu masuk dan mandi bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pengalaman sex Bonsa dan pembantunya yang masih berlangsung sampai sekarang, walaupun Bonsa sekarang sudah mempunyai istri dan dua orang anak laki-laki. Mungkin anak laki-lakinya meneruskan perilaku ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-9111046034167552326?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/9111046034167552326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/pembantu-pembantu-binal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/9111046034167552326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/9111046034167552326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/pembantu-pembantu-binal.html' title='Pembantu-Pembantu Binal'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-2668694396106120803</id><published>2009-10-18T21:16:00.001-07:00</published><updated>2009-10-18T21:17:24.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Ngintip Celana Dalam di Angkot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/StvoMxx19II/AAAAAAAABVU/rzrheZf2kM4/s1600-h/ngintipcddiangkot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/StvoMxx19II/AAAAAAAABVU/rzrheZf2kM4/s320/ngintipcddiangkot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394160284924769410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Gambar Celana Dalam yang Asoy &lt;a href="http://rapidshare.com/files/263572369/ngintip_diangkot_by_univ.3gp"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-2668694396106120803?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/2668694396106120803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ngintip-celana-dalam-di-angkot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/2668694396106120803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/2668694396106120803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ngintip-celana-dalam-di-angkot.html' title='Ngintip Celana Dalam di Angkot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/StvoMxx19II/AAAAAAAABVU/rzrheZf2kM4/s72-c/ngintipcddiangkot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-2351146249209072873</id><published>2009-10-18T20:43:00.001-07:00</published><updated>2009-10-18T20:53:10.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Enaknya Nambah Ngentot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt; yang aku paparkan berikut ini terjadi hari Senin. Hari itu aku berangkat kerja naik bis kota (kadang-kadang aku bawa mobil sendiri). Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa sulit. Entah karena armada bis yang berkurang, atau karena setiap Senin orang jarang membolos dan berangkat serentak pagi-pagi. Setelah hampir satu jam berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku. Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.&lt;br /&gt;“Mmacet sekali ya?” katanya yang tentu ditujukan kepadaku.&lt;br /&gt;“Biasa Mbak, setiap Senin begini. Mau kemana?” sambutku sekaligus membuka percakapan.&lt;br /&gt;“Oh ya. Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah,” jawabnya.&lt;br /&gt;Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan,&lt;br /&gt;“Kerja dimana Mas?”&lt;br /&gt;“Daerah Sudirman,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang. Dari obrolannya keketahui ia (sebut saja Mamah) seorang wanita yang kawin muda dengan seorang duda beranak tiga dimana anak pertamanya umurnya hanya dua tahun lebih muda darinya. Masa remajanya tidak sempat pacaran. Karena waktu masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin dengan seorang duda oleh orang tuanya. Sambil bercerita, kadang berbisik ke telingaku yang otomatis dadanya yang keras meneyentuh lengan kiriku dan di dadaku terasa seer! Sesekali ia memegangi lenganku sambil terus cerita tentang dirinya dan keluarganya. “Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. “Kepingin ya?” jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya. Ia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewatkan. Kami turun. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Kami memesan teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari, kami berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat siapapun. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk. Kulihat si Mamah tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Mamah keluar, sudah tanpa blaser dan sepatunya. Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini aku hanya memakai CD. Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol. “Lepas aja bajumu, nanti kusut,” kataku. “Malu ah..” katanya. “Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. “Ach.. uh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras. “Mas.. Mas.. geli Mas, enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di lipatan susu itu dan lidahku menguas-nguas di situ sambil sesekali aku gigit lembut. Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, “Mas.. jangan, aku malu, soalnya susuku kegedean,” sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah kelepas. “Coba aku lihat sayang..” Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar. “Mah.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu. Putingnya hitam-kemerahan, sudah keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Mamah kelojotan, merem melek, “Uh.. uh.. ahh..” Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih agresif di sana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kuulangani beberapa kali, Mamah terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya. Kadang menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap dengan perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya. Mamah sudah telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Ekspresi spontan karena malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Aku semakin bernafsu. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi profesional. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir vaginanya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali. Ketika jari tengahku mulai masuk, Mamah mengaduh, “Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..!” Kuraih tangan Mamah ke arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja). “Mas.. keras amat.. Gede amat?” katanya dengan nada manja setelah meraba burungku. “Mas.. Mamah udah nggak tahan nikh, masukin ya..?” pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur, sementara Mamah sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan mengangkang. Kupandangi susunya keras tegak menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kurapatkan “senjataku” ke vaginanya, reflek tangan kirinya menangkap dan kedua kakinya diangkat. “Mas.. pelan-pelan ya..” Sambil memejamkan mata, dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja dikenal. Meski sudah basah, tidak juga langsung bisa amblas masuk. Terasa sempit. Perlahan kumasukkan ujungnya, lalu kutarik lagi. Ini kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. “Sret.. sret..” Mamah mengaduh, “Uh.. pelan Mas.. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. “Bles.. bles..” barangku masuk semua. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. enak, Mas enak.. enak sekali.. kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Mas.. aku.. enak.. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung burungku, sementara kuperhatikan Mamah merasakan hal yang sama, bahkan tampak seperti orang menggigil. Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Lantas kutancapkan lagi. Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri buat Mamah, mungkin senggamanya selama ini tak menyentuh bagian ini. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. terus, enak terus.. terus..” begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. “Aduuhm Mas.. Mamah keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak dia sangat puas dan aku merasa perkasa. Memang begitu adanya. Karena kalau di rumah, dengan istri aku tidak seperkasa ini, padahal aku tidak pakai obat atau jamu kuat. Kurasakan ada sesuatu yang luar biasa. Kulirik jam tanganku, hampir satu jam aku lakukan adegan ranjang ini. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras. Kepala penisku terasa senut-senut,&lt;br /&gt;“Mah.. aku mau keluar nikh..” kataku.&lt;br /&gt;“He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Mamah juga.. Mas.. terus.. terus..”&lt;br /&gt;“Crot.. crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga untuk Mamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bersih-bersih badan, istirahat sebentar, minum kopi, dan makan makanan ringan sambil ngobrol tentang keluarganya lebih jauh. Mamah semakin manja dan tampak lebih rileks. Merebahkan kepalanya di pundakku, dan tentu saja gunung kembarnya menyentuh badanku dan tangannya mengusap-usap pahaku akhirnya burungku bangun lagi. Kesempatan ini dipergunakan dengan Mamah. Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus. “Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain begini,” katanya terus terang. Tampak jelas ia sangat bernafsu, karena nafasnya sudah tidak beraturan. “Ah..” lenguhnya sambil melepas isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang direbahkan hingga melitang, lalu Mamah mengangkangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi menjadi dia persis di atas badanku. Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya. Dengan memejamkan mata, “Mas.. Mamah gak tahaan..” Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Mamah masih sempit. Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Mungkin karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde kedua ini. “Aduuh.. Mas, enak sekali Mas. Aku nggak pernah sepuas ini. Aduuh.. kita suami istri kan?” lalu.. “Aduuh.. Mamah enak Mas.. mau keluar nikh.. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti, gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks. Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu naik-turun, diikuti suara Mamah, “Hgh.. hgh.. ” seirama dengan pompaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.&lt;br /&gt;“Mah.. aku mau keluar nikh..”&lt;br /&gt;“Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Mamah juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus..” Dan akhirnya jeritan..&lt;br /&gt;“Aaauh..” menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. crott..” Aku rebah di atas badannya. Adegan ronde ketiga ini kuulangi sekali lagi. Persis seperti ronde kedua tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, ini adalah pengalaman yang luar biasa buat saya. Luar biasa karena sebelumnya aku tak pernah merasakan sensasi se-luar biasa dan senikmat ini. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, meski aku tahu alamatnya. Kejadian ini membuktikan, seperti yang pernah kubaca, bahwa selingkuh yang paling nikmat dan akan membawa kesan mendalam adalah yang dilakukan sekali saja dengan orang yang sama. Jangan ulangi lagi (dengan orang yang sama), sensasinya atau getarannya akan berkurang. Aku kadang merindukan saat-saat seperti ini. Selingkuh yang aman seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-2351146249209072873?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/2351146249209072873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/enaknya-nambah-ngentot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/2351146249209072873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/2351146249209072873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/enaknya-nambah-ngentot.html' title='Enaknya Nambah Ngentot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-6516959682000799645</id><published>2009-10-15T17:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T17:22:25.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Gaya 69 Posisi Asoy 3GP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Ste8tLzIX1I/AAAAAAAABQs/lbAONmivC94/s1600-h/posisi69amoy3gp.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Ste8tLzIX1I/AAAAAAAABQs/lbAONmivC94/s320/posisi69amoy3gp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392986563246841682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Bokep 3GP&lt;/a&gt; &lt;a href="http://rapidshare.com/files/280675354/Posisi_69_Slurpps.wmv"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-6516959682000799645?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/6516959682000799645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/gaya-69-posisi-asoy-3gp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6516959682000799645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6516959682000799645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/gaya-69-posisi-asoy-3gp.html' title='Gaya 69 Posisi Asoy 3GP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Ste8tLzIX1I/AAAAAAAABQs/lbAONmivC94/s72-c/posisi69amoy3gp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-6334687400145026651</id><published>2009-10-15T16:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T17:02:57.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Tubuh Bu Melly Yang Menggairahkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/a&gt; - Sudah dua tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Aku bersyukur, karena prestasiku, di usia yang ke 25 ini aku sudah mendapat posisi penyelia. Atasanku seorang wanita berusia 42 tahun. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. Namun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yang harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Melly, aku malah selalu berharap dipanggil. Bahkan sering aku mencari-cari alasan untuk menghadap keruangan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mantan pragawati tubuh Bu Melly sangatlah bagus diusia kepala empat ini. Wajahnya yang cantik tanpa ada garis-garis ketuaan menjAdikannya tak kalah dengan anak muda. Saking keseringan aku mengahadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. Tak jarang kalo aku baru masuk ruangannya Bu Melly langsung memuji penampilanku. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian. Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji hahaha nyari muka nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil mengahadap, kulihat raut muka Bu Melly tegang dan kusut. Aku memberanikan diri untuk peduli,&lt;br /&gt;“Ibu kok hari ini kelihatan kusut? ada masalah?”, sapaku sembari menuju kursi didepan mejanya.&lt;br /&gt;“Ia nih Ndy, aku lagi stres, udah urusan kantor banyak, dirumah mesti berantem sama suaminya kusut deh”, jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;“Justru aku manggil kamu karena aku lagi kesel. Kenapa ya kalau lagi kesel trus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.&lt;br /&gt;Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Melly bilang begitu? Batinku.&lt;br /&gt;“Andy, ditanya kok malah bengong”, Bu Melly menyenggol lenganku.&lt;br /&gt;“Eeehh nggak, abisnya kaget dengan omongan Ibu kayak tadi. Aku kaget dibilang bisa nenangin seorang wanita cantik”, balasku gagap.&lt;br /&gt;“Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel (***) ya.. Kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kita jangan pergi bareng , nggak enak sama teman kantor. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Melly.&lt;br /&gt;Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini.&lt;br /&gt;“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yang akan Bu Melly berikan. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Kenapa harus makan siang di hotel? Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Melly butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. upss mana mungkin Bu Melly mau tidur dengan aku. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa. Aku kesampingkan pikiran kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Melly menunggu di kamar itu. Aku menurut aja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Melly tersenyum manis dari balik pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya Ndy aku berobah pikiran dengan mengajakmu makan di kamar. Mari.. kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen makanan apa?”, kata Bu Melly sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Aku masih gugup.&lt;br /&gt;“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Melly melihat tingkahku.&lt;br /&gt;“Aku sebetulnya nggak percaya dengan semua ini .aku nggak nyangka bisa makan siang sana Ibu seperti ini. Siapa sih yang nggak bangga diundang makan oleh wanita secantik Ibu?”, ditengah kegugupanku aku masih sempat menyempilkan jurus-jurus rayuan. Aku tau pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggan.&lt;br /&gt;“Ahh kamu Ndy bisa aja, emangnya aku masih cantik”, jawab Bu Melly dengan pipi memerah. Ihh persis anak ABG yang lagi dipuji.&lt;br /&gt;“Iya Bu, sejujurnya aku selama ini memipikan untuk bisa berdekatan dan berduan dengan Ibu, makanya aku sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, kataku polos.&lt;br /&gt;“Aku sudah menduga semua itu soalnya aku perhatikan kamu sering nyari-nyari alasan menghadap aku. Aku tau itu. Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga.&lt;br /&gt;Memang aku sering menatap Bu Melly disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpandangan lama. Lama kami berhadapan, aku di tempat duduk sedangkan Bu Melly dibibir tempat tidur. Dari wajahnya terlihat kalau wanita ini sedang kesepian, raut mukanya menandakan kegairahan. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Masih tetap berpandangan, wajahnya semakin dekat.. dekat.. aku diam aja dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Kutepis rasa gugup dan segera membalas ciumannya. Bu Melly sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dengan tisu. Lalu tanpa dikomando lagi kami sudah berpagutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesen makannya nanti aja ya Ndy”, katanya disela ciuman yang semakin panas.&lt;br /&gt;Wanita cantik betinggi 165 ini duduk dipangkuanku. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang boss ku, duduk dipangkuanku. Tangan kirinya melingkar dileherku sementara tangan kana memegang kepalaku. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yang kutau selama ini. Kupilin dan kuhisap lidahnya dengan lidahku. Sesekali ciumanku menggerayang leher dan belakang telinganya. Bu Melly melolong kegelian.&lt;br /&gt;“Ndy kamu hebat banget ciumannya, aku nggak pernah dicium seperti ini sama suamiku, bahkan akhir-akhir ini dia cuek dan nggak mau menyentuhku”, cerocos Bu melly curhat.&lt;br /&gt;Aku berpikir, bego banget suaminya tidak menyentuh wanita secantik Bu Melly. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yang lama-lama bosan, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Melly menarik tangaku. Kutau itu isyarat mengajak pindah ke ranjang. Namun aku mencegahnya dengan memeluknya saat berdiri. Kucium lagi berulang-ulang, tangaku mulai aktif meraba buah dadanya. Bu melly menggelinjang panas. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya kuloloskan. Bu Melly hanya terdiam mengikuti sensasi yang kuberikan. Wow, aku tersedak melihat pemandangan didepanku. Kulitnya putih bersih, pantatnya berisi, bodynya kencang dan ramping. Celana dalam merah jambu sepadan warna dengan BH yang menutupi setangkup buah dada yang walaupun tidak besar tapi sangat menggairahkan.&lt;br /&gt;“Ibu bener-bener wanita tercantik yang pernah kulihat”, gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu melly kemudian mengikuti aksiku tadi dengan mulai mencopot pakaian yang kukenakan. Namun dia lebih garang lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. Mr. Happy yang sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan kehebatannya dengan berdiri tegak menantang Bu Melly.&lt;br /&gt;“Kamu ganteng Ndy”, katanya seraya tanganya meraup kemaluanku dan ahh bibir mungilnya sudah mengulum.&lt;br /&gt;Oh nikmatnya. Sentuhan bibir dan sapuan lidahnya diujung Mr.Happy ku bener-bener bikin sensasi dan membuat nafsu meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak tahan untuk berdiam diri menerima sensasi saja. Kudorong tubuhnya keranjang, kuloloskan celana dalam dan BH-nya. Sambil masih tetap menikmati jilatan Bu Melly, aku meraih dua bukit kembar miliknya dan kuremas-remas. Tanganku merayap keselangkangannya. Jari tengahku menyentuh itilnya dan mulai mengelus, basah. Bu Melly terhentak. Sesekali jari kumasukkan kedalam vaginanya. Berusaha membuat sensasi dengan menyentuh G-spot-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas inisiatifku kami bertukar posisi, gaya 69. Jilatan lidahnya semakin sensasional dengan menulur hingga ke pangkal kemaluanku. Dua buah bijiku diseruputnya Bener-bener enak. Gantian aku merangkai kenikmatan buat Bu Melly, kusibakkan rambut-rambut halus yang tertata rapi dan kusentuh labia mayoranya dengan ujung lidah. Dia menggeliat. Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir, kujilati semua susdut vaginanya, itilnya kugigit-gigit.&lt;br /&gt;Bu melly menggelinjang tajam dan, “Ndy aku keluar lo.. nggak tahan”, katanya disela rintihan.&lt;br /&gt;Tubuhnya menegang dan tiba-tiba terhemmpas lemas, Bu Melly orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangga juga bisa membuat wanita cantik ini puas hanya dalam lima menit jilatan.&lt;br /&gt;“Enak Ndy, aku bener-bener nafsu sama kamu. Dan ternyata kamu pintar muasin aku, makasih ya Ndy”, ujarnya.&lt;br /&gt;“Jangan terima kasih dulu Bu, soalnya ini belum apa-apa, nanti Andy kasi yang lebih dahsyat”, sahutku.&lt;br /&gt;Kulihat matanya berbinar-binar.&lt;br /&gt;“Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berselang liam menit kugiring tubuh Bu melly duduk diatas pinggulku. Mr.Happy kumasukkan ke dalam vaginanya dan bless, lancar karena sudah basah. Tanpa dikomando Bu Melly sudah bergerak naik turun. Posisi ini membuat ku bernafsu karena aku bisa menatap tubuh indah putih mulus dengan wajah yang cantik, sepuasnya. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Terkadang aku mengambil posisi duduk dengan tetap Bu melly dipangkuanku. Kupeluk tubuhnya kucium bibirnya.&lt;br /&gt;“Ahh enak sekali Ndy”, ntah sudah berapa kali kata-kata ini diucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr.Happyku yang belum terpuaskan semakin bergejolak disasarannya. Aku lantas mengubah posisi dengan membaringkan tubuh Bu Melly dan aku berada diatas tubuh mulus. Sambil mencium bibir indahnya, kumasukkan Mr.Happy ke vaginanya. Pinggulku kuenjot naik turun. Kulihat Bu Melly merem-melek menahan kenikmatan. Pinggulnya juga mulai bereaksi dengan bergoyang melawan irama yang kuberikan. Lama kami dalam posisi itu dengan berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi, kadang hanya satu kaki yang kuangkat. Sesekali kusampirkan kakinya ke pundakku. Bu Melly hanya menurut dan menikmati apa yang kuberikan. Mulutnya mendesis-desis menahan nikmat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Bu melly mengerang panjang dan “Ndy, aku mau keluar lagi, aku bener-bener nggak tahan”, katanya sedikit berteriak.&lt;br /&gt;“Aku juga mau keluar nih.. bareng yuk”, ajakku.&lt;br /&gt;Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang “Ahh..”.&lt;br /&gt;Kurasakan spermaku menyemprot dalam sekali dan Bu Melly tersentak menerima muntahan lahar panas Mr. Happyku. Kami sama sama terkulai.&lt;br /&gt;“Kamu hebat Ndy, bisa bikin aku orgasme dua kali dalam waktu dekat”, katanya disela nafas yang tersengal.&lt;br /&gt;Aku cuma bisa tersenyum bangga.&lt;br /&gt;“Bu Melly nggak salah milih orang, aku hebat kan?” kataku berbangga yang dijawabnya dengan ciuman mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengaso sebentar Bu Melly kemudian menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya dengan shower. Dari luar kamar mandi yang pintunya nggak tertutup aku menadang tubuh semampai Bu melly. Tubuh indah seperti Bu Melly memang sangat aku idamkan. Aku yang punya kecenderungan sexual Udipus Comp-lex bener-bener menemukan jawaban dengan Bu Melly. Bosku ini bener-bener cantik, maklum mantan peragawati. Tubuhnya terawat tanpa cela. Aku sangat beruntung bisa menikmatinya, batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr.Happyku tanpa dikomando kembali menegang melihat pemandangan indah itu. Perlahan aku bangun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Bu melly yang lagi merem menikmati siraman air dari shower kaget ketika kupeluk. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Kuangkat pantatnya dan kududukkan di meja toalet. Kedua kakinya kuangkat setengah berjongkok lalu kembali kujilati vaginanya. Bu melly kembali melolong. Ada sekitar lima menit keberi dia kenikmatan sapuan lidahku lantas kuganti jilatanku dengan memasukkan Mr. Happyku. Posisiku berdiri tegak sedangkan Bu Melly tetap setengah berjongkok di atas meja. Kugenjot pantatku dengan irama yang pasti. Dengan posisi begini kami berdua bisa melihat jelas aktifitas keluarmasuknya Mr.Happy dalam vagina, dua-duanya memerah tanda nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan posisi itu kutuntun Bu Melly turun dan kubalikkan badannya. Tangannya menumpu di meja sementara badannya membungkuk. Posisi doggie style ini sangat kusukai karena dengan posisi ini aku ngerasa kalau vagina bisa menjepit punyaku dengan mantap. Ketika kujebloskan si Mr.Happy, uupps Bu Melly terpekik. Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak.&lt;br /&gt;“Lanjutin Ndy, enak banget.. ohh.. kamu hebat sekali”, bisiknya lirih.&lt;br /&gt;Ada sekitar 20 menit dalam posisi kesukaanku ini dan aku nggak tahan lagi mau keluar.&lt;br /&gt;“Bu.. aku keluar ya”, kataku.&lt;br /&gt;“Ayo sama-sama aku juga mau”, balasnya disela erangan kenikmatannya.&lt;br /&gt;Dan.. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam vaginanya yang diikuti erangan puas dari Bu Melly. Aku memeluk kencang dari belakang, lama kami menikmati sensasi multi orgasme ini. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. Kulihat dicermin kupeluk Bu Melly dari belakang dengan kedua tanganku memegang dua bukit kembarnya sementara tangannya merangkul leherku dan yang lebih indajh, aku belum mencopot si Mr. Happy.. ohh indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi bersama kamipun memesan makan. Selesai makan kami kembali kekantor dengan mobil sendiri-sendiri. Sore hari dikantor seperti tidak ada kejadian apa-apa. Sebelum jam pulang Bu Melly memanggilku lewat sekretarisnya. Duduk berhadapan sangat terasa kalau suasananya berobah, tidak seperti kemarin-kemarin. Sekarang beraroma cinta.&lt;br /&gt;“Ndy, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap wajar layaknya atasan sama bawahan ya. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.&lt;br /&gt;“Baik Bu cantik”, sahutku bergurau.&lt;br /&gt;Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu aku resmi jadi suami simpanan bos ku. Tapi aku menikmati karena aku juga jatuh cinta dengan wanita cantik idaman hati ini. Sudah setahun hubungan kami berjalan tanpa dicurigai siapapun karena kami bisa menjaga jarak kalau di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-6334687400145026651?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/6334687400145026651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/tubuh-bu-melly-yang-menggairahkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6334687400145026651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6334687400145026651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/tubuh-bu-melly-yang-menggairahkan.html' title='Tubuh Bu Melly Yang Menggairahkan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-5343724115316766994</id><published>2009-10-11T17:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T17:48:50.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Fantasi Seks Ku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Sebelum memulai ceritaku, aku akan memberikan sedikit gambaran mengenai diriku. Namaku adalah Ivan, bekerja sebagai karyawan swasta asing di kawasan Sudirman, Jakarta. Aku adalah seorang pria berusia 29 tahun, aku keturunan chinese, wajahku lumayan ganteng, kulitku putih bersih. Tinggiku 165 cm dan berat badanku 70 kg, sedikit kumis menghiasi bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika ‘jam terbangnya’ sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.&lt;br /&gt;“Hallo dengan Ivan?” suara merdu terdengar dari sana.&lt;br /&gt;“Ya saya sendiri” jawabku.&lt;br /&gt;Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?” katanya.&lt;br /&gt;“Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm.” jawabku.&lt;br /&gt;“Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuk semuanya,” lanjutnya.&lt;br /&gt;“Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia memintaku untuk segera datang di sebuah hotel “R” berbintang lima di kawasan Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ivan?” katanya.&lt;br /&gt;“Ya saya Ivan,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.&lt;br /&gt;“OK, masuklah” katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52″ sedang memperlihatkan blue film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna” katanya lembut.&lt;br /&gt;Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahan liurku, ketika dia berkata “Lho kok bingung sich”.&lt;br /&gt;“Akh enggak..” kataku sambil membalas salamnya.&lt;br /&gt;“Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.&lt;br /&gt;“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dan kaos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkah keluar, “Yuk kita mulai,” katanya.&lt;br /&gt;Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, “Boleh aku lepaskan pakaianku?”, dia tertawa kecil dan menjawab, “terserah kau saja..”.&lt;br /&gt;Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, “Ahk.. ehm..” dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. “Kamu cantik sekali Donna” kataku lirih.&lt;br /&gt;Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. “Ah kamu bisa saja,” kata Donna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan payudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung dengan indahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat dengan sangat jelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu sangat montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. “Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tanpa sadar, “Ia benar-benar sempurna” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Van..” bisik Tante Donna di telingaku.&lt;br /&gt;Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;seksi dan montok&lt;/a&gt;, bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover. Hmm.., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Van.. mulailah sayang..” bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku.&lt;br /&gt;“Apa yang dapat kau lakukan untukku Van..” bisiknya lirih setengah kelihatan malu.&lt;br /&gt;Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku telah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik, “Tante pasti tahu apa yang akan Ivan lakukan.. Ivan akan puaskan Tante sayang..” bisikku pelan. Jiwaku telah terlanda nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover. “Oouuhh..” Tante Donna mengeluh lirih.&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga anehnya aku saat itu masih bisa menahan diri untuk tidak bersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas aku kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.&lt;br /&gt;“Ohh apa yang akan kau lakukan.. akh..” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..” nikmat sekali kemaluan Tante Donna. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.&lt;br /&gt;“Aaahh.. kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Ivan..” lirih Tante Donna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahh.. sayang.. Tante suka yang itu yaahh.. sedoot lagi dong sayang oogghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini.&lt;br /&gt;Lima menit kemudian.. “Sayang.. Aku ingin cicipi punya kamu juga,” katanya seperti memintaku menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya.&lt;br /&gt;“Ahh.. baiklah Tante, sekarang giliran Tante,” lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.&lt;br /&gt;“Okh Van.. indah sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.&lt;br /&gt;“Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan, “Croop..” langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras.&lt;br /&gt;“Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh..” sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” hanya itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Crop..” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.&lt;br /&gt;“Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Vann.. hh masukin sekarang juga, ayoo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan, “Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” ia merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna.&lt;br /&gt;“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Vann.. aahh aku nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”&lt;br /&gt;“Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. “Aaakhh.. enakk!” desah Tante Donna sedikit teriak.&lt;br /&gt;“Tante.. saya mau keluar nich.. eesshh..” desahku pada Tante Donna.&lt;br /&gt;“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sambil mendesah.&lt;br /&gt;“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hemm.. hemm..” suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi hanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya memberikan segepok uang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.”&lt;br /&gt;“Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akh.. betapa beruntungnya aku dapat ‘order’ melayani wanita seperti Tante Donna,” pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk memenuhi hasratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-5343724115316766994?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/5343724115316766994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/fantasi-seks-ku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5343724115316766994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5343724115316766994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/fantasi-seks-ku.html' title='Fantasi Seks Ku'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-9152545935216107022</id><published>2009-10-11T17:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T17:28:10.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Siswi SMU Show Meki Basah 3GP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/StJ31ck_LII/AAAAAAAABIM/840CoKkhalk/s1600-h/siswishowmekibasah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/StJ31ck_LII/AAAAAAAABIM/840CoKkhalk/s320/siswishowmekibasah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391503464004004994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download aja Memek alias Meki nya yang basah itu &lt;a href="http://rapidshare.com/files/290280736/Siswi_Show_Mq.mpg"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-9152545935216107022?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/9152545935216107022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/siswi-smu-show-meki-basah-3gp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/9152545935216107022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/9152545935216107022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/siswi-smu-show-meki-basah-3gp.html' title='Siswi SMU Show Meki Basah 3GP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/StJ31ck_LII/AAAAAAAABIM/840CoKkhalk/s72-c/siswishowmekibasah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-5620661997126848938</id><published>2009-10-07T23:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T23:30:10.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>ML di Kamar Mandi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Ss2G60isfPI/AAAAAAAABAk/ZZSEEnbBEtA/s1600-h/mldikamarmandivideo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Ss2G60isfPI/AAAAAAAABAk/ZZSEEnbBEtA/s320/mldikamarmandivideo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390112674127052018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Videonya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/289098734/ML_Km_Mandi.3gp"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-5620661997126848938?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/5620661997126848938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ml-di-kamar-mandi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5620661997126848938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5620661997126848938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ml-di-kamar-mandi.html' title='ML di Kamar Mandi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Ss2G60isfPI/AAAAAAAABAk/ZZSEEnbBEtA/s72-c/mldikamarmandivideo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-2049657846256776863</id><published>2009-10-07T23:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T23:21:56.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Janda Muda Yang Menggemaskan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Hi, perkenalkan namaku Tedi, keturunan Tionghoa yang berumur 27 tahun dengan tampang biasa-biasa saja. Dua cerita sebelumnya berjudul Pengalamanku Beronani dan Kenikmatan Oral Sex. Ini adalah ceritaku yang ketiga dan dalam cerita di sini, akan kuceritakan pengalamanku bersenggama dengan janda muda Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu bermula ketika aku berkeinginan untuk mencari tempat kos-kosan di Surabaya. Pada saat itu, pencarian tempat kost-kostan ternyata membuahkan hasil. Setelah aku menetap di tempat kost-kostan yang baru, aku berkenalan dengan seorang wanita, sebut saja namanya Varia. Usia Varia saat itu baru menginjak 30 tahun dengan status janda Tionghoa beranak satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalanku semakin berlanjut. Pada saat itu, aku baru saja habis mandi sore. Aku melihat Varia sedang duduk-duduk di kamarnya sambil nonton TV. Kebetulan, kamarku dan kamarnya bersebelahan. Sehingga memudahkanku untuk mengetahui apa yang diperbuatnya di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hanya mengenakan handuk, aku mencoba menggoda Varia. Dengan terkejut ia lalu meladeni olok-olokanku. Aku semakin berani mengolok-oloknya. Akhirnya ia mengejarku. Aku pura-pura berusaha mengelak dan mencoba masuk ke kamarku. Eh.. ternyata dia tidak menghentikan niatnya untuk memukulku dan ikut masuk ke kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awas kau.. entar kuperkosa baru tahu..” gertaknya.&lt;br /&gt;“Coba kalau berani..” tantangku penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap matanya, kulihat, ada kerinduan yang selama ini terpendam, oleh jamahan lelaki. Kemudian, tanpa dikomando ia menutup kamarku. Aku yang sebenarnya juga menahan gairah tidak membuang-buang kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meraih tangannya, Varia tidak menolak. Kemudian kami sama-sama berpagutan bibir. Ternyata, wanita cantik ini sangat agresif. Belum lagi aku mampu berbuat lebih banyak, ternyata ia menyambar handuk yang kukenakan. Ia terkejut ketika melihat kejantananku sudah setengah berdiri. Tanpa basa-basi, ia menyambar kejantananku serta meremas-remasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. ennaakk.. terussh..” desisanku ternyata mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh. Tiba-tiba ia berjongkok, serta melumat kepala kontolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uf.. Sshh.. Auhh.. Nikmmaat..” Ia sangat mahir seperti tidak memberikan kesempatan kepada untuk berbuat tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat, ia terus mengulum dan mengocok kontolku. Aku terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. aduhh..” teriakku kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hampir 10 menit aku merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari kontolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. tahann.. sshh. Uh.. aku mau kkeluaar.. Oh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seketika muncratlah air maniku ke dalam mulutnya. Sambil terus mencok dan mengulum kepala kontolku, Varia berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Varia tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan kejantananku bangkit kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Varia melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah dadanya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang semakin bengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Teruss Ted.. Teruss..” desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, semnetara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku berhasil meraih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur. Tanpa dikomando, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh nafsu, aku menciumi memeknya dan kujilati seluruh bibir kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. teruss.. Ted.. Aduhh.. Nikmat..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputar-putar di kelentitnya seperti ular cobra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ted.. oh.. teruss sayangg.. Oh.. Hhh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desis kenikmatan yang keluar dari mulutnya, semakin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan lidah dan sedotanku beraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Srucuup-srucuup.. oh.. Nikmat.. Teruss.. Teruss..” teriakannya semakin merintih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia menekankan kepalaku ke memeknya, kuhisap kuat &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;lubang memek&lt;/a&gt;nya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari memeknya semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduhh.. Akku.. keluuaarr.. Oh.. Oh.. Croot.. Croot.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Varia mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang ia lakukan kepadaku, aku juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidahku dari memeknya. Aku menelan semua cairan yang kelyuar dari memeknya. Terasa sedikit asin tapi nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varia masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, aku memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang basah. Bless..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. enakk..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengalami hambatan, kontolku terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Varia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Variaa.. sayang.. enakk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang kontolku sepeti dipilin-pilin. Varia yang mulai bergairah kembali terus menggoyangkan pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Ted.. Terus.. Sayang.. Mmhhss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontolku kuhujamkan lagi lebih dalam. Sekitar 15 menit aku menindih Varia.. Lalu ia meminta agar aku berada di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu di bawah ya, sayang..” bisiknya penuh nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya pasra. Tanpa melepaskan hujaman kontolku dari memeknya, kami merobah posisi. Dengan semangat menggelora, kontolku terus digoyangnya. Varia dengan hentakan pinggulnya yang maju-mundur semakin menenggelamkan kontolku ke liang memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Remas dadaku.. Sayaangg. Terus.. Oh.. Au.. Sayang enakk..” erangan kenikmatan terus memancar dari mulutnya.&lt;br /&gt;“Oh.. Varia.. terus goyang sayang..” teriakku memancing nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja. Kira-kira 15 menit kemudian goyang pinggulnya semakin dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan kuat ke arah dadaku. Aku mengimbanginya dengan menaikkan pinggulku agar kontolku menghujam lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tedii.. Ah.. aku.. Keluuaarr, sayang.. Oh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Varia telah mencapai orgasme yang kedua. Aku semakin mencoba mengayuh kembali lebih cepat. Karena sepertinya otot kemaluanku sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku membalikkan tubuh Varia, sehingga posisinya di bawah. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutar-mutarkan pinggulku seperti irama goyang dangdut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Varia.. Nikmatnya.. Aku keluuarr..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crott.. Crott.. Tttcrott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak kuat lagi mempertahankan sepermaku.. Dan langsung saja memenuhi liang vagina Varia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Ted.. kau begitu perkasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lama aku menantikan hal ini. Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggungku yang masih merasakan kenikmatan karena, Varia memainkan otot kemaluannya untuk meremas-remas kontolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tanpa kukomando, Varia berusaha mencabut kontolku yang tampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan memeknya. Dengan posisi 69, kemudian ia meneduhi aku dan langsung mulutnya bergerak ke kepala kontolku yang sudah mulai layu. Aku memandangi lobang memeknya. Varia terus mengulum dan memainkan lidahnya di leher dan kepala kontolku. Tangan kanannya terus mengocok-ngocok batang kontolku. Sesekali ia menghisap dengan keras lobang kontolku. Aku merasa nikmat dan geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Varia.. Geli..” desahku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Varia tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok-ngocok kontolku. Aku tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina varia membuatku bergairah kembali. Aku kemudian mengecup dan menjilati lobang memeknya. Kelentitnya yang berada di sebelah atas tidak pernah aku lepaskan dari jilatan lidahku. Aku menempelkan bibirku dikelentit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Ted.. nikmat.. ya.. Oh..” desisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varia menghentikan sejenak aksinya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang kuberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Terus.. Sss.” desahnya sembari kepalanya berdiri tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mememeknya memenuhi mulutku. Ia menggerak-gerakkan pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Yaahh. Teruss.. Oh.. Ooohh” aku menyedot kuat lobang vaginanya.&lt;br /&gt;“Ted.. Akukk ohh.. Keluuaarra.. Ssshhss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghentikan gerakannya, tapi aku terus menyedot-nyedot lobang memeknya dan hampir senmua cairan yang keuar masuk kemulutku. Kemudian dengan sisa-sisa tenaganya, kontolku kembali menjadi sasaran mulutnya. Aku sangat suka sekali dan menikmatinya. Kuakui, Varia merupakan wanita yang sangat pintar membahagiakan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varia terus menghisap dan menyedoti kontolku sembari mengocok-ngocoknya. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Varia.. Teruss.. Teruss..” rintihku menahan sejuta kenikmatan. Varia terus mempercepat gerakan kepalanya.&lt;br /&gt;“Au.. Varia.. Aku.. Keluuarr.. Oh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Croott.. Croott.. Croot..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maniku tumpah ke dalam mulutnya. Sementara varia seakan tidak merelakan setetespun air maniku meleleh keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih sayang..” ucapku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa puas.. Ia mengecup bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ted.. mungkinkah selamanya kita bisa seperti ini. Aku sangat puas dengan pelayananmu. Aku tidak ingin perbuatan ini kau lakukan dengan wanita lain. Aku sangat puas. Biarlah aku saja yang menerima kepuasan ini.” Aku hanya terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, aku sering meniduri di kamarnya, selalu dalam keadaan telanjang bulat, terkadang dia juga tidur di dalam kamar kostku, tentu saja dengan mengendap-endap. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, aku tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Varia mengulum penisku. Di kala pagi, penisku selalu ereksi, diemut-emutnya penisku yang ereksi itu, sementara aku dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, terkadang aku jilat kemaluannya karena gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-2049657846256776863?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/2049657846256776863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/janda-muda-yang-menggemaskan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/2049657846256776863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/2049657846256776863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/janda-muda-yang-menggemaskan.html' title='Janda Muda Yang Menggemaskan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1786781193638779781</id><published>2009-10-06T22:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T22:44:34.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Ngentot Memek Sempit Perawan 3GP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SswqlgM-hMI/AAAAAAAAA6c/CGBqjcCFPqM/s1600-h/memeksempit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SswqlgM-hMI/AAAAAAAAA6c/CGBqjcCFPqM/s320/memeksempit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389729677843530946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Film Bokep&lt;/a&gt;nya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/268505307/M3m3Q_Y6_S3mPiT.flv"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1786781193638779781?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1786781193638779781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ngentot-memek-sempit-perawan-3gp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1786781193638779781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1786781193638779781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ngentot-memek-sempit-perawan-3gp.html' title='Ngentot Memek Sempit Perawan 3GP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SswqlgM-hMI/AAAAAAAAA6c/CGBqjcCFPqM/s72-c/memeksempit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-5942723492070151971</id><published>2009-10-06T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T22:29:41.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Nikmatnya Tubuh Tante Linda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg-degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayyoo lagi ngapain kamu De?”&lt;br /&gt;“Aah, nggak Tante lagi main komputer”, jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.&lt;br /&gt;“Ada apa sih Tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.”&lt;br /&gt;“Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan”, jawabku.&lt;br /&gt;“Tapi jangan lama-lama yah”, kata Tante Linda lagi.&lt;br /&gt;Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuurr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi ngapain sih kamu De?”&lt;br /&gt;“Ah nggak Tante..”&lt;br /&gt;Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.&lt;br /&gt;“Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”&lt;br /&gt;“Ah nggak Tante biasa aja”, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut kamu Tante seksi nggak De?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Wah seksi sekali Tante”, kataku.&lt;br /&gt;“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.&lt;br /&gt;“Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.” kataku.&lt;br /&gt;“Ah masa sih?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Iya bener Tante, sumpah..” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,&lt;br /&gt;“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?”&lt;br /&gt;“Mmaauu Tante..” Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.&lt;br /&gt;“Wahh barang kamu gede juga ya De..” katanya.&lt;br /&gt;“Ah Tante bisa aja deh.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya..” kataku.&lt;br /&gt;“Ah nakal kamu yah De”, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.&lt;br /&gt;“Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh”, kataku.&lt;br /&gt;“Ah yang bener nih?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Iya Tante.. ehh, eehh saya boleh pegang itu Tante nggak?” kataku.&lt;br /&gt;“Pegang apa?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Pegang itu tuh..” kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.&lt;br /&gt;“Ah boleh aja kalo kamu mau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.&lt;br /&gt;“Ahh.. arghh enak De.. kamu nakal yah”, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.&lt;br /&gt;“Loh kok dilepas sih De?”&lt;br /&gt;“Ah, takut Tante marah”, kataku.&lt;br /&gt;“Ooohh nggak sayang.. kemari deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas buah dadanya. “Aaarrhh.. sshh”, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. “Ahh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahh.. arhh.”&lt;br /&gt;“Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Oohh silakan sayang”, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. “Aahh.. arghh..” lagi-lagi Tante mengerang-erang keenakan. “Teruss.. teruss sayang.. ahh enak sekali..” lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. “Aahh buka saja sayang.. jangan malu-malu.. ahh..” nafas Tante Linda terengah-engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan-pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. “Aahrrh.. sshh.. enak De.. enak sekali”, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. “Aahh.. sshh come on baby.. give me more, give me more.. ohh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, “Oohh aahh.. Tante sudah keluar sayang.. ahh”, sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. “Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh..” sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. “Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku. “Sekarang giliran Tante sayang.. Tante akan buat kamu merasakan &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;nikmatnya tubuh Tante&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. “Aahh.. shh,”, rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin blingsatan.&lt;br /&gt;“Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?”&lt;br /&gt;“Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang..”&lt;br /&gt;“Aahh kamu emang pandai muji orang De..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. “Wahh batang kemaluanmu besar sekali De.. nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule”, Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.&lt;br /&gt;“Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.”&lt;br /&gt;“Iiiya Tante”, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit keenakan, “Aahh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya..” lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. “Aahh.. shh.. aoh.. oohh pelan-pelan sayang.. terus-terus.. ahh”, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. “Aahh argghh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. “Uuaahh..” sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. “Ooohh shh sayang.. enak sekali oohh yess.. oohh good.. ooh yes..” mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, “Aahh.. cepat sayang Tante mau keluar ahh”, tubuh Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojok-rojok lubang kemaluan Tante Linda. “Aahh.. shhss.. yess”, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahh kamu memang bener-bener hebat De.. Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar.”&lt;br /&gt;“Iiya Tante.. bentar lagi juga Ade keluar nih..” sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.&lt;br /&gt;“Ahh enak sekali Tante.. ahh..”&lt;br /&gt;“Terusin sayang.. terus.. ahh.. shh”, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok-rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.&lt;br /&gt;“Aauwh pelan-pelan sayang ahh.. yes.. ahh good.”&lt;br /&gt;“Aduh Tante, bentar lagi keluar nih..” kataku.&lt;br /&gt;“Aahh Ade sayang.. keluarin di dalam aja yah sayang.. ahh.. Tante mau ngerasin.. ahh.. shh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang..”&lt;br /&gt;“Iiiyyaa.. Tante..” lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.&lt;br /&gt;“Aahh.. ohh ahh.. sshh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahh”, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. “Ah Tante juga mau keluar lagi ahh.. shh..” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. “Seerr.. serr.. crot.. crot..” “Aahh enak sekali Tante.. ahh harder.. harder.. ahh Tante..” Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang jagoan De..” Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku ini bisa jadi bahan bagi anda yang suka bersenggama dengan tante-tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-5942723492070151971?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/5942723492070151971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/nikmatnya-tubuh-tante-linda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5942723492070151971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5942723492070151971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/nikmatnya-tubuh-tante-linda.html' title='Nikmatnya Tubuh Tante Linda'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-6354799774455443213</id><published>2009-10-05T18:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T18:54:40.706-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Teman Lesbi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Setelah percumbuanku dengan tante Layla dan tante Dewi, aku ingin melakukannya lagi. Aku berharap kedua tante tersebut datang lagi ke rumahku pada saat sepi. Harapanku tinggal harapan sampai pada pertengahan bulan Mei tahun 2000 lalu aku melakukannya lagi, meskipun bukan dengan tante Layla dan tante Dewi. Aku melakukannya lagi dengan temanku sendiri yang bernama Chintya.&lt;br /&gt;Saat itu aku, Chintya dan beberapa teman yang lain mengadakan kegiatan camping di sebuah lereng gunung. Setelah mendirikan tenda, aku dan Chintya mencari air sekalian mandi di sungai yang berada beberapa meter ke bawah dari tempat camping itu. Kami berdua sama-sama memakai celana jeans dan kaos oblong putih sambil berkalungkan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu aku sudah lupa dengan kejadian yang kuceritakan di “AKU DAN TANTE-TANTE”. Aku ingat lagi ketika Chintya terjatuh masuk ke air. Pakaiannya basah sehingga bagian dalam tubuhnya kelihatan. Dia memakai BH hitam. Aku terangsang dengan keadaannya. Aku lalu menolongnya dan pura-pura terjatuh tepat di hadapannya. Dia lalu mencipratkan air ke tubuhku. Kuajak dia mandi sekalian dan diapun mau. Dia lalu naik ke atas batu dan melepas kaos dan celananya. Kemudian dia duduk bersimpuh dan mengambil sabun yang ada di saku celananya. Posisiku waktu itu berada di belakangnya. Aku semakin terangsang melihatnya hanya memakai pakaian dalam sedang menyabuni tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cepat-cepat melepas pakaianku dan kusisakan CD-ku, kuhampiri dia dan dari belakang aku melepas BH-nya. Dia tidak menolak ketika tanganku mengambil sabun dari tangannya. Aku lalu menyabuni kedua payudaranya yang sama besar dengan punyaku dari belakang sambil meremasnya. Dia membalikkan tubuhnya. Aku jadi leluasa menyabuni tubuhnya. Rupanya dia merasa aku tidak adil. Ketika aku meremas payudara kirinya dia mengambil busa sabun yang ada di payudara kanannya kemudian diusapnya kedua payudaraku. Aku memotong sabun itu dan kuberikan potongannya ke Chintya. Sekarang kami saling menyabuni kedua payudara. Kuberanikan diri mencium bibirnya. Dia membalasnya dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan sambil kucium, dia kurebahkan di atas batu dan kuratakan sabunnya ke seluruh tubuhnya bagian atas sampai busanya hilang. Demikian juga dengan apa yang dilakukan pada tubuhku. Sekarang tubuh kami berdua sudah kering dari busa dan kutindih dia sehingga kedua payudara kami saling menempel. Kami terguling dan posisi Chintya sekarang di atasku. Dia lalu berdiri dan cepat-cepat aku dari belakang memeluknya. Aku mendesah ketika kedua payudaraku menempel di punggungnya. Tanganku meremas kedua payudaranya dan turun ke bawah masuk ke dalam CD-nya. Tetapi dia kurang suka dengan sikapku ini sehingga dia menarik tanganku kembali dan melepaskan diri dari pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemudian turun ke air dan kuikuti dia. Kuajak dia melanjutkan permainan yang tertunda di dalam air. Dia tidak mau dan mendorongku. Aku tidak memaksanya. Ketika dia mandi aku juga mandi. Sendiri-sendiri. Malamnya, dia tidur berdua setenda denganku. Kebetulan malam itu dinginnya sampai ke tulang. Meskipun kami sudah memakai pakaian hangat plus berselimutan. Ketika itu kami tidur saling berhadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun dan pikiran gilaku muncul lagi. Kusingkirkan selimut. Kemudian perlahan-lahan kuturunkan retsliting jaketnya. Aku kaget dia ternyata hanya memakai BH di dalamnya. Dia rupanya terbangun juga dan tidak menolak ketika kulepas jaketnya. Bahkan dia melepas jaketku sehingga kedua payudaraku yang tadi kututupi jaket sekarang sudah telanjang. Dia melentangkanku dan &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;dihisapnya kedua payudaraku&lt;/a&gt; bergantian. Aku merasakan kehangatan. Mulutnya kemudian naik dan mencium bibirku sambil dia melepas BH-nya. Aku lalu meremas kedua payudaranya begitu juga dengannya. Kemudian di tidur di atasku dan berpelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bergulingan ke atas ke bawah sampai kami tidak merasakan kedinginan lagi bahkan berkeringat. Vaginaku mulai basah sehingga ketika dia di bawahku aku lalu duduk dan melepas retsliting celananya. Dia mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh dan langsung dipeluknya sambil dia berkata bahwa dia tidak mau bertindak lebih jauh lagi. Aku memakluminya dan kami akhirnya tidur berpelukan sampai pagi dan tidak merasakan dingin lagi. Keesokan harinya rombongan kami pulang kembali ke kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, aku yang tidak dapat menahan nafsu untuk bercumbu lagi datang ke tempat kostnya. Kulihat di balik kaos putih tipisnya dia tidak mengenakan BH. Kutanya kenapa dia tidak memakai BH. Dia menjawab bahwa BH-nya basah semua. Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Aku duduk mendekatinya dan kuremas kedua payudaranya. Dia mendesah yang kusambut dengan ciuman di bibirnya. Dia mendorongku dan memintaku untuk tidak kurang ajar. Aku takut dia akan menjerit dan terdengar dari luar kamar kostnya. Tapi dia kelihatanya juga kasihan padaku. Sambil dia melepas kaosnya dia mengijinkanku mencumbunya untuk yang terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu tidur dan aku mulai melepas seluruh pakaianku. Ketika aku ingin melepas CD, dia melarangnya. Aku turuti larangannya. Kemudian kucium bibirnya sambil kuremas kedua payudaranya. Dia juga meremas kedua payudaraku dan salah satu tangannya kemudian turun ke bawah ke pantatku dan diremasnya pantatku. Aku disuruhnya berdiri dan dia dari belakang memelukku dan tangan kirinya meremas kedua payudaraku bergantian sedangkan tangan kanannya masuk ke CD-ku. Jarinya masuk ke vaginaku yang sudah basah serta mengocok vaginaku perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemudian berlutut di hadapanku dan melepas CD-ku. Dijilatinya vaginaku yang sudah basah. Salah satu tanganku menekan kepalanya dan tanganku yang satunya lagi meremas kedua payudaraku sendiri bergantian. Aku mendesah berkali-kali ketika jarinya mengocok vaginaku sambil dijilatinya cairan yang keluar dari vaginaku. Mulutnya kemudian naik ke atas dan menghisap kedua payudaraku sedangkan kedua tangannya melepas CD-nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mulutnya naik ke atas lagi dan mencium bibirku yang juga kubalas dengan jilatan lidah. Sedangkan kedua vagina kami yang basah saling menempel. Tangannya menekan pantatku sehingga kami berpelukan sambil berciuman, berjilat-jilatan, kedua payudara dan vagina saling menempel ditambah dengan jarinya yang keluar masuk ke pantatku yang kubalas dengan jariku yang juga keluar masuk ke pantatnya. Aku tidak mengira Chintya akan sejauh ini. Aku menikmatinya sampai beberapa menit sampai kami terkulai lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pengalamanku bercumbu dengan Chintya meskipun kemudian dia tidak mau lagi bercumbu denganku. Dia katanya mau hidup normal dan hanya menganggapku sebagai teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-6354799774455443213?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/6354799774455443213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/teman-lesbi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6354799774455443213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/6354799774455443213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/teman-lesbi.html' title='Teman Lesbi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-89793026104707407</id><published>2009-10-05T18:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T18:50:51.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Adegan Mesum SMA 6 Kediri Video Bokep 3GP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsqicsMqcFI/AAAAAAAAA2c/IQTQ0MxRga4/s1600-h/sma6kediri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsqicsMqcFI/AAAAAAAAA2c/IQTQ0MxRga4/s320/sma6kediri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389298517886529618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adegan mesum yang dilakoni oleh sepasang pelajar SMA dalam video berjudul SMA 6 tersebut, direkam pada siang hari di sebuah kedai lesehan di tengah perkebunan. Tempat tersebut diduga berada di sekitar Gunung Klotok, dimana terlihat banyak berdiri warung-warung kecil serupa bila diamati secara seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOWNLOAD &lt;a href="http://rapidshare.com/files/289185721/SMA_6_Kediri_.3gp"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-89793026104707407?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/89793026104707407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/adegan-mesum-sma-6-kediri-video-bokep.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/89793026104707407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/89793026104707407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/adegan-mesum-sma-6-kediri-video-bokep.html' title='Adegan Mesum SMA 6 Kediri Video Bokep 3GP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsqicsMqcFI/AAAAAAAAA2c/IQTQ0MxRga4/s72-c/sma6kediri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-882658080609504827</id><published>2009-10-04T18:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T18:12:35.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Eksekuseks Mel Gadis Montok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SslHv4qk9vI/AAAAAAAAAxE/EpaM08FZOe0/s1600-h/eksekuseksnonamel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SslHv4qk9vI/AAAAAAAAAxE/EpaM08FZOe0/s320/eksekuseksnonamel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388917317115901682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Download Video Bokep&lt;/a&gt;nya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/272700883/Ekse_Mel.3GP"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-882658080609504827?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/882658080609504827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/eksekuseks-mel-gadis-montok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/882658080609504827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/882658080609504827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/eksekuseks-mel-gadis-montok.html' title='Eksekuseks Mel Gadis Montok'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SslHv4qk9vI/AAAAAAAAAxE/EpaM08FZOe0/s72-c/eksekuseksnonamel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1413212830582338355</id><published>2009-10-04T18:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T18:06:32.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 Tahun'/><title type='text'>Cerita Panas Seorang Lesbi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Setelah percumbuanku dengan Chintya, dia hidup normal dan hanya menganggapku sebagai teman. Sehingga aku kehilangan tempat untuk memenuhi hasrat seksualku. Sejak itu aku sering mengkhayal sedang bercumbu dengan artis-artis nasional yang mempunyai payudara sensual. Yang paling aku senangi adalah berkhayal bercumbu dengan Cut Keke di kamar mandi.&lt;br /&gt;Suatu hari di awal bulan Juli tahun 2000 lalu di rumahku kebetulan sepi. Sore itu ibuku sedang pergi ke luar kota dan ayahku sedang kerja di kantornya. Kuundang kedua temanku yang juga sering kukhayalkan bercumbu denganku. Ambar dan Ully. Mereka berdua sama-sama mempunyai payudara yang sama besarnya dengan punyaku. Kami lalu bertiga menonton VCD yang sengaja kuputar film porno yang kupinjam dari sebuah rental. Kami bertiga duduk berdampingan di kursi sofa. Ambar di sebelah kiriku dan Ully di sebelah kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu adegan kedua baru mulai vaginaku sudah terasa basah dan tanganku masuk ke celana jeans pendek ketatku. Kebetulan aku sengaja tidak memakai CD sehingga jariku langsung masuk ke vaginaku dan menggeseknya. Ambar melihat perbuatanku dan tangannya juga ikut masuk ke vaginanya sendiri. Tanganku lalu meremas kedua payudaranya yang masih dilapisi kaos oblong yang dikenakannya. Dia tidak menolak dan bibirnya mencium bibirku serta tangannya meremas juga kedua payudaraku. Kami saling meremas dan lidah kami saling menjilat di dalam kehangatan ciuman. Ully yang berada di belakangku bergabung dengan menempelkan kedua payudaranya ke punggungku. Lalu Ambar kutidurkan dan kulepas kaos yang kukenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kutindih dia sambil kuciumi wajahnya. Ully melepas BH-ku dari belakang sehingga aku melepaskan ciuman dari wajah Ambar. Aku akan membalik untuk mencium Ully, tetapi dia dari belakang meremas kedua payudaraku yang sudah telanjang dan tangan Ambar melepas retsluiting celana jeans pendek ketatku. Jarinya berusaha masuk ke vaginaku yang bertambah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba telepon yang ada di rumahku berdering. Aku tanpa memakai pakaian yang tadi dilepas bangkit ke meja telepon. Ternyata telepon dari ayahku yang mengabarkan bahwa dia tidak pulang karena ada urusan. Aku merasa senang dan berencana mengajak Ambar dan Ully menginap di rumahku. Aku meletakkan gagang telepon dan menuju ke kursi sofa. Kulihat Ambar dan Ully sudah sama-sama hanya memakai pakaian dalam saling berciuman dan mencoba melepas BH yang dikenakan. Kukejutkan mereka dan kukatakan bahwa pemainan ini terpaksa harus berhenti sementara. Mereka kuminta pulang dulu dan kusuruh datang pukul 8 malam untuk melanjutkan permainan. Mereka setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya Ully datang pertama kali. Karena aku tidak sabar begitu dia masuk dan aku menutup pintu, aku memeluknya dari belakang dan kuremas kedua payudaranya. Kudengar bel pintu. Aku melepaskan pelukanku dan kusuruh Ully langsung ke kamar. Aku membuka pintu dan ternyata Ambar telah datang. Langsung saja kami masuk kamar. Kulihat Ully sudah tinggal memakai pakaian dalam saja sedang tiduran di tempat tidur. Kusuruh Ambar untuk mencumbunya dulu. Ambar langsung melepas pakaiannya dan ternyata dia tidak mengenakan BH hanya memakai kaos singlet dan CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menghampiri Ully dan mendudukkannya. Dia lalu mencium Ully dan tangannya melepas BH yang dikenakan Ully. Sedangkan Ully melepas kaos singlet yang dikenakan Ambar dan aku yang berdiri hanya memakai gaun tidur tanpa pakaian dalam langsung terangsang. Kulepas gaun tidurku. Ambar yang melihatku langsung turun dari tempat tidur diikuti Ully. Ambar mendorongku sampai ke tembok lalu mencium bibirku dan meremas payudara kiriku. Sedangkan Ully jongkok di samping kakiku dan kaki Ambar lalu menjilati vaginaku yang basah sambil tidak lupa tangan kirinya &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;meremas kedua payudara&lt;/a&gt; Ambar dan tangan kanannya meremas payudara kananku. Aku merasakan kenikmatan yang tiada duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit Ambar dan Ully menjamah tubuhku dan aku sudah merasakan lemas, mereka berdua saling berpelukan dan saling menempelkan vaginanya. Mereka mendesah bersama-sama. Setelah itu Ambar melepas pelukannya dan lalu naik ke tempat tidur. Dia tidur telentang dan Ully menindihnya sambil menciumnya. Tangannya masuk ke vagina Ambar dan mengocoknya perlahan-lahan. Mulutnya perlahan-lahan turun ke vaginanya. Sambil jarinya mengocok vagina Ambar mulutnya juga menjilatinya. Aku yang sudah bergairah lagi ikut bergabung dengan mencium bibirnya yang kelihatannya akan mengeluarkan desahan. Kucium dan kujilat lidahnya. Dia membalas sambil tangannya menarik tanganku agar meremas kedua payudaranya. Kuremas kedua payudaranya dan tangannya juga meremas kedua payudaraku. Ambar ternyata dapat bertahan lebih lama dariku dari jamahanku dan Ully.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang giliran Ully. Ully tidur telentang dan payudara kirinya dihisap oleh Ambar dan payudara kanannya kuhisap. Dia mendesah dan kedua tangannya juga membalas dengan meremas kedua payudaraku dan kedua payudara Ambar secara bergantian. Jariku dan jari Ambar lalu masuk ke vagina Ully dan mengocoknya perlahan-lahan. Ully ternyata akan mendesah lebih keras lagi sehingga bibirku dan bibir Ambar berebutan untuk menahannya. Bibir kami berdua akhirnya berciuman sambil jari kami berdua kami keluarkan dari vagina Ully dan naik ke atas berebutan kedua payudara Ully. Kami berdua meremas kedua payudara Ully dan ciuman kami turun ke bawah dan menjilati vagina Ully. Ully ternyata kalah dariku dalam bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beristirahat sebentar kami melanjutkannya lagi. Aku tidur di tengah berhadapan dengan Ully dan Ambar berada di belakangku. Kami mulai lagi dari awal dan tidak lupa bergantian posisi tengah, depan, belakang. Kami bercumbu sampai sekitar pukul 3 dini hari. Setelah itu kami tertidur pulas karena kelelahan. Dengan posisi aku dipeluk Ambar dari depan dan Ully dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya aku terbangun dan kulihat Ambar dan Ully sudah tidak ada di tempat tidur. Kudengar desahan-desahan dari dalam kamar mandi. Aku bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Kulihat Ambar dan Ully duduk berhadapan di bath tub yang penuh dengan busa sabun. Mereka berdua yang tubuhnya penuh dengan busa sabun sedang saling meremas kedua payudara mereka. Aku lalu berdiri di bawah pancuran dan kuhidupkan kran. Ambar bangkit dari bath tub dan menutup kran pancuran. Dia lalu berdiri dibelakangku dan mengambil body shower. Diusapkannya body shower ke kedua payudaraku dari belakang dan kemudian meremas-remas kedua payudaraku. Aku membalik tubuhku dan membalas meremas kedua payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu meratakan body shower ke seluruh tubuhku kemudian memeluk tubuhku. Kemudian tangannya membuka kran pancuran lagi. Kami berdua saling melepaskan pelukan dan saling membilas tubuh kami dan juga meremas kedua payudara serta beberapa bagian tubuh yang lain. Setelah kami berdua bersih dari sabun dan busanya, Ambar mematikan kran pancuran dan keluar dari kamar mandi sambil menggaet handuk. Aku masih berdiri dan melihat Ully yang tidur di bath tub yang airnya sudah kering tinggal busa sabun yang menempel di tubuhnya. Kulihat kedua payudaranya dan lalu kuremas. Setelah itu kutindih tubuhnya dan kami pindah posisi. Aku sekarang di bawah dia di atas dan duduk dengan posisi kedua vagina kami saling menempel. Dia meremas-remas kedua payudaraku. Kemudian dia mengusap seluruh tubuhku dengan busa sabun yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia menindihku dan membuka kran bath tub. Kami berdua saling membilas tubuh kami dan juga meremas kedua payudara serta beberapa bagian tubuh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku lebih dulu keluar dari kamar mandi setelah menghanduki tubuhku. Aku keluar dengan telanjang karena handuknya dipakai oleh Ully. Ambar ternyata tidak berada di kamar. Aku keluar dan kulihat Ambar dengan melilitkan handuk di tubuhnya sedang berjalan ke arahku sambil membawa secangkir kopi. Kusongsong dia dan kucium dia sambil tanganku meraih cangkir dari tangannya. Kuletakkan cangkir ke meja yang ada di sebelah kami berdiri dan tanganku lalu melepas handuk yang dikenakan Ambar. Kupeluk dia bersamaan dengan pelukan Ully dari belakang. Aku ingin mulai dari awal lagi tetapi kudengar klakson mobil. Kami bertiga berhamburan cepat-cepat memakai kembali pakaian. Ternyata ayahku yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kami tidak melanjutkan percumbuan karena ayahku seharian di rumah. Ambar dan Ully juga pulang ke kostnya masing-masing. Tetapi di hari-hari selanjutnya kami bertiga bercumbu kembali. Entah di rumahku pada saat sepi atau di tempat kost Ambar atau di tempat kost Ully. Tapi sejak awal bulan Agustus tahun 2000 lalu Ully telah mempunyai pasangan cewek baru yang masih muda dan memutuskan berpisah denganku dan Ambar. Perpisahan dirayakan dengan bercumbu semalam suntuk antara aku, Ambar, Ully dan ceweknya. Sejak itu aku hanya bercumbu dengan Ambar. Begitulah pengalamanku bercumbu dengan sesama wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1413212830582338355?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1413212830582338355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/cerita-panas-seorang-lesbi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1413212830582338355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1413212830582338355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/cerita-panas-seorang-lesbi.html' title='Cerita Panas Seorang Lesbi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-5756407847768480161</id><published>2009-10-02T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T17:07:59.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Serly Yang Doyan ML</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsaVoHcu94I/AAAAAAAAAuc/yFrGjEr3ATY/s1600-h/serlydaunmuda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsaVoHcu94I/AAAAAAAAAuc/yFrGjEr3ATY/s320/serlydaunmuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388158520622249858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Bokep&lt;/a&gt;nya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/277708761/serly.avi"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ato&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;http://www.4shared.com/file/131397226/25e483bb/serly.html%3Cbr%20/%3E&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-5756407847768480161?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/5756407847768480161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/serly-yang-doyan-ml.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5756407847768480161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5756407847768480161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/serly-yang-doyan-ml.html' title='Serly Yang Doyan ML'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsaVoHcu94I/AAAAAAAAAuc/yFrGjEr3ATY/s72-c/serlydaunmuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-5030855101555213785</id><published>2009-10-02T16:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T17:01:49.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 Tahun'/><title type='text'>Ku Nikmati Tubuh Teman Adikku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Pertama kali aku mengenal hubungan sexual yang sebenarnya terjadi pada saat adik perempuanku memperkenalkan kepadaku seorang teman wanitanya. Sejak pertama kali aku melihat, memang aku sangat tertarik pada wanita ini, sebut saja namanya Nuke. Suatu saat Nuke datang ke rumahku untuk bertemu dengan adikku yang kebetulan tidak berada di rumah. Karena sudah akrab dengan keluargaku, meskipun di rumah aku sedang seorang diri, kupersilakan Nuke masuk dan menunggu.&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba ada pikiran nakal di otakku untuk nekat mendekati Nuke, meskipun rasanya sangat tidak mungkin. Setelah berbasa-basi seperlunya, kutawarkan dia untuk kuputarkan Blue Film. Mulanya dia menolak karena malu, tapi penolakannya kupikir hanya basa-basi saja. Dengan sedikit ketakutan akan datangnya orang lain ke rumahku, aku putarkan sebuah blue film, lalu kutinggalkan dia menonton seorang diri dengan suatu harapan dia akan terangsang. Benar saja pada saat aku keluar dari kamar, kulihat wajah Nuke merah dan seperti menahan getaran. Aku mulai ikut duduk di lantai dan menonton blue film tersebut. Jantungku berdegup sangat keras, bukan karena menonton film tersebut, tapi karena aku sudah mulai nekat untuk melakukannya, apapun resikonya kalau ditolak.&lt;br /&gt;Kubilang pada Nuke, “Pegang dadaku.., rasanya deg-degan banget”, sambil kutarik tangannya untuk memegang dadaku. Dalam hitungan detik, tanpa kami sadari, kami telah berciuman dengan penuh nafsu. Ini pengalaman pertamaku berciuman dengan seorang perempuan, meskipun adegan seks telah lama aku tahu (dan kuinginkan) dari berbagai film yang pernah kutonton. Mulutnya yang kecil kukulum dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh rasa takut, tanganku mulai merayap ke bagian dadanya. Ternyata Nuke tidak marah, malah kelihatan dia sangat menikmatinya. Akhirnya kuremas-remas buah dadanya dengan lembut dan sedikit menekan. Tanpa terasa kami sudah telanjang bulat berdua di tengah rumah. Setelah puas aku mengulum puting susu dan meremas-remas buah dadanya, mulutku kembali ke atas untuk mencium dan mengulum lidahnya. Sebentar kemudian malah Nuke yang turun menciumi leher kemudian dadaku. Tapi sesuatu yang tak pernah kubayangkan akan dilakukan seorang Nuke yang usianya relatif masih sangat muda, ia terus turun menciumi perut sambil mulai &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;meremas-remas kemaluanku&lt;/a&gt;. Aku sudah sangat terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mataku hampir saja keluar ketika mulutnya sampai pada batang kemaluanku. Rasanya nikmat sekali. Belum pernah aku merasakan kenikmatan yang sedemikian dahsyat. Ujung kemaluanku kemudian dikulum dengan penuh nafsu. Nampak luwes sekali dia menciumi kemaluanku, aku tidak berpikir lain selain terus menikmati hangatnya mulut Nuke di kemaluanku. Kupegang rambutnya mengikuti turun naik dan memutarnya kepala Nuke dengan poros batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama kemaluanku di lumatnya, aku merasakan sesuatu yang sangat mendesak keluar dari kemaluanku tanpa mampu kutakah lagi. Kutahan kepalanya agar tak diangkat pada saat spermaku keluar dan dengan menahan napas aku mengeluarkan spermaku di mulutnya. Sebagian langsung tertelan pada saat aku ejakulasi, selebihnya ditelan sebagian-sebagian seiring dengan keluarnya spermaku tetes demi tetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertidur pulas tanpa ingat lagi bumi alam. Kurang lebih sepuluh menit kemudian aku terbangun. Aku sangat kaget begitu kulihat tepat dimukaku ternyata kemaluan Nuke. Rupanya pada saat aku tertidur, Nuke terus menjilati kemaluanku sambil menggesek-gesekan kemaluannya pada mulutku. Meskipun awalnya aku takut untuk mencoba menjilati kemaluannya, tapi karena akupun terangsang lagi, maka kulumat kemaluannya dengan penuh nafsu. Aku segera terangsang kembali karena pada saat aku menciumi kemaluan Nuke, dia dengan ganas mencium dan menyedot kemaluanku dengan kerasnya. Aku juga kadang merasakan Nuke menggigit kemaluanku dengan keras sekali, sampai aku khawatir kemaluanku terpotong karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas aku menjilati kemaluannya, aku mulai mengubah posisiku untuk memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Tapi dia menolak dengan keras. Ternyata dia masih perawan dan minta tolong padaku untuk tidak membimbingnya supaya aku memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Terpaksa aku menjepitkan kemaluanku di payudaranya yang besar dan ranum. Sambil kugerakkan pantatku, ujung kemaluanku di kulum dan dilepas oleh Nuke. Aku tidak mampu menahan aliran spermaku dan menyemprot pada muka dan rambutnya. Aku melihat seberkas kekecewaan pada raut wajahnya. Saat itu aku berpikir bahwa dia takut tidak mencapai kepuasan dengan keluarnya spermaku yang kedua. Tanpa pikir panjang aku terus turun ke arah kemaluannya dan menjilati dengan cepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku sudah tidak bernafsu lagi, kujilati kemaluannya sambil berhitung untuk supaya aku terus mampu menjilati dalam keadaan tidak bernafsu sama sekali. Pada hitungan ke 143 lidahku menjilati kemaluannya (terakhir clitorisnya), dia mengerang dan menekan kepalaku dengan keras dan menjerit. Dia langsung tertidur sampai aku merasa ketakutan kalau-kalau ada orang datang. Kugendong Nuke ke tempat adikku dalam keadaan tertidur dan kupakaikan baju, lalu kututup selimut, lantas aku pergi ke rumah temanku untuk menghindari kecurigaan keluargaku. Inilah pengalaman pertamaku yang tak akan pernah aku lupakan. Aku tidak yakin apakah akan kualami kenikmatan ini lagi dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-5030855101555213785?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/5030855101555213785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ku-nikmati-tubuh-teman-adikku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5030855101555213785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/5030855101555213785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/ku-nikmati-tubuh-teman-adikku.html' title='Ku Nikmati Tubuh Teman Adikku'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1678663639545512430</id><published>2009-10-01T19:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T20:01:35.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Tubuh Sintal Montok Tante Girang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Nama saya Dodi. Sekarang saya masih kuliah di Universitas dan Fakultas paling favorit di Yogyakarta. Saya ingin menceritakan pengalaman saya pertama kali berkenalan dengan permainan seks yang mungkin membuat saya sekarang haus akan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya masih sekolah di salah satu SMP favorit di Yogyakarta. Hari itu saya sakit sehingga saya tidak bisa berangkat sekolah, setelah surat ijin saya titipkan ke teman terus saya pulang. Ketika sampai di rumah Papa dan Mama sudah pergi ke kantor dan Mama pesan supaya saya istirahat saja di rumah dan Mama sudah memanggil Tante Vida untuk menjaga saya. Tante Vida waktu itu masih sekolah di sekolah perawat. Sehabis minum obat, mata saya terasa mengantuk. Ketika mau terlelap Tante Vida mengetuk kamarku.&lt;br /&gt;Dia bilang, “Dod, sudah tidur?”&lt;br /&gt;Saya jawab dari dalam, “Belum, tante!”&lt;br /&gt;Tante Vida bertanya, “Kalau belum boleh tante masuk.”&lt;br /&gt;Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Vida. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Vida dengan pakaian gitu merasa keder juga. Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, “Dod, kamu mau saya ajari permainan nggak Dod?” Tanpa pikir panjang, saya jawab, “Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dodi baru sakit gini kok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Vida berkata, “Namanya permainan kenikmatan, tapi mainnya harus di kamar mandi. Yuk” Sambil Tante Vida menggandeng tanganku masuk ke kamar mandi saya. Saya sih mau-mau saja. Kemudian mulai dia melorotkan celana saya sambil berkata, “Wah, burungmu untuk anak SMP tergolong besar Dod.” Tante Vida terkagum-kagum. Waktu itu saya cuma cengengesan saja, lha wong hati saya deg-degan sekali waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dia mulai membasahi kemaluan saya dengan air, kemudian dia beri shampo, terus digosok. Lama-lama saya merasa kemaluan saya semakin lama semakin keras. Setelah terasa kemudian dia melucuti pakaiannya satu demi satu. Ya, tuhan ternyata &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;tubuhnya sintal banget&lt;/a&gt;. Payudaranya yang montok, dengan pentil yang tegang, pantat yang berisi dan sintal kemudian vaginanya yang merah muda dengan rambut kemaluan yang lebat. Kemudian dia berjongkok, setelah itu dia mengulum penis saya, dadanya yang montok ikut bergoyang. Dada dan nafasku semakin memburu. Saya cuma bisa memejamkan mata, aduh nikmatnya yang namanya permainan seks. Kemudian, saya nggak tahu tiba-tiba saja naluri saya bergerak. Tangan saya mulai meremas-remas dadanya, sementara tangan saya yang satu turun mencari liang vaginanya. Kemudian saya masukkan jari saya, dia meritih, “Akhh, Dodi!” Saya semakin panas, saya kulum bibirnya yang ranum, saya nggak peduli lagi. Setelah bibir, kemudian turun saya ciumi leher dan akhir saya kulum punting susunya. Dia semakin merintih, “Aakhh, Dodi terus Dod!” Saya nggak tahu berapa lama kami di kamar mandi, terus tahu-tahu dia sudah di atas saya. “Dodi sekarang tante kasih akhir permaianan yang manis, ya?” Dia meraih kemaluan saya yang sudah tegang sekali waktu itu. Kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Kami berdua sama-sama merintih, “Akhh! Lagi tante.. lagi tantee.” Terus dia mulai naik turun, sampai saya merasa ada yang meletus dari penis saya dan kami sama-sama lemas. Setelah itu kami mandi bersama-sama. Waktu mandi pun kami sempat mengulangi beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Vida pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan. Setelah Tante Vida menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda. Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi “Hiperseks” atau mungkin Tante Vida yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau. Nah, buat cewek-cewek atau tante-tante bermukim di Yogya yang sama-sama tegangan tinggi, kapan-kapan kita bisa saling berkenalan dan berhubungan. Mungkin kita bisa bermain seperti Tante Vida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1678663639545512430?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1678663639545512430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/tubuh-sintal-montok-tante-girang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1678663639545512430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1678663639545512430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/10/tubuh-sintal-montok-tante-girang.html' title='Tubuh Sintal Montok Tante Girang'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1477083339754046551</id><published>2009-09-30T22:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T23:00:37.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Desahan Nikmat Daun Muda Lagi ML</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsRFTzfKlKI/AAAAAAAAAs0/xbRsCqgYetk/s1600-h/ahuhahuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsRFTzfKlKI/AAAAAAAAAs0/xbRsCqgYetk/s320/ahuhahuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387507260782711970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download aja &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;desahan nikmat&lt;/a&gt; pasangan yang mesum ini &lt;a href="http://rapidshare.com/files/287071020/Ah_uhh_yank_aduhh_yank.avi"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1477083339754046551?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1477083339754046551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/desahan-nikmat-daun-muda-lagi-ml.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1477083339754046551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1477083339754046551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/desahan-nikmat-daun-muda-lagi-ml.html' title='Desahan Nikmat Daun Muda Lagi ML'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsRFTzfKlKI/AAAAAAAAAs0/xbRsCqgYetk/s72-c/ahuhahuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-3229996597645158754</id><published>2009-09-30T17:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T17:49:25.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17 Tahun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Bi Eha, Pembantu Binal Suka Ngentot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Bi Eha sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Hartono. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bi Eha merasa kerasan karena keluarga Tuan Hartono cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. Bi Eha sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Hartono yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun orang kampung, Bi Eha tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Hartono sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan hartono saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Bi Eha – janda yang sudah lama ditinggal suami – masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Hartono yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Eha merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Bi Eha kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu. Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Hartono dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Hartono tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Hartono yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Hartono yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Eha nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah. Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Eha hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mimpinya Bi Eha merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Hartono. Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. Tanpa sadar Bi Eha mengigau sambil membusungkan dadanya.&lt;br /&gt;“Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan Bi Eha memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Eha terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Hartono yang sedang mencumbuinya. Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bi Eha langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Hartono akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Hartono?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Andre, putra tunggal majikannya yang masih berumur 15 tahunan!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Den Andre?!” pekiknya sambil menahan suaranya.&lt;br /&gt;“Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Andre yang merah padam.&lt;br /&gt;Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.&lt;br /&gt;“Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin Andre..” katanya dengan suara memelas.&lt;br /&gt;Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Eha.&lt;br /&gt;“Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.&lt;br /&gt;“Andre.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;“Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliat-geliat.. ngghh.. Andre nggak tahan..” katanya kemudian.&lt;br /&gt;“Oohh.. Den Andre.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Eha.&lt;br /&gt;“Andre tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Andre ragu-ragu.&lt;br /&gt;“Tapi kenapa?” Tanya Bi Eha penasaran&lt;br /&gt;“Andre pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?&lt;br /&gt;“Kenapa Den Andre pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.&lt;br /&gt;“Andre sering ngebayangin Bibi.. juga.. ngghh.. anu..”&lt;br /&gt;“Anu apa?” desak Bi Eha makin penasaran.&lt;br /&gt;“Andre suka ngintip.. Bibi lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Eha yang sudah terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Eha dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Eha dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.&lt;br /&gt;“Boleh khan Bi?” kata Andre kemudian.&lt;br /&gt;“Boleh apa?” sentak Bi Eha mulai sewot.&lt;br /&gt;“Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Andre tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Eha.&lt;br /&gt;“Den Andre jangan kurang ajar begitu sama perempuan..,” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”&lt;br /&gt;“Kok Kang Ujang boleh? Nanti Andre bilangin lho..” kata Andre mengancam.&lt;br /&gt;“Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa..” kata Bi Eha panik.&lt;br /&gt;“Kalau gitu boleh dong Andre?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Eha berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Bi Eha lalu tersenyum kepada Andre seraya meraih tangannya.&lt;br /&gt;“Den Andre mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Andre ke atas buah dadanya.&lt;br /&gt;“Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre meremas kedua bukit kembar milik Bi Eha dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak nggak?” Tanya Bi Eha sambil melirik wajah anak itu.&lt;br /&gt;“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Bi Eha.&lt;br /&gt;Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia biarkan Andre meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. Andre mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Eha yang nampak meringis seperti menahan sesuatu.&lt;br /&gt;“Sakit Bi?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu.. terus sambil diremas.. uugghh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre mengikuti semua perintah Bi Eha. Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Andre dalam hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.&lt;br /&gt;Bi Eha terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Andre satunya lagi sudah mulai berani mengelus-elus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya. Perasaan Bi Eha seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu gerayangan tangan Andre di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tidak sampai-sampai. Akhirnya Bi Eha mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Eha memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur. “Tidak bebas”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yang terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tidak ditahan oleh Bi Eha.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa.. pegang aja.. pelan-pelan.. ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre semangat mendengar erangan Bi Eha yang begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Eha. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Eha melenguh. Andre meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di daerah itu membuat jari Andre mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.&lt;br /&gt;“Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Andre pinter!” desah Bi Eha mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus menyuruh Andre berbuat ini dan itu. Tangan Bi Eha mulai menggerayang ke tubuh Andre. Pertama-tama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.&lt;br /&gt;“Mmmpphh..”, desah Bi Eha begitu merasakan batang kontol anak itu sudah keras seperti baja.&lt;br /&gt;Ia melirik ke bawah dan melihat batang Andre mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini. Meski tidak sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Eha mengocok perlahan batang itu. Andre melenguh keenakan.&lt;br /&gt;“Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh!” pekik Andre perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bi Eha tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Eha semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang memeknya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar.. lalu.., Bi Eha merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkali-kali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;puncak kenikmatan&lt;/a&gt;. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Eha yang nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Andre menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Eha kesakitan.&lt;br /&gt;“Bi? Bibi kenapa? Nggak apa-apa khan?” tanyanya demikian polos.&lt;br /&gt;“Nggak sayang.. Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Andre,” demikian kata Bi Eha seraya menciumi wajah tampan anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh nafsu, bibir Andre dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayang ke sekujur tubuh anak muda ini. Andre senang melihat kegarangan Bi Eha. Ia balas menyerang dengan meremas-remas kedua payudara pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.&lt;br /&gt;“Aduh Den.. enak sekali. Den Andre pinter.. uugghh!” erang Bi Eha kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bi Eha benar-benar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Ia yakin Andre masih perjaka tulen. Bi Eha semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Andre hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapu-nyapu di sekitar kemaluan Andre. Melumat batang yang sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Andre berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Eha mempermainkan biji pelernya, kemudian melata-lata ke sekujur batang kemaluannya. Andre merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Andre merasa tak sanggup lagi menahan desakan yang akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Eha rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal batang kemaluan Andre sehingga tidak langsung menyembur.&lt;br /&gt;“Akh Bi.. kenapa?” Tanya Andre bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tiba-tiba tidak jadi.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak,” jawabnya seraya naik ke atas tubuh Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Eha mengarahkan batang kontol Andre persis ke arah liang memeknya. Perlahan-lahan tubuh Bi Eha turun sambil memegang kontol Andre yang sudah mulai masuk.&lt;br /&gt;“Uugghh.. enak nggak Den?”&lt;br /&gt;“Aduuhh.. Bi Eha.. sedaapphh..!” pekiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre merasakan batang kontolnya seperti disedot liang memek Bi Eha. Terasa sekali kedutan-kedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Eha tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri mengimbangi tusukan kontol Andre.&lt;br /&gt;“Auugghh Deenn..uueennaakk!” jerit Bi Eha seperti kesetanan.&lt;br /&gt;“Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.&lt;br /&gt;“Bi.. saya mau keluaarr..” Jeritnya.&lt;br /&gt;“Iya Den.. ayo.. keluarin aja. Bibi juga mau keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal-sengal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang memek Bi Eha dengan tusukan bertubi-tubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Eha erat-erat, Andre menyemburkan cairan kentalnya berkali-kali.&lt;br /&gt;“Crot.. croott.. crott!”&lt;br /&gt;“Aaakkhh..” Bi Eha juga mengalami orgasme.&lt;br /&gt;Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Andre.&lt;br /&gt;“Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa-sisa akhir dari kenikmatan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Eha mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepada Andre.&lt;br /&gt;“Gimana Den. Enak khan?”&lt;br /&gt;“Iya Bi, enak sekali,” jawab Andre seraya memeluk Bi Eha.&lt;br /&gt;Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi Eha yang menggelantung persis di depan mukanya.&lt;br /&gt;“Ih Aden nakal,” katanya semakin genit.&lt;br /&gt;Tangan Bi Eha kembali merayap ke arah batang kontol Andre yang sudah lemas. Mengelus-elus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.&lt;br /&gt;“Bibi isep lagi ya Den?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre hanya bisa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Eha ketika mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Andre meninggalkan kamar Bi Eha dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseri-seri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-3229996597645158754?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/3229996597645158754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/bi-eha-pembantu-binal-suka-ngentot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3229996597645158754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3229996597645158754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/bi-eha-pembantu-binal-suka-ngentot.html' title='Bi Eha, Pembantu Binal Suka Ngentot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-4344036167337101319</id><published>2009-09-29T23:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T23:13:20.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Teman Istriku Yang Binal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Aku tinggal disuatu kompleks perumahan kelas menengah di Jakarta Timur, tidak terlampau besar, kurang lebih dihuni oleh 150 keluarga kelas menengah keatas. Hanya beda 1 jalan dari rumah, dipojokan terdapat rumah yang sangat asri yang ditempati oleh keluarga pak Juli seorang pengusaha tanggung yang kegedean lagunya. Biarin deh dia belagu terus yang penting bokinnya cing…kutilang ( kurus tinggi langsing ), kulitnya kuning, rambutnya hitam abis dan matanya tuh…geunit pisan.Dikompleks diantara Bapak – bapak muda pembicaraan mengenai bokinnya Pak Juli enggak pernah kering, giliran yang rumahnya ketiban arisan Ibu-ibu kompleks pastilah sang Bapak selalu stand by dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak lain enggak bukan soalnya Mbak Candra begitu namanya, terkenal kalau pakai baju paling berani, pakai rok mini baju rendah belahannya dan paling sering ngongkong duduknya. Yang lebih gile lagi kalau dia tahu sang Bapak ada dan ngelirik doi, secara sengaja dia pamerin CD nya yang sumpah jembutnya sebagian betebaran nongol keluar dari pinggiran CD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu, rumah gue yang ketiban rejeki ngadain arisan, so pasti gue pura -pura repot bantuin bokin nyiapin segalanya, tau dong gue musti tampil keren abis, jeans Versace dan baju gombrong Guess sengaja gue lepas kancing atasnya, biar sexy katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener aja, gue liat si Mbak Candra duduk dipojokan menghadap kamar kerja gue yang pintunya gue buka setengah aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghadap komputer secara nyamping gue bisa melihat kearah ruang keluarga, khususnya kearah doi duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sundel banget, doi sore itu pakai rok mini hitam kontras dengan kulitnya dan pakai baju beige yang ketat, tapi bahannya alus banget. Gue masa bodo deh denger ibu – ibu berkicau yang penting gue bisa liat terus Mbak Candra yang sesekali juga ngelirik gue, kalau bertatapan gue senyum doi juga dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah doi buka jepitan pahanya, asli coy celana dalemnya yang krem keliatan, tengahnya keliatan item pasti karena jembutnya yang lebat, dan duile itu jembut gimana sih koq pada berurai keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba doi ngedipin gue, terus gue bales ngedip sambil julurin lidah, eh dia malah senyum senyum dan sambil meremin matanya seperti orang kalau lagi keasyikan di toi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue makin nekad, sekarang gue ngadep kedia sambil ngangkang dan secara atarktif gue usap-usap kontol gue dari luar celana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus gue kasih kode supaya dia menuju kamar mandi, belagak kencing lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doi ngangguk, terus dia samperin bokin bilang mau numpang kekamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue dan doi tahu banget, dikamar mandi luar masih dipakai sama ibu Agus yang gendut dan beser melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, ini ibu Candra mau numpang kekamar mandi yang disini”bini gue dengan polos ngajakin doi kekamar mandi yang ada diruang kerja gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya nih Pak Luki, abis kamar mandinya masih lama rasanya dipakai Ibu Agus”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Numpang ya, abis udah enggak tahan kebanyakan minum”biasalah doi basa-basi biar enak dikupingnya bokin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan Bu, tapi enggak papa khan saya nerusin kerja dikomputer, maklum Bu belum jadi pengusaha seperti Pak Juli”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah Pak Luki bisa aja”kata doi sambil nyelonong kekamar mandi gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar otaknya juga pinter dalam hal berselingkuh, doi buka pintu kamar mandi setengah dan bilang”Pak Luki, ledengnya rusak ya ?”bokin gue masih ada lagi disitu.”Mas coba liat dulu deh, bantuin Ibu Candra, malu-maluin aja kamar mandinya”bokin gue setengah ngomel.”Biar dibantu sama Mas Luki ya Bu, dia yang sering pakai kamar mandi itu”terus bokin balik lagi kekamar tengah, soalnya bokin musti tanggung jawab dong sama rakyat arisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan belagak males – malesan gue berdiri, eits kontol gue masih ngaceng lagi, ah cuek deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Candra ngelirik juga dan secara refleks doi ngeraba selangkangannya, anjir….terang aja itu tenda celana gue makin tinggi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayo, celananya kenapa tu”dia berbisik waktu gue masuk kekamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sih bikin aku horny, jadi aku yang sengsara deh, mana pakai jean lagi”gue nekad ngomong gitu sambil ngeraba paha mulusnya. Gilanya doi bukannya marah malah bilang”Ya, kalau dibagian itu sih belum asyik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abis yang mana dong kalau asyik”gue masih setengah berbisik menyelusurin pahanya kearah memeknya yang bejembut gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah yang itu baru asyik, kamu juga kalau saya gituin juga asyik lah”gantian doi yang ngelus kontol gue dari luar sambil coba – coba buka retsleitingnya. Busyet gila juga ini perempuan, mana bau Isei Miyakenya merangsang banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue enggak tahan,”Mbak ngentot yuk”kata gue edan-edanan.”Ayo, kapan dong, mending berani lagi”tangannya sekarang udah masuk kedalam jeans gue dan mulai narikin halus kontol gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, siapa takut apalagi kalau ngentotnya bareng Mbak”gue sekarang udah berhasil masukin jari kedalam memeknya yang basah dan lembab.”Besok ya, kekolam renang Ancol, jam 10″&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi banget nih si Mbak, kenapa kekolam renang sih, emangnya gue kecebong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok jam 10 kurang seperempat gue udah stand by diparkiran kolam renang Ancol, gue telepon dia dengan no yang dikasih kemarin secara rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak, aku udah sampe nih, kamu dimana”gue rada was was juga kalau doi enggak dateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini aku baru mau masuk Ancol, tungguin ya, kontolnya udah ngaceng lagi belum”sialan ngetest gue kali, tapi koq kedengarannya rame banget sih ada yang cekikikan dibelakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati gue, jangan – jangan gue mau dijebak, siapa tau dia bawa bokin gue juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sama siapa sih, koq rame banget, gue jadi bisa enggak ngaceng lagi nih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janjinya gimana sih, katanya mau ML eh kamu bawa orang lain”setengah kesel gue ngomong ditelpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasti deh janjinya, pokoknya asyik banget kamu nantinya”dia ngalemin gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak sampai 10 menit, mobil Honda putihnya mendarat persis disamping mobil gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surprise, nah ketauan ya enggak ngajak – ngajak kita”suara 2 Ce temennya Candra teriak bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh pucet banget gue, karena ternyata yang diajak juga tetangga gue, Mbak Rina bininya pak Joko dan Mbak Ita bininya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak Raja. Salah tingkah abis gue.”Eh, kaget ya, take it easy aja, khan udah kenal, asyik-asyik aja deh pak Luki, eh kalau diluar Mas Luki dong”Mbak Ita yang mungil dan putih ( persis banget Kris Dayantie ) itu nyerocos aja membuat suasana jadi enggak tegang.”Enggak deh kita bilangin sang istri”si Rina yang body dan facenya seperti Dian Nitami nambahin, ya gue makin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngerasa siep banget dong. Tapi kewaspadaan tetap dipertahankan jangan lengah man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah basa basi bentar,”Udah ya, pokoknya enggak ada yang boleh tahu selain kita – kita ya Mas”Rina sekarang yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat gue makin PD.”Pokoknya enjoy aja deh, kita bertiga udah kompak berat lho”Candra tanpa sungkan ngegandeng gue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menuju loket.”Khan gue yang janjian sama Mas Luki, elo pada jangan ngiri ya, entar juga kebagian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala jalan sekarang si Rina, doi pesen kamar ganti dan bilas keluarga. Sekalian pesan ban renang 2 buah yang guede banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampun, ide apalagi sih. Seolah kita sekeluarga enteng aja mereka ngajak gue masuk bareng keruang ganti dan bilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denngan tenang mereka buka rok, baju dan terus BH, sialan mereka tenang aja seolah gue enggak ada disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila aja kalau gue enggak ngaceng liat Candra, Rina dan Ita yang umurnya sekitar 30 an pada memamerkan bodynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Mas Luki mau berenang atau mau nonton kita streap tease”kata si Ita sambil buka BH putih transparantnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya terang mau berenang dong, tapi aku maunya sih bilas dulu ah, masak langsung berenang”gue akal – akalan supaya mereka juga mau berbulat ria, tanggung amat baru liat toket dan setengah body.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue buka baju dan celana, begitu tinggal CD mereka teriak bareng”Asyik ya, udah ngaceng”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He eh abis kalian sih begitu merangsang dan mempesona”kata gue sembarang siap – siap mau buka CD gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah enggak fair nih, masak jadi aku duluan yang telanjang, barengan dong jadi aku enggak malu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hu…maunya tuh, ya Candra kamu khan yang punya ide, kamu dulu dong…mana jembutnya aduh udah pada keluar tu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata si Ita sambil narikin jembutnya Candra yang nongol terus dari pinggiran CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sih Ta prinsip, sekali buka celana pantang kalau enggak di……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Joss !!!!!”Ita dan Rina seperti koor nerusin apa maunya si Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia deh, gue juga malu khan kalau keluar kamar ganti nanti swempaknya ada tenda mancung”. Cari pembenaran dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa bubar orang dikolam nanti, elo pada mau ya gue jadi tontonan”gue belagak memelas sambil nunjukin si Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya enggak kaku, gue datengin si Candra yang masih berdiri dekat gantungan baju, gue peluk doi dengan kedua tangan dibagian pantatnya, gue cium bibirnya ala French kissing, lidah saling ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow, nafsu nih ya”si Ita ngeledek. Asyik banget deh pantat si Candra yang nonggeng gue remes – remes, tempelin abis mekinya dengan kontol gue, Candra langsung horny pingggangnya digoyang yang otomatis mekinya berputar diatas kontol gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 3 menit adegan itu gue pertahankan, sebenarnya gue udah nafsu banget mau langsung masukin kontol gue kememeknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candra yang gue yakin udah basah. Sabar cing gue musti cool dong, pasang strategi soalnya masih ada 2 nonok lain menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan gue melorot, dengan tetap mata memandang dia tangan gue pindah berputar meremas perlahan toketnya yang pentilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;relatif masih belum gede.”Eh elo jangan ngiri, sementara belum dapat giliran elo pada meremas sendiri aja dulu”masih sempat juga Candra ngeledek temannya yang terpana melihat gue yang sambil meremas toketnya sambil usaha jongkok depan dia, pakai gigi gue tarik perlahan CD nya.”Enak ya Can remasannnya Mas Luki ?”Rina bertanya tanpa arah karena gue tau dia juga tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sadar meremas dan memilin pentil toketnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita suruh buka sendiri ya”Ita protes narik sedikit CDnya sambil tangannya ngobel memeknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sini dong sayang, tangan gue enggak sampe kalau elo pada jauh – jauh”Gue enggak bisa ngomong panjang lagi karena Candra narik kepala gue kearah nonoknya minta dijilat, setelah CDnya melorot sampai dengkul kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjir….kesampean juga gue jilatin dan rasain nonoknya Candra yang jembutnya gilaaaaaa !!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itilnya agak gembung, merah banget, gue tahu setelah berupaya keras menepis bulu jembutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak ruang ganti sunyi, sambil ngejokil abis liang kenikmatannya Candra gue solider untuk pelorotin CD nya Rina dan Ita barengan, dan inilah pemandangan matanya pemirsa sekalian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candra, toketnya 34 bentuknya bagus banget, pentilnya agak gede kecoklatan, kulit seluruh bodynya coy kuning kencang mengkilat, bagian pantat ada sedikit selulit, jembutnya…khan udah tau elo pada en bulu keteknya idem ditto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas enggak rapi, serabutan menutup semua bagian memeknya mendekati puser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil ngedorong pantatnya kedepan supaya lidah gue bisa lebih dalam masuk kelobang nonoknya, dia terus mendesah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaki kananya ngegesek pelan kontol gue dari luar CD, sambil usaha masuk dari samping CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina, yang gue pelorotin pakai tangan kanan, toketnya gede agak panjang seperti pepaya, kulitnya sawo matang, maklum Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo sepertinya, bulu ketek anti cukur, serabutan disekitar susunya yang 36. Pentilnya agak masuk kedalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahanya kencang, tinggi sekitar 170cm, jembutnya keriting rapi, diatur sekitar lobang nonoknya ( Sering berbikini kali..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lobang nonoknya memanjang, dibawah lipatan perut ada bekas jahitan Caesarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doi terus meremas susunya sambil liatin tangan gue yang lagi berusaha nurunin CD pinknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya cepat, doi ikut ngebantu nurunin CDnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita, siimut, tinggi sekitar 158 lah, jembutnya paling jarang jadi bagian dalam memeknya yang merah muda gampang keliatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toketnya kecil kenceng ukuran 32, perutnya rata, paling kalem keliatannya tapi tangannya aktif terus megangin bokongnya sendiri, jangan – jangan doi paling hobby dibol dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngimpi apa gue liat tetangga gue pada telanjang bulet, elo elo yang belum ada pengalaman maen sama bini orang, gue anjurin deh elo cari mereka bertiga, enggak resek, berpengalaman dan tahu penuh apa enaknya ML.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau orgy cari yang sehati, kompak istilahnya dan enggak egoist, artinya mereka berupaya menikmati SEX sepenuhnya tanpa ada rasa sungkan, rilex dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga gue buktikan sebelumnya dengan 2 sahabat mahasiswi yang kompak, tapi ya kita harus konsider atas kebutuhan jajannya lah, jangan merki. Kurang yakin kemampuan ya modalin VIAGRA yang paling mahal Rp. 150.000 / pil 100 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya kamu pada mandi dulu deh dishower”kata gue pelan, sambil menjilat sisa juicenya Candra yang ada disekitar bibir gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candra enggak bereaksi, dia nuntun gue ketempat duduk, pas gue duduk dia jongkok didepan gue dan brebet dia tarik CD gue,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia pandangin seluruh kostruksi kontol gue, enggak pakai komentar yang basi seperti cerita bokep yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Aduh gede amat kontolnya, atau sok ngebandingin sama kontol Co yang lain, itusih kuno, tipu….!!! Jangan mau elo dibohongin sama yang bikin cerita, itukan cuma kebanggaan semu, yang penting gocekannya bukan gedenya, emangnya mau modal berat aja…tipuuuuu&lt;/strong&gt;……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kelamaan Can, langsung maenkan, tunjukan kecanggihannya, apa perlu gue nih yang terjun”Rina sewot ngeliatin Candra yang masih memandang kontol gue sambil ngurut dari arah palkon kepangkalnya, tanpa komentar sambil tangan kirinya kasih kode enggak perlu, langsung kontol gue mulai dijilatin perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh kepala kontol gue ( helmnya ) dijilat berputar, doi tau bagian yang paling enak yaitu dibagian bawah Palkon sekitar sambungannya. Cairan bening gue dijilatin sambil matanya memandang arah mata gue, seolah butuh pengakuan atau komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue cuma bisa angkat 2 jempol, bravo go ahead Can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya cepet banget lidahnya bergeser enggak berhenti menari disekitar batang kontol, begitu dikemot kedalam mulutnya yang memang sexy dia keluarin cadangan ludahnya, jadi rasanya kontol gue berenang didalam air ludah, enggak ada rasa gigi Cing, belajar dari banci Taman Lawang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue udah seperti kura – kura yang dibalik, kaki gue kelayapan, gue tumpangin diatas pundaknya sambil kalau gue udah enggak tahan kepala si Candra gue bekep abis sama paha gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rina – Ita sini dong, gue mau nih megangin tetek dan nonok kamu”Enggak sampai 2 kali order mereka langsung nyamperin gue dan Candra. Si Rina nyodorin susu pepayanya minta gue isap dan siimut Ita ngangkat kaki sebelah keatas bangku, berdiri disamping gue dan minta dirojok nonoknya dengan telunjuk gue yang masih bebas karena belum ada order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pegang nonoknya yang merah sudah rada becek, maklum turunan Cina, begitu telunjuk gue masuk dia yang gerakin pinggulnya maju mundur kaya lagi ngentot aja gayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doi merem melek ngerasain bulu – bulu yang ada ditangan gue, tangannya ngusap pentil susu gue secara beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya ngejilatin bagian dalam kuping gue yang rada caplang, kadang ngemut juga bagian gelambir telinga ogud, terus berbisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;supaya enggak kedengaran sama yang lain”Mas Luki, pejunya jangan diabisin semua ya, kamu mau enggak ngerasain bokongnya Ita”…Busyet bener khan doi doyan dibool, buktinya begitu gue pindahin jari kelobang pantatnya udah rada longgar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gila kali pak Raja, doyan bener sodomi bokinnya yang imut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue cuma ngangguk dan nyodorin bibir gue buat ngerasain juga ciumannya si Ita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangi banget deh si Ita, bau Kenzonya makin ngerangsang gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar adil nonoknya Rina yang jembutnya rapi gue rojok juga, masih agak kering tapi mantap itilnya tebal, karena ngerasa agak dicuekin kali, enggak sabar si Ita sekarang jongkok dibelakang Candra, tangan kanannya ngelus tetek dan pentilnya Candra dan tangan kirinya berusaha ngobok – ngobok nonoknya Candra yang makin basah, soalnya gue liat kadang – kadang si Ita jilatin jarinya yang basah berlendir, apalagi kalau bukan juicenya Candra yang asyik banget rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candra makin asyik aja nyepong gue, badannya menggeliat – geliat karena keasyikan dikobel Ita, gue tau terkadang Ita masukin telunjuknya kedalam pantat Candra, entar gue timpa juga deh boolnya Candra, gue berandai andai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue cuma bisa teriak kecil”Ngentot…..gila ngentot enak bener sama kamu pada, Candra uhhhh…uhhhh….abis ini gue entotin elo ya, gue nggak mau ngentotin kamu dari belakang, gue mau ngentot sambil terus ngeliatin nonok kamu yang jembutnya gila..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rina, gue mau ngentotin kamu sambil duduk biar gue bisa terus meres tetek kamu yang sexy banget”gue ngomong terus ngaco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ta, gue ngentotin kamu dari belakang ya Ta, gue pengen ngentot dilobang pantat Ta, abis elo sexy banget sih goyangnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elo gue saranin deh kalau lagi ngentot musti sering – sering ngomong yang vulgar, Ce jenis apapun makin nafsu dengernya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan elo gue jamin makin nafsu kalau Ce yang bukan Cabo atau Pecun teriak ngomong vulgar juga. Wuih ai jamin dah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Luki, nanti pejunya buat Rina juga ya, jangan disemprot semua kemulutnya Candra”Rina sambil narik perlahan rambut gue juga turut berharap dengan memandang nafsu kerah kontol gue yang udah abis dikemot Candra.”Terus gue kebagian apa dong, gue mau juga dong ngerasain pejunya Mas Luki”Ita protes ke Rina pura – pura belum minta jatah dari gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak tahan gue tarik kontol gue yang enggak begitu gede dari mulutnya Candra, gue dudukin si Rina kebangku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue kangkangin pahanya yang juga seperti si Dian Nitami, penasaran gue sih mau liat dalemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue&lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt; jilat itil&lt;/a&gt;nya yang udah rada ngegelambir, gile cing juicenya asyik banget rasanya, banyak banget dan meleleh ke bagian lobang pantatnya. Tanggung gue jilat sekalian lobang pantatnya yang berwarna coklat, yang didalamnya masih juga bejembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candra bantuin ngisepin teteknya Rina, tangannya ikut bantu ngedorong kepala gue supaya makin masuk ngejilatin nonoknya Rina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang rapi tercukur jembutnya.”Ah gila Candraaaaa…….Mas Luki enak banget ya jilatannya, aduh mama…..mama….aku ndak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahan nih,…..Candra elo apain sih pentil aku….enakkkkkk Can….”Rina meronta – ronta yang membuat toketnya bergelantungan kekiri dan kekanan, pemandangan semakin horny cing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh kemana si imut Ita, doi kalem aja, pantat gue diangkat pelan sampai ketinggiannya sejajar kepala gue yang berada didaerah selangkangan Rina, doi duduk menyelinap melalui selangkangan gue sekarang jadi duduk menghadap kontol gue yang terayun bebas. Cepat dan tangkas dia hisap kontol gue dengan mulutnya yang mungil, maju mundur berupaya menelan habis seluruh batang kontol gue. Sesekali dia pindah mengulum biji peler gue yang jembutnya lumayanlah, wuih cing asyik banget…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking imutnya seprti kancil dia menyelinap melalu selangkangan bergerak menuju arah belakang, dia remas – remas pantat gue..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kaget, tiba tiba ada rasa aneh geli – geli asyik dilobang pantat gue yang sedikit berjembut,….ih apaan sih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjir…..rupanya lidahnya Ita yang menari disekitar lubang pantat yang kadang – kadang dia coba julurin masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang gue enggak heran kenapa Homo doyan dimonon, rupanya emang enak kalau bool kita dimasukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ta…..terus Ta….entar gantian deh gue jilatin anus kamu yang merah jambu…..terus Ta…asyik…, enak gila…..”gue sejenak melupakan tugas ngejilatin nonoknya Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Luki….Rina hampir nih….lagi dong jilatin….tanggung dikit lagi Mas…aduh tega ya….”Rina mengharap gue bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung gue sosor lagi nonoknya, gue jilat abis lelehan juicenya yang mengarah kelobang pantatnya, gue jilat terus…menuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bolnya dan Rina makin menggeliat – geliat seperti ayam yang dipotong tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas…..entotin aku dong, sebentar aja deh pasti keluar”Rina mengangkat kepala gue sambil berharap benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua bertindak gentle dong, jangan buat dia kecewa, secara berlutut gue pegang batang kontol gue yang masih basah karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;campuran ludahnya Candra dan Ita. Ita sigap pindah tempat disisi kiri Rina, sementara si Candra tetap pada posisinya dikanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina sambil terus meremas toket pepayanya Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya kelihatan menanti apa yang akan terjadi,”Candra – Ita, gue ngentotin Rina duluan bukan berarti elo pada gue nomor duakan, gue janji deh elo semua satu persatu akan gue entotin juga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Okay Mas, buat kita enggak ada masalah yang penting kita bener – bener ML”Candra memberi semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue salut abis sama si Candra, solidaritasnya tinggi, tidak egois, pantas dia jadi kepala gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Mas Luki, khan Mas Luki nantinya bisa ganti namanya jadi Mas Cipto ( Cicip roto )”si Ita ikut nimpalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan gue arahin kontol gue yang bentuknya agak mengarah kekiri kepalanya, enggak sulit masukin nonoknya Rina,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi buat menghargai doi gue pura – pura merasa susah dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blebessss……gile cing, emang bener ngentot tu enak banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tolak pinggang pakai tangan kiri, kontol gue yang 15 cm maju – mundur terus, meliuk kiri kanan, berputar mencari itil dan G spotnya Rina……….”Mas Luki,……ya..ya…yang disitu yang marem Mas”Rina bergetar, semua bagian bodynya yang enak – enak ada yang bertanggung jawab, nonok – toket kiri dan kanan, lobang pantat ada koordinator lapangannya ( KorLap )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak ya kontolnya Mas Cipto..eh Mas Luki….,…terus Rin..goyang terus Rin…nikmatin abis…jangan ditahan – tahan”Candra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetap memilin pentilnya Rina sambil matanya nafsu melihat kontol gue yang bekerja dimemeknya Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo terus Mas Luki…bikin si Rina puas,…sini dong tangannya yang satu”Candra bernasehat sambil minta jatah dirojer nonoknya. Kalau mau jujur seharusnya gue musti muasin Candra duluan, disamping memang target utamanya khan dia tadinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enggak pakai dua kali lagi gue masukin jari tengah gue kedalam nonoknya yang sudah semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aghhhhhh….agh……. aku dapet Can…aku dapet Ta……, Mas….ini ya Mas rasanya enaknya ngentot”Rina makin mengelinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas….nanti lagi ya….Massss…….asu….asu…..peline kui lho Mas…, maremmmmmm”hu…keliatan aslinya deh si Rina, keluar Jawanya. Gue tancep lebih dalam kontol gue, tanpa gerakan lagi gue pendam habis….dan emang bener enaknya Ce Solo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tau enggak lo…tiba-tiba gue merasa ada sesuatu yang berputar – putar cepat dibagian kepala dan batang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh..aduh apaan nih Rin, aduh…gila asyik – asyik….”gue senyum sambil terus tancepin kontol gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, baru tau dia…makanya jangan main – main sama Ce Solo”Rina nyubit perut gue sambil senyum lebar ngeledek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan gue tarik keluar kontol gue yang masih ngaceng abis, keliatan makin berurat kayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh Candra, enggak salah deh kita janjian sama Mas Luki”kata Rina sambil balik meres toketnya Candra dan Ita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bener ya Rin, enak banget ya ngentotnya….ih kamu keringetan banget deh”Ita melap keringat disekitar leher sampai perutnya Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayo,sekarang siapa nih yang bertanggung jawab mengeluarkan peju gue”dengan pura – pura marah gue liat kearah Candra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya seperti gue bilang, Candra adalah target utama, jadi dia musti tau dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elo ngebayangi enggak sih Candra seperti siapa, tidak lain adalah paduan antara Iis Dahlia dan Cut Keke, nafsuin khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah gimana gue ngentotin Candra dan siimut Ita, ya ntar deh gue terusin ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elo boleh bilang bullshit, tapi yang diatas adalah cerita bener….meskipun ada yang sedikit salah, soalnya gue enggak tahu persis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya mereka mirip siapa….yang jelas ngentot bareng mereka asyik banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu saat, kalau mereka udah bosen ngentot sama gue sendiri, elo gue ajak joint deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka fair banget, karena memandang Sex adalah sesuatu yang harus dinikmati, yang penting jaga rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menghormati status dan privacy keluarga mereka dong, baru kita akan sangat dihargai juga oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat pembaca Ce, mereka juga welcome kalau ada yang mau joint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bukan lines koq, cuma sekedar pecinta Sex yang sehat, bersih dan tanpa rasa tabu dalam melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-4344036167337101319?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/4344036167337101319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/teman-istriku-yang-binal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4344036167337101319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4344036167337101319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/teman-istriku-yang-binal.html' title='Teman Istriku Yang Binal'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1440632587103232448</id><published>2009-09-29T23:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T23:09:39.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Sepasang Siswa-Siswi Lagi Indehoy di Hotel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsL2FkvMeRI/AAAAAAAAArk/1rp36vCh38U/s1600-h/sepasangsiswa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsL2FkvMeRI/AAAAAAAAArk/1rp36vCh38U/s320/sepasangsiswa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387138679909939474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download aja Video Bokep Mesumnya &lt;a href="http://h2ofile.info/a1om7fc3c8on/sePaSan6_sIsw1.avi.htm"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1440632587103232448?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1440632587103232448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/sepasang-siswa-siswi-lagi-indehoy-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1440632587103232448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1440632587103232448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/sepasang-siswa-siswi-lagi-indehoy-di.html' title='Sepasang Siswa-Siswi Lagi Indehoy di Hotel'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsL2FkvMeRI/AAAAAAAAArk/1rp36vCh38U/s72-c/sepasangsiswa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7634856269644823575</id><published>2009-09-28T17:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T17:20:30.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><title type='text'>Kebelet Pingin Gituan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, Juma’t sore tepatnya, ketika aku sedang mengemudi menuju rumah sepulang dari kantor, aku seperti kehilangan sesuatu. Gimana nggak? Hari ini sebenarnya ulang tahunku dan aku ingin week-end di Puncak sama pacarku, Sarah, tapi apa boleh buat, si do’i lagi pergi ke Singapura mengantarkan Omanya berobat. Kalau dia lagi di sini, aku yakin dia pasti kasih aku hadiah yang tak terlupakan.. vaginanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah-tengahnya aku melamun, kebetulan aku lagi kejebak macet di daerah Blok M, aku di klakson sama mobil merah di belakang mobilku. Kulihat di kaca spion, Starlet merah ini berusaha banget melewatiku, yang nyetir perempuan pakai kacamata Rayban. Dasarnya macet, bagaimana caranya kasih dia jalan, terus iseng-iseng kuperhatikan lewat kaca spion, ternyata perempuan itu cakep juga. Waktu ada kesempatan akhirnya aku kasih dia lewat, eh ternyata bukannya melewatiku malah dia membarengiku, terus dia buka kaca jendelanya dan dia meneriaki aku supaya mengikuti dia. Dengan tanda tanya, aku ikuti saja itu cewek, kepingin tahu apa maunya tuh cewek. Dia menuju ke daerah Pondok Indah, setelah beberapa kali melewati perempatan, akhirnya dia memasukan mobilnya ke dalam garasi sebuah rumah besar dan memberi kode ke aku supaya parkir mobilku di garasi itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil ragu-ragu, aku turun dari mobil dan dia bilang, “Ayo, masuk!” Sambil jalan ke pintu ruang tamu, kuperhatikan tuh cewek, perawakan nggak terlalu tinggi tapi dari lekuk kaosnya, aku tahu kalau dia punya payudara yang cukup besar, pantatnya nggak terlalu besar tapi bentuknya bagus, terus betisnya jenjang dan putih mulus. Akhirnya dia membuka kacamatanya, dan aku terpana melihat matanya yang berbinar-binar “menjanjikan” demikian juga bibirnya, lehernya yang indah tertutup rambutnya yang sebahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia menutup pintu, tiba-tiba dia memelukku dan kasih aku ciuman yang hot, lidahnya terasa masuk ke mulutku dan memainkan lidahku. Dadaku pun terasa bertumbukan dengan dua payudara yang kenyal, mau nggak mau penisku berdiri juga akhirnya. Sambil menciumiku, tangannya membuka retsleting celanaku dan dia masukan tangannya ke celanaku, nggak berapa lama penisku sudah di remas-remas tangan yang halus itu. Aku juga nggak mau kalah agresif, aku buka kaitan BH di punggungnya dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Kurang lebih 10 menit kita main-main, dia melepaskan ciumannya dan menarikku ke sebuah kamar tidur. Dengan setengah bingung, aku tanya dia, “Sebenernya kamu siapa sih?” Eh, si dia malah kasih kode supaya aku nggak banyak suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamar tidur, dia nanya aku, “Andre, kita mandi dulu yuk, aku kepanasan nih!” Terus sambil mengecup dan menciumku, dia mulai melepaskan kancing-kancing hem-ku dan aku juga nggak mau kalah, aku bukakan kaos dan BH-nya. Ternyata aku nggak salah, payudaranya benar-benar bagus, berdiri tegak dan putingnya berwarna coklat muda. Membuat aku jadi lupa daratan dan langsung saja kuremas dan kuhisap putingnya, dia menggelinjang-gelinjang keenakan. Akhirnya dia berhasil membuka hem-ku dan terus membukakan celanaku, sepatu dan kaos kakiku akhirnya juga dilepaskan. Setelah itu, kubuka rok mininya dan kupeloroti celana dalamnya. Aku lihat bibir vaginanya yang menonjol ditutupi oleh bulu kemaluan yang masih tipis. Sesudah itu dia juga meloroti celana dalamku, dan sekarang dia lihat penis 16 cm punyaku yang sudah tegang. “Ndre, aku harus ngerasain penis lu nih!” sambil ngomong gitu dia narik aku ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar mandi, waktu menyabuni badanku, dia juga nggak lupa meremas-remas penisku dan makin membuatku bernafsu. Waktu giliranku, aku sabuni itu payudaranya sambil kuremas-remas sedikit, sudah itu kucium dan peluk dia sambil kusabuni punggungnya dan yang terakhir kuelus-elus bibir vaginanya pakai sabun dan dia mulai merintih-rintih karena birahinya mulai naik. Akhirnya dia menyalakan shower dan kita membilas badan pakai air yang sejuk itu. Sesudah itu dia pingin mengeringi badannya pakai handuk, tapi aku sudah nggak sabar dan langsung saja dia kugendong ke tempat tidur dan dia nggak menolak malah mencium dan memelukku erat-erat, soalnya dia juga takut jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaringkan dia di ranjang dan aku mulai menciumi bibir dan lehernya, aku juga nggak lupa meremas-remas payudaranya yang mulai tegang. Sesudah itu, aku turun buat menciumi payudara dan belahan dadanya, sementara itu jari manisku masuk ke vaginanya dan mulai memainkan clitorisnya, dia cuma bisa mendesah-desah dan menggelinjang nikmat. Setelah beberapa saat, dia bilang ke aku supaya bikin posisi 69. Sekarang dia menggenggam penisku dan mulai menjilatinya, setelah itu penisku mulai dikulum dan dihisap, gerakan lidah dan mulutnya benar-benar merangsang birahiku. Aku juga nggak mau ketinggalan, aku renggangin pahanya dan sekarang kulihat bibir vaginanya yang menantang itu. Mulanya aku cuma menjilati dan mengecup bibir bawahnya itu, tetapi lama-lama kubuka vaginanya pakai jari-jari tangan kiriku dan aku lihat bibir vaginanya yang dalam berwarna merah muda, dengan nggak sabar kukecup dan hisap bagian itu dan akibatnya dia menggelinjang dengan gerakan-gerakan yang sensual tapi nggak ada suara yang keluar karena penisku masih ada dalam mulutnya. Sambil terus kukecup dan jilatin vaginanya, aku masukan jari tengahku ke vaginanya buat merangsang clitorisnya, dan aku merasakan liang vaginanya hangat dan mulai basah. Akhirnya jariku menemui clitorisnya dan aku elus-elus, nafsu birahinya makin terangsang sampai-sampai dia menggerakkan pantatnya naik turun dan melepaskan penisku dari mulutnya dan mulai aku denger rintihan penuh birahi dari mulutnya, tapi aku masih cuek dan tetap mainin vaginanya pakai jari dan lidahku. Gerakan pinggulnya makin nggak karuan dan aku juga ngerasain liang vaginanya makin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia nggak tahan, dan setengah memohon dia bilang, ” Ndre, entot aku.. Please!” dan kuputar badanku. Dia benar-benar sudah nggak sabar, selangkangannya sudah terbuka dan memperlihatkan vaginanya yang makin bengkak, sesudah itu kumasukan kepala penisku ke bibir vaginanya, kira-kira cuma 5 cm dari penisku yang masuk. Sementara itu tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang makin keras dan aku juga mulai mengisap putingnya yang coklat muda, sesudah itu kugoyang maju mundur penisku dan sengaja nggak kumasukan semuanya. Rupanya dia makin penasaran dan dia bilang, “Ndre, masukin yang dalem dong.. aku pingin ngerasain penis lu di vaginaku.” Dan aku jawab, “Ada syaratnya say, pertama nama lu siapa? sudah itu umur lu berapa?” Terus saja dia jawab, “Nama gue Shalny, umur gue 21, kalau lu pingin tahu yang lain lu entot gue dulu deh!” Akhirnya kumasukan penisku dalam, ufh ternyata vaginanya luar biasa, Terus saja kugoyang maju mundur. Pertama kugoyang pelan-pelan, eh si Shalny minta lebih cepat lagi, “Ndre, terus.. teken lebih keras lagi.. ughh, terus Ndre.. teruss, eghh”, sudah begitu si Shalny menggerakan pantatnya naik turun seirama dengan goyanganku, akibatnya aku dan dia merasakan nikmat yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama, kulepaskan penisku dari vaginanya dan kusuruh si Shalny, “Shal, sekarang lu diatas!” Dia menuruti perintahku, terus dia jongkok di atas pinggangku dan penisku di pegang dan diarahkan ke vaginanya, setelah itu dia duduk di selangkanganku dan penisku terbenam lagi di vaginanya yang makin basah. “Ayo Shal, sekarang giliran lu ngentot gue!” sudah itu Shalny mulai menggerakan badannya turun naik, seperti orang naik kuda. Penisku keluar masuk vaginanya dengan gesekan yang luar biasa nikmatnya. Sambil menggerakan badannya turun naik, Shalny mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;mendesah-desah sensual&lt;/a&gt;, aku semakin nafsu melihat tampangnya yang cantik itu mulai kelihatan tanda-tanda orgasme. Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit diatasku, Shalny setengah menjerit, “Ndre, gue mau keluar nih.. Oohh”, dan terasa penisku di basahi cairan, sesudah itu Shalny langsung merebahkan badannya di atas badanku, sementara penisku masih menancap di vaginanya. Dengan sedikit tenaga, aku gulingkan badanku sehingga sekarang dia ada di bawahku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kecup bibirnya, leher sama kupingnya sambil kuremas pelan-pelan payudaranya. Shalny masih menggeletak lemas di bawahku, setelah aku cumbu beberapa saat dia mulai merespon ciuman-ciumanku. Setelah kutahu dia mulai bernafsu lagi, aku mulai menggoyangkan penisku lagi dan ternyata makin lama Shalny juga makin panas, dia membalas ciuman-ciumanku dengan bernafsu. Sudah itu aku melepaskan pelukannya dan kuambil posisi push-up dan kugoyang pinggulku naik turun, penisku keluar masuk vaginanya dengan goyangan maksimum. Mula-mula kugoyang dengan pelan-pelan dan dia mulai mendesah nikmat, “Achh, Ndre.. cepetin goyangannya dong!” dan aku menurut saja, aku mempercepat goyanganku dan penisku timbul tenggelam di vaginanya yang makin basah. Sementara itu, Shalny tergeletak pasrah di bawahku, tangannya meremas-remas payudaranya yang semakin keras, dari mulutnya yang sensual itu, keluar desahan yang makin lama makin keras, “Emmhh.. ughh.. terus Ndre.. terus.. Uhh.. cepet lagi Ndre.. Aghh.” Nggak lama kemudian, badannya mulai mengejang, itu tandanya dia mau orgasme dan makin aku percepat goyanganku. Akhirnya Shalny menjerit lagi, “Ooghh.. Ehhmm”, dan badannya makin mengejang, sesudah itu kutindih dia dan aku di peluknya dengan keras tapi aku masih menggoyangkan kejantananku keluar masuk celah kewanitaannya yang benar-benar sudah basah itu. “Ndre.. Ufhh.. Ndre.. udahan dong.. Ehmm”, desis Shalny, terus aku bilang, “Bentar lagi Shal!” akhirnya nggak lama aku cabut kejantananku dari liang surgawi-nya, hingga spermaku langsung muncrat keluar dan aku merasakan orgasme yang luar biasa nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Shalny menjilati penisku sampai bersih dan memelukku, badannya lemas tapi aku tahu dia baru saja merasakan kenikmatan yang luar biasa. Sambil kupeluk, aku ciumi dia di kening dan pipinya, aku juga elus-elus punggungnya. Matanya masih terpejam, sepertinya dia benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak lama kemudian, dia melepaskan pelukannya dan bilang, “Ndre, aku harus pergi nih!” sambil memakai bajunya. Terus aku sahut, “OK, thanks ya Shal.. lu benar-benar luar biasa!” dan dia jawab “Elo jangan terima kasih ke aku.. ke Sarah saja, itu tadi hadiah ulang tahun Sarah buat lu!”&lt;br /&gt;“Hah??!” aku cuma bisa bengong saja, aku mesti bales apa nih ke Sarah, cewekku itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku dan Shalny keluar dari rumah itu, yang ternyata dia pinjam dari temannya khusus buat men-servis aku. Sebelum masuk ke mobilnya, dia berkata, “Pantes si Sarah betah sama lu.. aku akuin lu hebat Ndre!” terus aku balas, “Kalau lu mau lagi, lu kirim e-mail saja ke aku. Dia mengangguk setuju dan melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7634856269644823575?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7634856269644823575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/kebelet-pingin-gituan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7634856269644823575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7634856269644823575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/kebelet-pingin-gituan.html' title='Kebelet Pingin Gituan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-4792913287776033524</id><published>2009-09-28T17:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T17:17:38.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Bokep SMU Mulus dan Segar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsFR855o8AI/AAAAAAAAAoc/1P4584IvPhc/s1600-h/smusegar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsFR855o8AI/AAAAAAAAAoc/1P4584IvPhc/s320/smusegar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386676736088403970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Bokep&lt;/a&gt; Anak SMU Segar &lt;a href=" http://rapidshare.com/files/286229990/smu_kelas_3_segar.avi.html  "&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-4792913287776033524?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/4792913287776033524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/bokep-smu-mulus-dan-segar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4792913287776033524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4792913287776033524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/bokep-smu-mulus-dan-segar.html' title='Bokep SMU Mulus dan Segar'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SsFR855o8AI/AAAAAAAAAoc/1P4584IvPhc/s72-c/smusegar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-19273308145781921</id><published>2009-09-27T16:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T16:53:52.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Hubungan Intim Dengan Boss Lajang Menggairahkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayohh tutup pintunya, bisik Liza, dengan terengah dan mendesah. Aku segera bergegas, menutup pintu dengan tangan kanan, sementara jemari tangan kiriku sibuk mencoba mengeluarkan dua lembar bulu bawah Liza dari rongga mulutku, sebagai hasil pemanasan berupa cunnilingus.&lt;br /&gt;Gila juga. Kami bercumbu di kantor. Liza, tepatnya Ibu Liza Permatasari (nama samaran), yang oleh kalangan dekatnya dipanggil sebagai Sari, adalah bossku. Di kantor kecil ini lelaki cuma aku dan pesuruh. Satpam cukup dari pengelola kompleks ruko. Lima belas staf lainnya adalah cewek, lajang semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam telah merambat. Saat ini sudah pukul 20.45. Liza membatalkan kepulangannya.&lt;br /&gt;“Kamu gila. Udah basah dan nikmat gini masa harus pulang. Belum tuntas nih”, katanya, ketika aku menggodanya, sambil memainkan *****-nya, dan berpura-pura mengingatkan bahwa hari sudah malam, kemacetan sudah berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalimat susulan yang terlontar dari mulut mungilnya adalah permintaan untuk menutup pintu. Artinya, sekalian mengunci pintu. Para staff sudah pulang. Office boy sudah pulang. Pintu front office di lantai bawah sudah dikunci. Lampu yang menyala cuma dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kuhampiri Liza (tanpa panggilan “Ibu”, karena ini acara intim, bukan dinas) yang masih mengangkangkan kedua kakinya di sofa dekat meja kerjanya. Pakaiannya masih utuh. Blazernya masih terpakai, tapi seluruh kancing blus sudah terbuka, dan bra pembungkus bukit kembar 36B sudah tidak menyangga isi, hanya menggantung di atas bukit. Rok mini sudah tersingkap paling atas, melingkar tergulung di pinggangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana dalam? Oh, segitiga mungil berenda itu berada di lutut kanan Liza. Liza yang mengangkang, alangkah seksi-nya! Paha dan perut putih mulus itu melingkungi segitiga lebat keriting, yang memayungi labia majora dan minora merah basah. Basah karena lelehan kelenjar bertholin dari vaginanya, dan juga karena cairan salivaku. *****-nya yang berdiameter 1 cm dan panjang 3 cm tampak mengeras. Inilah pesona lajang kesepian, seorang wanita karir berusia 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini peristiwa ke-15 dalam hubungan kami, yakni percumbuan di kantornya. Aku bisa bisa bilang begitu, karena seminggu dua kali kami petting, Rabu dan Jumat, dan hal itu sudah berlangsung hampir 3 bulan, tentu saja tersela oleh kalender palang merah, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali membungkuk, atau mungkin bersila. Mulutku tanpa permisi langsung menyergap vagina segar dan clitoris menegang itu. Labianya kurentangkan dengan jari, lalu lidahku kutembuskan ke liang, bergerak kanan-kiri-atas-bawah, memutar-mutar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auuwww..”, desah Liza tertahan. Aku semakin nakal. Satu jariku masuk ke liang, maju-mundur, berputar-putar. “Kamu gilaa..”, desahnya.&lt;br /&gt;Itu tak cukup. Kini jempolku ganti masuk liang vaginanya, sementara ujung jempolku melesak ke lubang duburnya, yang sebelumnya sudah aku olesi dengan cairan vagina agar sedikit licin. “Gilaa!” teriaknya. Semoga satpam tak mendengar. Liza segera meraih kepalaku, untuk dia benamkan ke pusat kewanitaannya. Aku gelagapan, susah bernafas. Tapi dia tak peduli. Pinggulnya bergerak liar, agar vulva lajangnya bisa mengerjai seluruh mukaku. Akhirnya aku kehabisan nafas. “Lizaa aahh..”, desahku, sambil mundur menjauhkan kepala dan mukaku yang basah oleh hajaran vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan panggil aku Liza. Saat ini aku bukan bossmu. Panggil aku Sari saja”, desisnya. Muka, leher, dan dadanya mulai berkilat oleh peluh. Ternyata AC tak mampu membendung keringat si lajang yang sedang direbus oleh birahi. Aku sendiri merasa gerah. Lalu aku raih remote control AC di meja, aku turunin suhunya. Sari terpejam-pejam, terengah-engah. Tidak seperti biasanya, kali ini dia belum orgasme oleh oral dan jariku. Selama ini kami bercumbu tanpa penetrasi penis. Setelah dia klimaks, biasanya giliranku untuk menguras muatanku, dengan mengocok sendiri, yang kemudian aku tumpahkan ke lembaran tissu yang aku ambil dari meja Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserah kamu, pokoknya aku mau puas total”, desah Sari, masih dengan mengangkang di sofa. Aku berdiri di depannya. Dengan terburu kulepas bajuku. Dasi sudah sejak tadi tercampakan ke karpet. Lalu kulepas pantalonku. Dengan kilat celana dalamku pun lepas. Tapi ah.., masih ada yang mengganjal. Maka sepatu pantofelku itu seperti aku tendangkan, tergeletak ke bawah mejanya. Kaos kakiku pun dengan segera terlepas, dan tercampak entah ke mana. Kini aku bugil di depanya dengan penis teracung ke atas. Liza melihat penisku terus. Selama ini dia hanya memandang. Belum pernah memegang. Maka ketika aku mengocok penisku pada setiap akhir percumbuan dia seperti menikmati pria telanjang dari jarak dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan yang kontras. Aku sudah bugil, dia masih tergolek mengangkang di sofa dengan pakaian yang lengkap, meski acak-acakan. Aku semakin mendekatinya. Dia terbelalak, ketika sadar penisku sudah sekian cm dari mukanya. Sudah kepalang tanggung. Birahiku sudah mendidih. Sekian lama hanya menahan diri. Lantas kusorongkan penisku ke wajahnya, mengenai pipi. Lalu kena hidungnya, matanya, keningnya, lalu bibirnya yang kini terkatup rapat. “Sari, gantian dong”, bisikku meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia buka sedikit mulutnya. Ujung penisku melesak masuk sekitar dua cm. Terasa mulut yang hangat. Ketika mulut ternganga sedikit, penisku kudorongkan. “Blep!” masuklah separuh penis ke mulut si cantik langsing yang mirip artis Yenny Farida di masa mudanya itu. Dengan cepat dia menyesuaikan diri agar tak tersedak. Lantas naluri kewanitaannya pun bekerja. Dia menjilati penisku. Mulanya dengan posisi menyamping, penisku terpalang horizontal di mulutnya, seperti sate yang akan disantap. Kemudian posisi menjulur, ’senjata terkokang’ itu dijilat dan dihisap seperti es lolly. Oh nikmat dan bahagianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sambil melakukan jilatan di vaginanya, tangan kiri Sari mengusap-usap vaginanya sendiri. Ketika dia berhenti sejenak dalam meng-oral, jemari kiri yang mengkilat oleh cairan vagina itu dia hisap dan jilat. Begitu berulangkali. Akhirnya aku tidak tahan. Kalau menuruti nafsu, keinginku sih biar muncrat dan tumpah sekalian seluruh maniku ke mulut dan wajahnya. Akan tetapi dia kan belum puas. Kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kucabut penisku dari genggaman tangan serta hisapan dan jilatan mulutnya. Tapi ah.., dua atau tiga tetes maniku telanjur keluar, langsung menetes di lidahnya. Dengan sigap dia tarik lidah itu, dan tampaknya dia mencicipi rasa benda yang baru dikenal dalam hidupnya, cairan sperma. Untunglah aku bisa menahan diri. Kucekik penisku dengan jempol dan telunjukku, agar mani tak membanjir, sekaligus agar batangku tetap ereksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sama-sama mengambil nafas. Lantas kuhampiri Sari, kupeluk, kugendong, lalu kurebahkan di meja kerjanya yang luas. Dengan lembut dan pelan kuciumi lehernya, sementara tanganku melepas blazer, blus, dan branya. Payudara putih bersih nan kenyal, dengan puting kemerahan yang mengeras, alangkah indahnya. Kucium dan jilati kedua bukit itu berikut puncaknya. Kunikmati aroma khas yang memancar dari lipatan bawah payudaranya agak kecut tapi merangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bossku itu seolah tak merasakan kerasnya meja kerjanya yang berkaca. Dia terus merem-melek, meleguh, terengah, mendesis. Apalagi ketika aku menciumi dan menjilati ketiaknya yang licin bersih. Ketiak wangi yang mulai bercampur keringat. Oh.., indahnya. Oh.., merangsangnya. Sementara itu tangan kananku merenggut rok mini itu, sehingga dia kini telanjang bulat, sedikit kedinginan oleh semburan hawa AC. Kuraba vulva itu. Bulu kemaluan yang lebat, rimbun, dan hangat itu rupanya telah sedikit mengering oleh hembusan AC. Begitupun bibir vaginanya. Namun clitorisnya masih mengeras. Ketika kupijat lembut clitorisnya, Sari melenguh, “Aouhh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mulutku menjelajahi pusar dan perutnya. Sari mengaduh-aduh. Tanganku mengambil buku telepon, kuganjalkan ke pantatnya. Dengan lidah terjulur kudekatkan mulutku ke vaginanya, tanpa menempel, lalu berhenti. Aku diam saja. Sari tak sabar. “Terlalu! Kamu terlalu. Ayoh aku udah kebelet nih”, dia seperti berteriak. Kedua tangannya merenggangkan vulva selebar-lebarnya, sementara kakinya mengangkang lurus menyamping seperti gadis plastik sirkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat sebuah demonstrasi otot vagina yang dahsyat! Tangan Sari sudah tidak menjereng vaginanya. Tapi kakinya masih kangkang lurus menyamping. Astaga! Vagina itu bergerak-gerak, kembang kempis, menggembung mengerut. Dinding vagina nan merah seolah mau melotot keluar, untuk kemudian mengerut sehingga dinding merah mengkilat itu tersembunyi sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan clitorisnya tetap mengeras seperti teracung, menagih jilatan. Aku jadi semakin gila. Kusosor vagina itu. Kumainkan mulut dan lidahku, menggarap bibir vagina dan clitoris. Kujejalkan lidahku ke liang hangat saat membuka diri. Wuhh.., banjir cairan vagina menyembur, aku jilati liang vaginanya yang merupakan sumber dari cairan itu. Rasanya asin. Aku ingin menguras cairan lajang yang 7 tahun lebih tua dariku itu. Kedua tanganku merentangkan kakinya, lalu aku meng-oral vaginanya habis-habisan. Akhirnya Sari berteriak tertahan, “Aku sampe puncak!”. Dia menjambak rambutku, membenamkan wajahku ke vaginanya, sehingga aku gelagapan dan hampir tersedak oleh banjirnya cairan vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun kian bernafsu. Kugendong Sari, kupindahkan ke selembar karpet tambahan yang menyerupai bulu kambing, di atas karpet dasar, di pinggir sofa.&lt;br /&gt;“Ibu Liz, Liza, Sari.., aku nggak tahan. Kalo aku memperkosa kamu gimana?”, tanyaku, menahan nafsu sambil berposisi seperti menindih, tapi tubuhku tak menempel di tubuhnya karena tanganku masih menyangga badanku.&lt;br /&gt;“Nggak usah memperkosa segala. Malam ini kita bisa bersetubuh, sayang”, katanya sambil meraih bahuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh pucuk di cinta, vagina mendamba, clitoris menagih. Kucium keningnya, matanya, hidungnya. Tapi pantatku masih seperti mengambang di atas tubuhnya, sehingga penisku pun menggantung menganggur, belum menyentuh kewanitaannya. Akhirnya aku pun capai. Pantatku turun. Sari langsung mengangkang. Tapi ah, tidak, tidak. Aku mau main-main dulu. Ini kan persetubuhan pertama kami. Maka penisku kini cuma kugesek-gesekan ke bulu kemaluan, clitoris, dan vaginanya. Dia terpejam nikmat. “Gilaa, aku sukaa”, bisiknya. Lama-kelamaan kurasakan gesekan penisku seperti mengenai bidang licin. Rupanya cairan vaginanya belum habis, terus membanjir. Hilang sudah rasa permukaan bibir vagina yang merangsang penisku. Sementara gesekan bulu kemaluan pun semakin licin karena bulu superlebat yang membentuk segitiga, menyerupai &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;celana dalam&lt;/a&gt;, itupun sudah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beringsut. Kuambil blus silk Sari. Kuusapkan ke vaginanya untuk mengeringkan cairan. Dia sendiri pun tak peduli blus bagus itu buat mengepel vagina. Kini vagina itu mengering. Aku menindihnya tapi masih bertumpu pada tangan kananku. Sementara tangan kiriku memegang penis, untuk dimainkan di vaginanya. Dia melenguh nikmat. Tapi lama-lama aku capai juga. Oh Sari yang cantik. Dia akhirnya punya inisiatif. Dibiarkannya aku menindihnya, tapi kini giliran tangannya yang memegang penisku.&lt;br /&gt;“Pakai buat masturbasi Liza Sari sayang”, bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow! Nikmatnya penis dipegang jemari lentik dan dipakai untuk onani vagina. Aku merasa terbang menumpang concorde. Hampir tak ingat apa-apa, ketika tiba-tiba kurasakan “Blesszzhh..” Penisku sudahg masuk. Lancar sekali, meski dalam jepitan, karena vaginanya memang licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pikir aku tahan? Nggak. Aku udah birahi banget. Lima tahun nggak bersetubuh setelah putus pacaran. Tiga bulan cuma petting. Sekarang kepalang basah. Kita bersetubuh saja”, bisiknya.&lt;br /&gt;Kubenamkan penisku dalam vagina yang menjepit itu. Aku diam saja. Pinggul Sari di bawah berputar-putar, naik turun, maju mundur, geser kanan-kiri. Aku merasa termanjakan. Sampai akhirnya kurasakan maniku mulai mendidih, seperti ruap soda dalam botol yang dikocok. Aku beringas. Kupompa vaginanya dengan penisku. Kutekan selangkangannya dengan bagian bawah tubuhku. Kuputar pinggulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sari, kita hitung yuk. Kita hitung sampe 10 lalu puncak bareng ya?”, bisikku.&lt;br /&gt;“Sepuluh, seratus, seribu, sama saja. Aku sudah memasuki pintu klimaks..”&lt;br /&gt;“Satu, dua, tigaa..”, aku menghitung.&lt;br /&gt;“Empaatt, Limaa burung, enam spermaa..”, lanjutnya dengan terengah.&lt;br /&gt;“Tujuh itil, delapan jembut..”, aku menimpali.&lt;br /&gt;“Sembilann.. Auww! Aku climaks! Gila! Mana manimu! Ayo dong cepetan! Udah lima tahun vaginaku nganggur nggak ngerasain sosokan burung dan semprotan mani!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keajaiban. Tiba-tiba maniku seperti tertahan, tapi penisku kian mengeras, sampai kulit penis ini agak perih, mungkin lecet sedikit. Kupompa vagina Sari dalam orgasmenya. Kurasakan vaginanya menyempit sementara cairan hangat kurasakan menyembur dari celah liang yang terjejali oleh penis. Terdengar suara “prepett..” Aku tidak tahu, cairan ini dari vagina atau dari lubang kencingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tubuhnya mengejang. Matanya terbelalak, lalu terpejam, dan dia pun memelukku erat. Kudengar isak tertahan. “Aku nikmat. Aku lega. Aku bahagia”, bisiknya. Air mata membasahi kelopaknya. Kucabut penisku. Masih tegang. Aku juga ingin orgasme. Tapi aku kasihan kalau harus menyetubuhi dia terus. Pasti vaginanya capai. Atau malah lecet. Karena barusan tadi kurasakan bulu kemaluan ikut masuk ke liangnya, bersama penisku. Mungkin bulu kemaluannya. Karena setiap kali kami bercumbu, bulu kemaluannya banyak yang rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di sampingnya. Kukocok penisku. Pelan, pelan, lalu cepat, cepat, cepat, akhirnya ah.., tak tahan. Aku pejamkan mataku, sambil mengocok penis. “Blap!” kurasakan penisku masuk lubang, yang ada giginya. Ya! Kubuka mataku. Penisku masuk ke mulutnya. Kulepaskan genggamanku. Dia sudah bersimpuh di depanku, mengulum penis, tangannya mulai mengocok penisku, terkadang lidahnya menjilati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awas Sari, nanti muncrat ke mulut lho!”, aku memperingatkan.&lt;br /&gt;“Biarin. Ini untuk pertama kalinya aku minum isi burung”, katanya menantang.&lt;br /&gt;“Oh ya?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“Iya. Ayo, kuras manimu, pejantanku!”, ajaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku kocok sendiri penisku. Ketika titik didih sudah mendekat, genggamanku aku lepas. Tangan Sari segera menyambar. Dengan lima kocokan maniku pun muncrat. Crat! Crat! Crat! Craatt! Mulutnya telat mengantisipasi, mungkin karena belum pengalaman. Dalam sepersekian detik maniku menyembur pipinya, hidungnya, keningnya, lehernya, lalu, “Slep!”, penisku masuk ke mulutnya dengan mani terus membanjir. Dalam kulumannya penisku terus dia kocok. Lama-lama aku gemetar dalam lautan nikmat. Aku terduduk. Penisku tercabut dari mulutnya. Kulihat si cantik ini mukanya berlepotan cairan putih kental. Bibirnya berleleran sperma. Dia belum terampil menelan semua sperma, sehingga ada sisa yang tumpah keluar. Yang pasti dia tampak semakin cantik. Mungkin aku pun jadi mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih bossku sayang. Ini bukan yang terakhir kan?”, tanyaku sambil mengusap rambutnya.&lt;br /&gt;“Tentu.., Kamu mau sama aku meski aku lebih tua?”, jawabnya dengan mesra.&lt;br /&gt;“Iya. Aku menyayangimu. Aku pingin mengeksplorasi semua pesona kewanitaanmu”, kataku.&lt;br /&gt;“Masih banyak waktu. Lain kali kamu ke studio apartemenku. Apa yang akan kamu lakukan kepadaku Sabtu malam besok?”.&lt;br /&gt;“Aku ingin mencoba anusmu, bossku sayang..”&lt;br /&gt;Aduh! Diam mencubit lenganku, lalu pahaku, lalu penisku.&lt;br /&gt;“Sakitt boss!” kataku.&lt;br /&gt;Dia tak mempedulikan. Setelah cubitannya lepas, dia pun bangkit, lalu membungkuk dengan menghadapkan pantat ke wajahku, yang masih terduduk di karpet dengan kaki terjulur, sambil kedua tanganku menyangga tubuhku. Jemarinya merentang anus yang merah dan dikitari bulu halus lurus yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anusku masih perawan. Boleh juga sih kita coba Sabtu besok”, katanya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba pemandangan gelap. Kurasakan bau aneh, khas, tapi sedap. Astaga! Anus yang terentang jari itu sudah menempel ke hidungku. Awas, anus itu nanti menerima pembalasanku, dengan elusan penis dan tetesan maniku, sementara jariku bermain di clitoris dan vulvanya. Tunggu saatnya tiba, boss cantikku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-19273308145781921?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/19273308145781921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/hubungan-intim-dengan-boss-lajang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/19273308145781921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/19273308145781921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/hubungan-intim-dengan-boss-lajang.html' title='Hubungan Intim Dengan Boss Lajang Menggairahkan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-532121531532631920</id><published>2009-09-27T16:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T16:50:17.354-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>ABG Meki Bondol Bulat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Sr_6A3biFvI/AAAAAAAAAl8/0kquEZ1cbJE/s1600-h/abgmekibondolkembung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Sr_6A3biFvI/AAAAAAAAAl8/0kquEZ1cbJE/s320/abgmekibondolkembung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386298572144776946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download aja &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Meki&lt;/a&gt; &lt;a href="http://rapidshare.com/files/281552592/Abg_Meki_Bondol.mp4"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-532121531532631920?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/532121531532631920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/abg-meki-bondol-bulat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/532121531532631920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/532121531532631920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/abg-meki-bondol-bulat.html' title='ABG Meki Bondol Bulat'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Sr_6A3biFvI/AAAAAAAAAl8/0kquEZ1cbJE/s72-c/abgmekibondolkembung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7110871840694447631</id><published>2009-09-23T20:55:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T20:59:32.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Swinger'/><title type='text'>Tukar Pasangan Ngentot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Ivan namaku berpostur tinggi dengan berat yang ideal serta penampilan dan wajah keren kalau kata teman-temanku, saat ini aku berusia 24 tahun, kelahiran Bandung. Terus terang aku termasuk lelaki yang mempunyai libido seks tinggi dan butuh variasi yang bermacam-macam dalam melakukan hubungan seks. Saat ini aku sudah bekerja dan mempunyai posisi yang cukup bagus. Serta sudah mempunyai seorang istri yang cantik dan berkulit putih mulus dengan postur tubuh yang menarik serta selalu merangsang nafsuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang akan kutampilkan ini adalah pengalamanku beberapa waktu lalu. Saat itu aku mendapat undangan dari seorang teman lamaku yang bernama Jay. Jay adalah temanku semasa kuliah dulu di kota Surabaya. Sejak lulus dari kuliah kami tidak pernah bertemu, tetapi komunikasi melalui telepon tetap berjalan lancar. Saat ini dia juga sudah menikah, dan aku belum mengenal istrinya. Dia juga saat ini sudah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, sedangkan aku berkerja di Jakarta sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menghubungiku, Jay mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang telah disediakan oleh perusahaannya. Dia juga datang bersama istrinya dan saat ini mereka juga belum mempunyai anak seperti aku dan istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku ataupun istri Jay hanya ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir kondisi itu lebih aman untuk mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami tidaklah aman bagi istri-istri kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Jay dan istrinya.&lt;br /&gt;“Hai.. Jay gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi,” kataku.&lt;br /&gt;“Hai Van, nggak ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi.. apa kabar, ini Sari istriku, Sari ini Ivan dan Lusi..” kata Jay balik memperkenalkan istrinya dan mengajak kami masuk.&lt;br /&gt;Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Jay dan Sari. Kulihat Lusi dan Sari cepat akrab walaupun mereka baru ketemu, begitu juga dengan aku dan Jay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sari dan Lusi asyik ngobrol macam-macam, Jay menarikku ke arah balkon yang ada dan segera menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.&lt;br /&gt;“Eh.. Van gua punya ide, mudah-mudahan aja elo setuju.. karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita dulu.. gimana..” kata Jay.&lt;br /&gt;“Mengenai apa..” kataku.&lt;br /&gt;“Tapi elo jangan marah ya.. kalau nggak setuju..” kata Jay lagi.&lt;br /&gt;“Oke gua janji..” kataku.&lt;br /&gt;“Begini.. gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi tentunya, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana..” ucap Jay.&lt;br /&gt;“Ah.. gila kamu..” kataku spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku terdiam sejenak dan berpikir sambil memandangi Lusi dan Sari yang sedang asyik ngobrol. Kulihat Sari sangat cantik tidak kalah cantiknya dengan Lusi, dan aku yakin bahwa sebagai laki-laki aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh seorang wanita seperti Lusi maupun Sari yang tidak kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Van.. kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah..” kata Jay meminta keputusanku lagi.&lt;br /&gt;“Tapi gimana caranya.. mereka pasti marah.. kalau kita beritahu..” aku balik bertanya.&lt;br /&gt;“Tenang aja, gua punya caranya kalau elo setuju..” kata Jay lagi.&lt;br /&gt;“Gua punya Pil perangsang.. lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai bereaksi.”&lt;br /&gt;“Oke.. gua setuju..” kataku.&lt;br /&gt;Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jay mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yang sudah diisi soft drink yang akan kami berikan kepada Lusi dan Sari. “Aduh.. asyik amat.. apa sich yang diobrolin.. nich.. minumnya kita tambah..” kata Jay sembari memberikan gelas yang satu ke Sari, sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Lusi, karena kebetulan minuman milik mereka yang sebelumnya kelihatan sudah habis. Kemudian Lusi dan Sari langsung menenggak minuman yang kami berikan beberapa kali. Aku duduk di samping Lusi dan Jay duduk di dekat Sari, kami pun ikutan ngobrol bersama mereka. Beberapa waktu kemudian, baik aku maupun Jay mulai melihat Lusi dan Sari mulai sedikit berkeringat dan gelisah sambil merubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai bereaksi, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jay berinisiatif mulai memeluk Sari istrinya dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit meniupkan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.&lt;br /&gt;“Sar.. aku sayang kamu..” kata Jay.&lt;br /&gt;Kulihat tangannya mulai meraba paha Sari, istrinya.&lt;br /&gt;“Eh Jay.. apaan.. sich kamu.. kan malu.. akh.. ah..” kudengar suara Sari halus.&lt;br /&gt;“Nggak pa-pa.. ah.. ah.. kamu sayangku.. ah..” desah Jay meneruskan serangannya ke Sari.&lt;br /&gt;Melihat kondisi itu, Lusi agak bingung.. tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak kuasa menahan gejolak nafsunya.&lt;br /&gt;“Lus.. aku cinta kamu.. ukh.. ulp.. ah..”&lt;br /&gt;Aku pun mulai memeluk Lusi istriku dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Lusi pun menikmatinya. Aku pun mulai memeluk tubuh istriku dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian pahanya sama seperti yang dilakukan oleh Jay.&lt;br /&gt;“Lus.. akh.. ak.. kamu.. sangat cantik sayang..” kataku.&lt;br /&gt;“Akh.. Van.. ah.. ah..” desah istriku panjang, karena tanganku mulai menyentuh bagian depan kemaluannya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah terlebih dahulu menyibakkan CD-nya secara perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Jay sudah membuka bajunya dan mulai perlahan membuka kancing baju Sari istrinya, yang kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang. “Ah.. Jay.. ah.. ah.. ah..” desah Sari kudengar. Dan Jay sudah berhasil membuka seluruh pakaian Sari, dan kulihat betapa mulusnya kulit Sari yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun sudah berhasil ditarik oleh Jay. Tinggallah tubuh bugil Sari di atas sofa yang kami gunakan bersama itu dengan kelakuan Jay pada dirinya. Kulihat Jay pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh Sari maupun Jay yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku. “Ah.. ulp.. ulp.. ulp.. ah.. sst.. sst..” kulihat Sari menjilat dan menghisap kemaluan Jay yang putih kemerahan dengan nikmatnya. “ukh..ukh..ohh..ukh..” erang Jay menikmati permainan Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Lusi istriku, kulanjutkan dengan meremas buah dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-ulang. “Ah.. ah.. ah.. Van.. terus.. ah.. ah..” desah Lusi keenakan. Tangan Lusi pun mulai membuka celanaku dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Lusi sudah mulai tidak sabaran. “Akh.. akh.. ukh.. oh..” ketika celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera memegang kemaluanku dan menjilatinya seperti apa yang dilakukan oleh Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian segera mengatur permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian luar kemaluannya,&lt;br /&gt;“Aah.. oh.. terus.. terus Van.. enak.. akh.. akh..” desah Lusi.&lt;br /&gt;“Ulp.. ulp.. sst.. sst.. ah.. uhm.. uhm.. uhm..”&lt;br /&gt;Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kemaluan dan klitorisnya merekah merah merangsang serta kelihatan basah oleh jilatanku dan air kenikmatan milikya yang tentunya terus mengalir dari dalam kemaluannya.&lt;br /&gt;“Ah.. terus.. ah.. ah.. terus Van.. enak.. akh.. akh.. ukh..” rintih Lusi.&lt;br /&gt;Yang membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan penuh kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kulihat Jay menggendong Sari istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di sofa panjang yang kami pakai bersama ini, kemudian Jay mulai memasukkan kedua jari tangannya ke lubang kemaluan milik Sari dan mengocoknya pelan serta menariknya keluar masuk.&lt;br /&gt;“Akh.. Jay.. ahk.. kamu.. gila Jay.. akh.. terus.. terus Jay.. ahh..” rintih Sari terdengar.&lt;br /&gt;“Ukh.. ah.. ulp.. akh.. akh.. akh.. oh.. oh.. oh..”&lt;br /&gt;Suara dan desahan dari istriku dan Sari secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba kemaluan Sari yang berada di sebelah istriku. Dan aku pun ikutan memasukkan kedua buah jariku ke kemaluan Sari tersebut. Dan Jay pun membiarkan semua itu kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang kemaluan Sari, tangan kiri Jay pun mulai ikut meraba kemaluan istriku yang saat ini tanpa rambut, karena habis kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Sari maupun istriku membuka dan menutup matanya menikmati permainan yang aku dan Jay lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku mulai meraba buah dada sari dengan tangan kananku dan meremasnya pelan, kurasakan buah dada milik Sari lebih kenyal dibanding milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan. Kemudian aku mulai berdiri dan mengarahkan kemaluanku yang berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm itu ke arah mulut istriku, dan tangan kananku terus meremas buah dada milik Sari. Istriku dan Sari pun membiarkan semuanya ini terus berlanjut. Dan kulihat Jay tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang kemaluan yang di depannya dengan kedua buah tangannya dengan sekali-kali &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;meremas buah dada&lt;/a&gt; milik istriku maupun Sari, istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jay mulai berdiri dan mengarahkan kemaluannya ke lubang kemaluan Sari yang sudah sangat basah, “Ah.. Jay.. terus.. masukkan.. terus Jay semuanya..” kata Sari.&lt;br /&gt;Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan istriku.&lt;br /&gt;“Akh.. ukh.. ah.. oh.. ah.. oh..” erang istriku keenakan.&lt;br /&gt;Saat ini baik posisiku dan jay maupun Lusi dan Sari berada pada posisi yang sama. Aku dan Jay terus menarik turunkan kemaluan kami di lubang kemaluan milik Sari dan Lusi. Begitu juga dengan Sari dan Lusi membuka lebar kakinya dan memeluk pinggangku maupun Jay seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Jay yang terus menuju ke lubang kemaluan milik istriku. Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik Sari, perlahan kurasakan lubang kemaluan Sari masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yang kutekan perlahan.&lt;br /&gt;“Akh.. akh.. Sar.. memekmu begitu padat.. dan enak.. akh..” kataku.&lt;br /&gt;“Terus.. Van.. Terus.. punyamu begitu besar.. terus Van.. enak.. akh..” rintih Sari.&lt;br /&gt;“Van.. terus.. beri aku kenikmatan.. akh.. akh.. terus Van.. enak.. lebih dalam Van.. akh..”&lt;br /&gt;“Lus.. punyamu begitu enak.. sangat.. rapat dan menjepit kontolku.. akh..” desah Jay kepada istriku.&lt;br /&gt;“Ehm.. ehm.. ukh.. ukh.. lebih dalam Jay.. lebih dalam.. teruskan Jay.. teruskan.. kontolmu.. sangat panjang.. akh.. dan menyentuh.. dinding.. rahimku.. akh.. akh.. enak.. Jay..” desah istriku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku terus meremas dan menjilat puting susu milik Sari dan sekali-kali kugigit pelan putingnya dan Sari terus menikmatinya, sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang kemaluan Sari yang terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut. Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kemaluanku yang semakin keras dan menantang lubang kemaluan Sari yang kubuat basah sekali, dan Sari pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya saat menerima hujaman batang kemaluanku yang saat masuk hanya menyisakan dua buah biji kemaluan yang menggantung dan terhempas di luar kemaluan Sari tersebut.&lt;br /&gt;“Akh.. Sar.. enak.. sekali.. punyamu.. akh.. akh..” desahku.&lt;br /&gt;“Oh Van.. aku sangat.. suka.. milikmu ini.. Van yang besar dan keras ini.. akh.. ogh.. ogh.. terus Van.. ah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Jay membalikkan tubuh istriku dan memasukan kemaluannya yang panjang putih kemerahan tersebut dari belakang,&lt;br /&gt;“Akh.. akh.. akh.. Jay.. terus.. lebih dalam Jay.. akh.. enak.. Jay..” rintih istriku, yang kulihat buah dadanya menggantung bergoyang mengikuti dorongan dari kemaluan Jay yang terus keluar masuk, dan kemudian tangan Jay meremas buah dada tersebut serta menariknya.&lt;br /&gt;“Akh.. Jay.. akh.. ogh.. ogh.. ahh..” jerit nikmat istriku menikmati permainan Jay dari belakang tersebut.&lt;br /&gt;“Ogh.. Lus.. buah dadamu begitu besar.. dan.. enak.. ukh.. ehm.. ehmm..” sahut Jay penuh kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari mencoba merubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan, sedangkan Sari memasukkan dan menekan kemaluannya dari atas ke arah kemaluanku.&lt;br /&gt;“Blees..”&lt;br /&gt;“Aakh.. enak.. akh.. Van punyamu begitu besar.. akhg..” desah sari yang terus menaik-turunkan tubuhnya dan sesekali menekan dan memutar pinggulnya menikmati kemaluanku yang terasa nikmat dan ngilu tetapi enak.&lt;br /&gt;“Oh.. Sar.. terus.. ah.. ah..” desahku.&lt;br /&gt;“Oh Van.. oh.. oh.. oh.. Van.. aku hampir keluar Van.. aogh.. ogh..” jerit Sari.&lt;br /&gt;“Okh.. Van.. okh.. aku ke.. luar.. okh.. okh..” tubuh Sari mengejang bagaikan kuda dan kurasakan kemaluanku pun bergetar mengimbangi orgasme yang dicapai Sari.&lt;br /&gt;“Oh.. ukh.. okh.. Sar aku juga keluar.. okh.. okh..”&lt;br /&gt;Kami pun berpelukan dan mengejang bergetar bersama serasa berada di awan, menikmati saat klimaks kami tersebut selama beberapa saat hingga kemudian kami berdua merasa lemas, dan tetap berpelukan dengan posisi Sari di atas, seolah kami sangat takut kehilangan satu sama lain sambil memandangi permainan Jay dan istriku di sebelah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Lusi istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan anjing atau kuda yang sedang kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Jay maupun istriku berkilap dikarenakan keringat yang mengalir pelan karena permainan seks mereka ini, kulit Jay yang putih mulus karena dia berdarah Manado ini kelihatan bersinar begitu juga istriku begitu menikmati panjangnya kemaluan Jay. Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih, “Ah.. ah.. ah.. uh.. uh.. uh.. Jay tekan terus Jay dengan keras.. ah.. ah..” kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya tersebut seolah takut kehilangan kenikmatan permainan mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian mendorong kepalanya dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya, “Akh.. Van.. akh.. enak.. ogh.. ogh.. ogh.. terus Van..” rintih istriku, terasa olehku kemudian Sari menjilati dan menghisap batang kemaluanku yang mulai mengeras kembali.&lt;br /&gt;“Ogh.. ogh.. ogh.. Van.. ogh.. ogh.. Jay.. kontolmu sangat panjang dan membuatku sangat.. puas Jay.. akh.. terus.. akh..” kata Lusi.&lt;br /&gt;“Ulp.. ulp.. ulp.. ulp.. ulp..” jilatan Sari di kemaluanku yang mengeras.&lt;br /&gt;“Okh.. Jay.. aku.. hampir.. ke.. ke.. luar.. Jay.. terus” desah istriku.&lt;br /&gt;Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Jay juga mengejang.&lt;br /&gt;“Akh.. akh.. akh.. akh.. Lus.. aku juga keluar.. akh.. akh..” jerit Jay kuat, kemudian tubuhnya mengejang dan bergetar hebat.&lt;br /&gt;“Ogh.. ogh.. ogh.. ogh..” istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa saat. Aku pun kembali merasakan kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan.. “Akh.. akh.. akh.. akh..” kemaluanku pun memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah Sari dan sebagian lagi meloncat hingga ke tubuh istriku dan aku pun kembali mengejang kenikmatan dan kulihat Sari terus menjilati kemaluanku yang besar tersebut dan membersihkannya dengan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi harinya, dalam kondisi tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhku, istriku, Jay dan Sari istrinya. Permainan ini kembali kami ulangi pagi harinya. Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga saatnya Jay dan Sari harus pulang ke Surabaya, ini semua adalah awal dari permainan seks bersama kami yang hingga kini seringkali kami lakukan kembali jika aku dan istriku ke Surabaya, ataupun mereka ke Jakarta. Bahkan kadang-kadang-kadang Sari sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, ataupun aku atau istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Jay atau Sari. Bagi pembaca yang tertarik dan ingin melakukan permainan seks bersama kami silakan e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7110871840694447631?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7110871840694447631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/tukar-pasangan-ngentot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7110871840694447631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7110871840694447631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/tukar-pasangan-ngentot.html' title='Tukar Pasangan Ngentot'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7912306324696369788</id><published>2009-09-23T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T20:37:53.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Si Cantik Dientot, Enak Tuenan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrrpagrpAeI/AAAAAAAAAkc/chiYZilNM5A/s1600-h/sicantikdientot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrrpagrpAeI/AAAAAAAAAkc/chiYZilNM5A/s320/sicantikdientot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384872946133696994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;Video Bokep&lt;/a&gt;nya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/249881504/SiCantik_Dientot.WMV"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7912306324696369788?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7912306324696369788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/si-cantik-dientot-enak-tuenan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7912306324696369788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7912306324696369788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/si-cantik-dientot-enak-tuenan.html' title='Si Cantik Dientot, Enak Tuenan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrrpagrpAeI/AAAAAAAAAkc/chiYZilNM5A/s72-c/sicantikdientot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-1929544460770050078</id><published>2009-09-22T17:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T17:23:45.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tante Girang'/><title type='text'>Aku Tante Yang Kesepian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Aku seorang wanita karir yang cukup mapan, boleh dibilang karirku sudah mencapai tingkat tertinggi dari yang pernah kuimpikan. Tahun lalu aku memutuskan keluar dari pekerjaanku yang sangat baik itu, aku ingin memperbaiki rumah tanggaku yang berantakan karena selama 5 tahun ini aku dan suami tidak pernah berkomunikasi dengan baik sehingga kami masing-masing memiliki kegiatan di luar rumah sendiri-sendiri. Anak kami satu-satunya sekolah di luar negeri, kesempatan untuk berkomunikasi makin sedikit sampai akhirnya kuputuskan untuk memulai lagi hubungan dengan suamiku dari bawah. Tapi apa boleh buat semua malah berantakan, suamiku memilih cerai ketika aku sudah keluar dari karirku selama 3 bulan. Aku tak dapat menyalahkannya karena akupun tidak begitu antusias lagi setelah mengetahui dia mempunyai wanita simpanan, dan itu juga bukan salahnya maupun salahku. Kupikir itu adalah takdir yang harus kujalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang usiaku sudah 39 tahun dan aku tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, sehari-hari aku lebih banyak berjalan-jalan dengan teman, kadang-kadamg kami traveling untuk membunuh waktu belaka. Sejak 3 bulan yang lalu aku membiarkan salah seorang keponakanku untuk tinggal di rumahku, aku tergerak menolong orang tuanya yang mempunyai ekonomi pas-pasan sehingga untuk kost tentu memerlukan biaya yang mahal, sedangkan untuk bayar kuliah saja mereka sudah bekerja mati-matian. Keponakanku bernama Ajie, usianya sekitar 22 tahun, kubiarkan ia tinggal di salah satu kamar di lantai 2. Ajie sangat sopan dan tahu diri, jadi kupikir sangat menguntungkan ada seseorang yang dapat menjaga rumahku sewaktu aku dan teman-teman traveling. Tapi ternyata Ajie membawa berkah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu aku segan sekali bangun dari ranjang, baru kemarin malam aku kembali dari Thailand dan kebetulan hari itu adalah hari minggu, sehingga aku memutuskan akan tidur sepuas mungkin, semua pembatu libur pada hari minggu, mereka boleh kemana saja, aku tidak peduli asal jangan menganggu tidurku. Aku tergolek saja di ranjang, baju tidurku terbuat dari sutera tipis berwarna putih, kupandangi tubuhku yang mulai gempal, kupikir aku harus mulai senam lagi. Kulihat jam menunjukkan angka 10. Ah biarlah aku ingin tidur lagi, jadi aku mulai terkantuk-kantuk lagi. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki di depan pintu, lalu terdengar ketukan, aku diam saja, mungkin salah seorang pembantu ingin mengacau tidurku.&lt;br /&gt;“Tante.., Tante..”, ooh ternyata suara Ajie. Mau apa dia? Aku masih diam tak menjawab, kubalikkan badanku sehingga aku tidur telentang, kupejamkan mataku, kedua tangan kumasukkan ke bawah bantal. Ketukan di pintu berulang lagi disertai panggilan.&lt;br /&gt;“Persetan!”, pikirku sambil terus memejamkan mata. Tak lama kemudian aku kaget sendiri mendengar pegangan pintu diputar, kulirik sedikit melalui sudut mataku, kulihat pintu bergerak membuka pelan, lalu muncul kepala Ajie memandang ke arahku, aku pura-pura tidur, aku tak mau diganggu.&lt;br /&gt;“Tante..?”, Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat aku tidak mendengar apapun, tapi tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mata, astaga ternyata Ajie sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaun tidurku, aku lupa sedang mengenakan baju tidur yang tipis apalagi dengan tidur telentang pula. Hatiku jadi berdebar-debar, kulihat Ajie menelan ludah, pelan-pelan tangannya menyingkap gaunku, hatiku makin berdebar tak karuan. Mau apa dia? Tapi aku terus pura-pura tidur.&lt;br /&gt;“Tante..”, Suara Ajie terdengar keras, kupikir ia sedang ingin memastikan apakah tidurku betul-betul nyenyak atau tidak. Kuputuskan untuk terus pura-pura tidur. Kemudian kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai leher, lalu kurasakan tangan Ajie mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tenang agar pemuda itu tidak curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tangan kumasukkan bawah bantal jadi otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi.., buseet wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin dia masih belum tahu aku pura-pura tidur, kuatur napas selembut mungkin. Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemudian kurasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu kurasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada yg sedang bergolak di dalam tubuhku, sudah lama aku tidak merasakan sentuhan laki-laki. Sekarang aku sangat merindukan kekasaran seorang pria, aku memutuskan terus diam sampai saatnya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tangan Ajie sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti malah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam. Kurasakan tangannya gemetar ketika memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Ajie mendekatkan wajahnya kearah buah dadaku, lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah berkilat oleh air liurnya, perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali. Mulutnya terus menyedot puting susuku disertai dengan gigitan-gigitan kecil, tangan kanan Ajie mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yg masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah atau belum, yang jelas jari-jari Ajie menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku, jantungku berdebar keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Ajie sedang berusaha memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ajie!! Ngapain kamu?”, Aku berusaha bangun duduk, tapi kedua tangan Ajie menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Ajie mencium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak, kukerahkan seluruh tenagaku, tapi Ajie makin keras menekan pundakku, malah pemuda itu sekarang menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditekan oleh tubuhnya yang besar. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, aku pura-pura menolak.&lt;br /&gt;“Tante.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya tante” Ajie melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.&lt;br /&gt;“Kamu kan bisa dengan teman-teman kamu yang masih muda. Tante kan sudah tua” Ujarku lembut.&lt;br /&gt;“Tapi saya sudah tergila-gila dengan tante.., saya akan memuaskan tante sepuas-puasnya”, Jawab Ajie.&lt;br /&gt;“Ah kamu.., ya sudahlah terserah kamu sajalah”, Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tak tahan ingin dijamah olehnya. Kemudian Ajie melepaskan gaun tidurku, sehingga aku cuma memakai celana dalam saja. Lalu Ajie melepaskan pakaiannya, sehingga aku bisa melihat penisnya yang besar sekali, penis itu sudah menegang keras. Ajie mendekat ke arahku.&lt;br /&gt;“Tante diam saja ya”, Kata Ajie. Aku diam sambil berbaring telentang, kemudian Ajie mulai menciumi wajahku, telingaku dijilatinya, aku mengerang-erang, kemudian leherku dijilat juga, sementara tangannya meremas buah dadaku dengan lembut. Tak lama kemudian Ajie merenggangkan kedua pahaku, lalu kepalanya menyusup ke selangkanganku. vaginaku yang masih tertutup CD &lt;a href="http://ceritapanas3gp.blogspot.com/"&gt;dijilat dan dihisap-hisap&lt;/a&gt;nya, aku menggeliat-geliat menahan rasa nikmat yang luar biasa. Lalu Ajie menarik CD-ku sampai copot, kedua kakiku diangkatnya sampai pinggulku juga terangkat, sehingga tubuhku menekuk, kulihat vaginaku yang berbulu sangat lebat itu mengarah ke wajahku, punggungku agak sakit, tapi kutahan, aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya. Kemudian Ajie mulai menjilati vaginaku, kulihat lidahnya terjulur menyibak bulu vaginaku, lalu menyusup ke belahan bibir vaginaku, aku merintih keras, nikmat sekali, clitorisku dihisap-hisapnya, kurasakan lidahnya menjulur masuk ke dalam lubang vaginaku, mulutnya sudah bergelimang lendirku, aku terangsang sekali melihat kelahapan pemuda itu menikmati vaginaku, padahal kupikir vaginaku sudah tidak menarik lagi.&lt;br /&gt;“Enak Ajie? Bau kan?”, Bisikku sambil terus melihatnya melahap lubangku.&lt;br /&gt;“Enak sekali tante, saya suka sekali baunya”, Jawab Ajie, aku makin terangsang. Tak lama aku merasakan puncaknya ketika Ajie makin dalam memasukkan lidahnya ke dalam vaginaku.&lt;br /&gt;“Ajiee.., aa.., enaakk” Kurasakan tubuhku ngilu semua ketika mencapai orgasme, Ajie terus menyusupkan lidahnya keluar masuk vaginaku. Kuremas-remas dan kugaruk-garuk rambut Ajie. Kemudian kulihat Ajie mulai menjilat lubang pantatku, aku kegelian, tapi Ajie tidak peduli, ia berusaha membuka lubang pantatku, aku mengerahkan tenaga seperti sedang buang air sehingga kulihat lidah Ajie berhasil menyusup kesela lubang pantatku, aku mulai merasakan kenikmatan bercampur geli.&lt;br /&gt;“Terus Jie.., aduh nikmat banget, geli.., teruss.., hh..”, Aku mengerang-erang, Ajie terus menusukkan lidahnya ke dalam lubang pantatku, kadang-kadang jarinya dimasukkan ke dalam lalu dikeluarkan lagi untuk dijilat sambil memandangku.&lt;br /&gt;“Enak? Jorok kan?”.&lt;br /&gt;“Enak tante.., nikmat kok”, Jawab Ajie, tak lama kemudian aku kembali orgasme, aku tahu lendir vaginaku sudah membanjir. Kucoba meraih penis Ajie, tapi sulit sekali. Aku merasa kebelet ingin pipis, tiba-tiba tanpa dapat kutahan air kencingku memancar sedikit, aku mencoba menahannya.&lt;br /&gt;“Aduh sorry Jie.., nggak tahan mau pipis dulu” Aku ingin bangun tapi kulihat Ajie langsung menjilat air kencingku yang berwarna agak kuning. Gila! Aku berusaha menghindar, tapi ia malah menyurukkan seluruh mulutnya ke dalam vaginaku.&lt;br /&gt;“aa.., jangan Ajie.., jangan dijilat, itu kan pipis Tante”, Aku bangun berjalan ke kamar mandi, kulihat Ajie mengikutiku.&lt;br /&gt;“Tante pipis dulu, Ajie jangan ikut ah.., malu”, Kataku sambil menutup pintu kamar mandi, tapi Ajie menahan dan ikut masuk.&lt;br /&gt;“Saya ingin lihat Tante”.&lt;br /&gt;“Terserah deh”.&lt;br /&gt;“Saya ingin merasakan air pipis tante”, Aku tersentak.&lt;br /&gt;“Gila kamu? Masak air pipis mau..”, Belum habis ucapanku, Ajie sudah telentang di atas lantai kamar mandiku.&lt;br /&gt;“Please tante..”, Hatiku berdebar, aku belum pernah merasakan bagaimana mengencingi orang, siapa yang mau? Eh sekarang ada yang memohon untuk dikencingi. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba.&lt;br /&gt;“Terserah deh..” Jawabku, lalu aku berdiri diantara kepalanya, kemudian pelan-pelan aku jongkok di atas wajahnya, kurasakan vaginaku menyentuh hidungnya. Ajie menekan pinggulku sehingga hidungnya amblas ke dalam vaginaku, aku tak peduli, kugosok-gosok vaginaku di sana, dan sensasinya luar biasa, kemudian lidahnya mulai menjulur lalu menjilati lubang pantatku lagi, sementara aku sudah tidak tahan.&lt;br /&gt;“Awas.., mau keluar” Ajie memejamkan matanya. Kuarahkan lubang vaginaku ke mulutnya, kukuakkan bibir vaginaku supaya air kencingku tidak memencar, kulihat Ajie menjulurkan lidahnya menjilati bibir vaginaku, lalu memancarlah air kencingku dengan sangat deras, semuanya masuk ke dalam mulut Ajie, sebagian besar keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Ajie menusuk vaginaku dengan jarinya sehingga kencingku tertahan seketika, kenikmatan yang luar biasa kurasakan ketika kencingku tertahan, lalu vaginaku ditusuk terus keluar masuk dengan jarinya. Kira-kira 1 menit kurasakan kencingku kembali memancar dashyat, sambil pipis sambil kugosok-gosokkan vaginaku ke seluruh wajah Ajie. Pemuda itu masih memejamkan matanya. Akhirnya kulihat kencingku habis, yang keluar cuma tetes tersisa disertai lendir bening keputihan menjuntai masuk ke dalam mulut pemuda itu, dan Ajie menjilat serta menghisap habis. Aku juga tak tahan, kucium mulut Ajie dengan lahap, kurasakan lendirku sedikit asin, kuraih penis Ajie, kukocok-kocok, kemudian kuselomoti penis yang besar itu. Kusuruh Ajie nungging diatas wajahku, lalu kusedot penisnya yang sudah basah sekali oleh lendir bening yang terus-menerus menetes dari lubang kencingnya. Ajie mulai memompa penisnya di dalam mulutku, keluar masuk seolah-olah mulutku adalah vagina, aku tidak peduli, kurasakan Ajie sedang mencelucupi vaginaku sambil mengocok lubang pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberanikan mencoba menjilat lubang pantat Ajie yang sedikit berbulu dan berwarna kehitam-hitaman. Tidak ada rasanya, kuteruskan menjilat lubang pantatnya, kadang-kadang kusedot bijinya, kadang-kadang penisnya kembali masuk ke mulutku. Tak lama kemudian kurasakan tubuh Ajie menegang lalu ia menjerit keras. penisnya menyemburkan air mani panas yang banyak sekali di dalam mulutku. Kuhisap terus, kucoba untuk menelan semua air mani yang rada asin itu, sebagian menyembur ke wajahku, ku kocok penisnya, Ajie seperti meregang nyawa, tubuhnya berliuk-liuk disertai erangan-erangan keras. Setelah beberapa lama, akhirnya penis itu agak melemas, tapi terus kuhisap.&lt;br /&gt;“Tante mau coba pipis Ajie nggak?” Aku ingin menolak, tapi kupikir itu tidak fair.&lt;br /&gt;“Ya deh.. Tapi sedikit aja” Jawabku. Kemudian Ajie berlutut di atas wajahku, lalu kedua tangannya mengangkat kepalaku sehingga penisnya tepat mengarah kemulutku. Kujilat-jilat kepala penisnya yang masih berlendir. Tak lama kemudian air pipis Ajie menyembur masuk ke dalam mulutku, terasa panas dan asin, sedikit pahit. Kupejamkan mataku, yang kurasakan kemudian air pipis Ajie terus menyembur ke seluruh wajahku, sebagian kuminum. Ajie memukul-mukulkan penisnya ke wajah dan mulutku. Setelah habis kencingnya, aku kembali menyedot penisnya sambil mengocok juga. Kira-kira 2 menit penis Ajie mulai tegang kembali, keras seperti kayu. Ajie lalu mengarahkan penisnya ke vaginaku, kutuntun penis itu masuk ke dalam vaginaku. Kemudian pemuda itu mulai memompa penis besarnya ke dalam vaginaku. Aku merasakan kenikmatan yang bukan main setiap penis itu dicabut lalu ditusuk lagi. Kadang Ajie mencabut penisnya lalu memasukkannya ke dalam mulutku, kemudian kurasakan pemuda itu berusaha menusuk masuk ke dalam lubang pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelan-pelan.., sakit” Kataku, kemudian kurasakan penis itu menerobos pelan masuk ke dalam lubang pantatku, sakit sekali, tapi diantara rasa sakit itu ada rasa nikmatnya. Kucoba menikmati, lama-lama aku yang keenakan, sudah 3 kali aku mencapai orgasme, sedangkan Ajie masih terus bergantian menusuk vagina atau pantatku. Tubuh kami sudah berkubang keringat dan air pipis, kulihat lantai kamar mandiku yang tadinya kering, sekarang basah semua.&lt;br /&gt;“aakkhh.., tante, tante.., aa” Ajie merengek-rengek sambil memompa terus penisnya di dalam lubang pantatku. Dengan sigap aku bangun lalu secepat kilat kumasukkan penisnya ke dalam mulutku, kuselomoti penis itu sampai akhirnya menyemburlah cairan kenikmatan dari penis Ajie disertai jeritan panjang, untung tidak ada orang dirumah. Air maninya menyembur banyak sekali, sebagian kutelan sebagian lagi kuarahkan ke wajahku sehingga seluruh wajahku berlumuran air mani pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ajie menggosok penisnya ke seluruh wajahku, lalu kami berpelukan erat sambil bergulingan di lantai kamar mandi. Kepuasan yang kudapat hari itu benar-benar sangat berarti. Aku makin sayang dengan Ajie. Ada saja sensasi dan cara baru setiap kali kami bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-1929544460770050078?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/1929544460770050078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/aku-tante-yang-kesepian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1929544460770050078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/1929544460770050078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/aku-tante-yang-kesepian.html' title='Aku Tante Yang Kesepian'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-7345213241766306404</id><published>2009-09-22T17:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T17:20:59.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Video Anak SMA Lagi Ngentot 3GP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrlpyRCe5DI/AAAAAAAAAhc/U6JQkX_dO40/s1600-h/adiksmangentot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrlpyRCe5DI/AAAAAAAAAhc/U6JQkX_dO40/s320/adiksmangentot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384451141786330162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Video Bokepnya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/265481728/adik_sma.avi"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-7345213241766306404?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/7345213241766306404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/video-anak-sma-lagi-ngentot-3gp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7345213241766306404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/7345213241766306404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/video-anak-sma-lagi-ngentot-3gp.html' title='Video Anak SMA Lagi Ngentot 3GP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrlpyRCe5DI/AAAAAAAAAhc/U6JQkX_dO40/s72-c/adiksmangentot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-4735641257953379334</id><published>2009-09-17T17:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T17:22:04.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Mertuaku Yang Penuh Nafsu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cerita Panas 3GP&lt;/span&gt; - Ini adalah salah satu pengalaman nyata dari kehidupan sex-ku selama ini. Aku Roy, 32 tahun. Menikah, punya 2 anak. Istriku sangat cantik. Banyak yang bilang mirip bintang sinetron ternama saat ini. Kami tinggal di Bandung. Yang akan aku ceritakan adalah hubunganku dengan mertua aku sendiri.&lt;br /&gt;Mertua aku tinggal di kota P, masih wilayah Jawa Barat. Suatu waktu aku ada tugas kerja ke kota P tersebut. Aku pergi naik motor. Sesampainya di kota P, aku langsung menyelesaikan tugas dari kantor. Setelah selesai, aku sengaja singgah dulu ke rumah mertua untuk istirahat. Sesampai di rumah, mertua perempuanku datang menyambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok sendirian Roy? Mana anak istrimu?” tanya mertuaku.&lt;br /&gt;“Saya ada tugas kantor disini, Ma. Jadi mereka tidak saya ajak. Lagian saya cuma sebentar kok, Ma. Hanya mau numpang mandi dan istirahat sebentar,” jawabku.&lt;br /&gt;“O begitu.. Akan mama siapkan makanan buat kamu,” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mandi. Setelah itu aku segera ke meja makan karena sudah sangat lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa mana, Ma?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Papa lagi ke rumah temannya ngurusin obyekan,” jawan mertuaku.&lt;br /&gt;“Kamu mau pulang jam berapa, Roy?” tanya mertuaku.&lt;br /&gt;“Agak sorean, Ma. Saya akan tidur sebentar. Badan pegal hampir 3 jam naik motor dari Bandung,” kataku.&lt;br /&gt;“Kalau begitu ganti baju dulu dong. Nanti kusut kemeja kamu,” ujar mertuaku sambil bangkit menuju kamarnya. Lalu dia datang lagi membawa kaos dan kain sarung.&lt;br /&gt;“Ini punya Papa, pakailah nanti,” kata mertuaku.&lt;br /&gt;“Iya, Ma,” kataku sambil terus melanjutkan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertuaku berumur 42 tahun. Sangat cantik mirip istriku. Badan ramping, buah dada besar walau agak turun karena usia. Pantatnya sangat padat. Setelah berganti pakaian, aku duduk di ruang tamu sambil nonton TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh katanya mau tidur?” tanya mertuaku sambil duduk di kursi yang sama tapi agak berjauhan.&lt;br /&gt;“Sebentar lagi. Ma. Masih kenyang,” ujarku. Lalu kami nonton TV tanpa banyak bicara.&lt;br /&gt;“Tahukah kamu, Roy.. Bahwa mama sangat senang dengan kamu?” tanya mertuaku kepadaku memecah kesunyian.&lt;br /&gt;“Kenapa, Ma?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Dulu sejak pertama kali datang kesini mengantar istrimu pulang, mama langsung suka kamu. Ganteng, tinggi, sopan, dan ramah,” kata mertuaku. Aku hanya tersenyum.&lt;br /&gt;“Sekarang kamu sudah menikahi anak mama dan sudah punya anak 2, tapi kamu tetap sama seperti yang dulu..,” kata mertuaku lagi.&lt;br /&gt;“Mama sangat sayang kamu, Roy,” kata mertuaku lagi.&lt;br /&gt;“Saya juga sayang mama,” ujarku.&lt;br /&gt;“Ada satu hal yang ingin mama lakukan, tapi tidak pernah berani karena takut jadi masalah..,” kata mertuaku.&lt;br /&gt;“Apa itu, Ma?” kataku.&lt;br /&gt;“Mama ingin memeluk kamu walau sebentar..,” ujar mertuaku sambil menatapku dengan mata sejuk.&lt;br /&gt;“Kenapa begitu, Ma?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Karena dulu mama sangat suka kamu. Sekarang ditambah lagi rasa sayang,” kata mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tatap mata mertuaku. Kemudian aku tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya yang akan peluk mama sebagai rasa sayang saya ke mama,” ujarku sambil beringsut mendekati mertuaku sampai badan kami bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku peluk mertuaku erat. Mertuakupun balas memeluk aku dengan erat sepertinya tidak mau melepas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh mama cium kamu Roy? Sebagai tanda sayang?” tanya mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku agak kaget. Aku lepaskan pelukanku, lalu tersenyum dan mengangguk. Mertuaku tersenyum, lalu mencium pipi kiri, pipi kanan, kening. Lalu.. Mertuaku menatap mataku sesaat kemudian mengecup bibirku. Aku sangat kaget. Tapi aku tetap diam, dan ada sedikit rasa senang akan hal itu. Selang beberapa detik mertuaku kembali mengecup bibirku.. Dan melumatnya sambil merangkulkan tangannya ke pundakku. Secara spontan aku membalas ciuman mertuaku. Kami saling hisap, mainkan lidah.. Nafas mertuaku terdengar agak cepat. Tangan mertuaku masuk ke dalam kain sarung, lalu menyentuh kontolku dari luar CD. Tangannya lalu mengusap pelan lalu mulai meremas kontolku. Kontolku langsung tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba.. Kringg! Krinngg! Bunyi telepon mengagetkan kami. Kami langsung memisahkan diri. Mertuaku langsung bangkit menuju telepon. Entah apa yang dibicarakan. Karena merasa agak bersalah, aku segera masuk ke kamar, menutup pintu, lalu merebahkan diri di kasur. Terbayang terus peristiwa tadi berciuman dengan mama mertua sambil merasakan nikmatnya diremas kontol. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Kemudian pintu terbuka. Mertuaku masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah mau tidur, Roy?” tanya mertuaku.&lt;br /&gt;“Belum, Ma,” ujarku sambil bangkit lalu duduk di tepi ranjang. Mertuaku juga ikut duduk di sampingku.&lt;br /&gt;“Kamu marah tidak atas kejadian tadi,” tanya mertuaku sambil menatap mataku. Aku tersenyum.&lt;br /&gt;“Tidak, Ma. Justru saya senang karena ternyata mama sangat sayang dengan saya,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertuaku tersenyum lalu memegang tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebetulnya dari dulu mama memimpikan hal seperti ini, Roy,” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;“Tapi karena istrimu dan papamu selalu ada, ya mama hanya bisa menahan perasaan saja..,” ujar mertuaku sambil mencium bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun segera mebalas ciumannya. Dan sekarang aku mulai berani. Tanganku mulai meraba buah dada mertuaku dari luar dasternya. Aku meremasnya perlahanan. Tangan mertuakupun segera melepas kain sarung yang aku pakai. Tangannya langsung meraba dan meremas kontolku dari luar CD-ku. Kontolku makin mengeras. Mertuaku merogoh kontolku hingga berdiri tegak. Sambil tetap berciuman tangannya terus mengocok dan meremas kontolku. Akupun terus meremas buah dada mertuaku. Tak lama, mertuaku bangkit lalu melucuti semua pakaiannya. Akupun melakukan hal yang sama. Mertuaku segera naik ke tempat tidur, dan aku segera menaiki tubuhnya. Aku kecup bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mama senang kamu datang hari ini, Roy.. Lebih senang lagi karena ternyata kamu bisa menerima rasa sayang mama kepada kamu…” ujar mertuaku sambil menciumku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya juga senang karena mama sangat menyayangi saya. Saua akan menyayangi mama…” kataku sambil memagut leher mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertuaku mendesah dan menggelinjang merasakan desiran nikmat. Pagutanku kemudian turun ke buahdada mertuaku. Kujilati dan gigit-gigit kecil puting susu mertuaku sambil tangan yang satu meremas buah dada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Mmhh.. Mmhh.. Ohh…” desah mertuaku semakin merangsang gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika lidahku mulai turun ke perut, tiba-tiba mertuaku memegang kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan ke bawah, Roy.. Mama malu. Segera masukkin saja.. Mama sudah tidak tahan…” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan maklum karena mertuaku termasuk orang yang konvensional dalam masalah sex. Aku buka lebar paha mertuaku, lalu aku arahkan kontolku ke memek mertua yang sudah basah dan licin. Tangan mertuaku segera memegang kontolku lalu mengarahkannya ke lubang memeknya. Tak lama.. Bless.. Kontolku langsung memompa memek mertuaku. Terasa tidak seret, tapi masih enak rasanya menjepit kontolku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Sshh.. Oh, Roy.. Mmhh…” desah mertuku ketika aku memompa kontolku agak cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertuaku mengimbangi gerakanku dengan goyangan pinggulnya. Tak lama, tiba-tiba mertuaku bergetar lalu tubuhnya agak mengejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, Roy.. Mama mau keluarr.. Mmhh…” jerit kecil mertuaku.&lt;br /&gt;“Terus setubuhi mama…” desahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian tubuh mertuaku melemas. Dia telah mencapai orgasme.. Akupun berhenti sejenak memompa kontolku tanpa mencabutnya dari memek mertuaku. Memeknya terasa makin licin oleh air maninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mama belum pernah merasakan nikmat seperti ini, Roy,” ujar mertuaku sambil mengecup bibirku.&lt;br /&gt;“Terima kasih, Roy…” ujarnya lagi sambil tersenyum. Akupun segera mengerakan kontolku menyetubuhi lagi mertuaku.&lt;br /&gt;“Boleh Roy minta sesuatu, Ma?” tanyaku sambil terus memompa kontolku.&lt;br /&gt;“Apa?” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;“Saya mau setubuhi mama dari belakang. Boleh?” tanyaku. Mertuaku tersenyum.&lt;br /&gt;“Boleh tapi mama tidak mau nungging. Mama tengkurap saja ya?” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;“Iya, Ma,” ujarku sambil mencabut kontolku. Mertuaku segera tengkurap sambil sedikit melebarkan kakinya.&lt;br /&gt;“Ayo, Roy,” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera masukkan kontolku ke memek mertuaku dari belakang. Terasa lebih nikmat daripada masuk lewat depan. Mata mertuaku terpejam, dan sesekali terdengar desahannya. Akupun terus menikmati rasa nikmat sambil terus memompa kontolku. Kemudian terasa ada sesuatu rasa yang sangat kuat ingin keluar dari kontolku. Kupercepat gerakanku menyetubuhi mertuaku. Ketika hampir mencapai klimaks, aku cabut kontolku, lalu.. Crott! Crott..! Crott! Air maniku keluar banyak di punggung dan pantat mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Enak, Ma…” kataku.&lt;br /&gt;Kugesekkan kontolku ke belahan pantat mertuaku. Selang beberapa menit setelah kelelahan agak hilang, mertuaku berkata, ” Tolong bersihkan punggung mama, Roy..”.&lt;br /&gt;“Iya, Ma,” ujarku. Lalu aku bersihkan air maniku di tubuh mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpakaian, lalu kami keluar kamar. Terlihat wajah mertuaku sangat ceria. Menjelang sore, mertua lelaki pulang. Aku dan mertua perempuanku bertindak biasa seolah tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan malam, aku diminta mertua perempuanku utnuk membawakan semua piring kotor ke dapur. Aku menurut. Mertua lelaki aku setelah makan malam langsung menuju ruang televisi dan segera menonton acara kesukaannya. Di dapur, mertuaku perempuanku langsung menarik tanganku ke sudut dapur lalu menciumku. Aku membalasnya sambil tanganku langsung memegang selangkangannya kemudian meraba memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nakal kamu. Tapi mama suka,” ujar mertuaku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Nanti Papa kesini, Ma.. Udah, ah Roy takut,” ujarku.&lt;br /&gt;“Tidak akan kesini kok, Roy,” ujarnya.&lt;br /&gt;“Sebelum kamu pulang, mama mau sekali lagi bersetubuh dengan kamu disini…” ujar mertuaku sambil tangannya segera meremas kontolku dari luar celana.&lt;br /&gt;“Saya juga mau, tapi jangan disini, Ma.. Bahaya,” ujarku.&lt;br /&gt;“Ayo dong, Roy.. Mama sudah tidak tahan,” ujarnya lagi. Tangannya terus meremas kontolku.&lt;br /&gt;“Kita ke hotel yuk, Roy?” ajak mertuaku. Aku mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan alasan akan ke rumah temannya, mertuaku perempuanku meminta ijin pergi diantar olehku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan lama-lama ngobrol disana, Ma.. Si Roy kan malam ini mau pulang. Kasihan nanti dia capek,” ujar mertua lelaki.&lt;br /&gt;“Iya dong, Pa…” ujar mertua perempuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami naik motor segera pergi mencari hotel. Setelah selesai registrasi, kami segera masuk ke kamar. Tanpa banyak cakap, mertuaku langsung memeluk dan menciumku dengan liar. Aku balas ciumannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat kita lakukan, Roy.. Waktu kita hanya sedikit,” ujar mertuaku sambil melucuti semua pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga demikian. Mertuaku langsung naik ke kasur, lalu aku menyusul. Tangan mertuaku langsung menggenggam kontolku dan diarahkan ke memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mama kok buru-buru sih?” tanyaku sambil tersenyum ketika kontolku sudah masuk memeknya. Lalu aku pompa kontolku perlahan menikmati enaknya memek mertuaku.&lt;br /&gt;“Habisnya mama sudah tidak tahan sejak tadi di rumah, pengen merasakan kontol kamu lagi,” kata mertuaku sambil menggoyang pinggulnya mengimbangi gerakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa belas menit tiba-tiba mertuaku mendekap aku erat sambil mengerakkan pinggulnya cepat. Kemudian.. “Ahh.. Mmhh.. Enak sayang…” desah mertuaku mencapai puncak orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badannya melemas. Aku terus memompa kontolku lebih cepat. Terasa lebih nikmat. Sampai beberapa lama kemudian aku tekan kontolku ke lubang memek mertuaku dalam-dalam, dan.. Crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Ma.. Roy tidak bisa menahan.. Sehingga keluar di dalam,” ujarku sambil memeluk tubuh mertuaku.&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa, Roy,” jawab mertuaku.&lt;br /&gt;“Mama sudah minum obat kok,” ujarnya lagi.&lt;br /&gt;“Kalo mama berkunjung ke rumah kamu, bisa tidak ya kita melakukan lagi?” tanya mertuaku.&lt;br /&gt;“Bisa saja, Ma.. Kita jalan berdua saja dengan alasan pergi kemana…” jawabku. Mertuaku tersenyum.&lt;br /&gt;“Kita pulang Roy,” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, aku langsung bersiap untuk pulang ke Bandung. Ketika aku memanaskan motorku, mertua perempuan mendekatiku. Sementara mertua lelaki duduk di beranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati-hati di jalan ya, Roy,” ujar mertuaku.&lt;br /&gt;“Iya, Ma. Terima kasih,” ujarku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Tengokin mama dong sesering mungkin, Roy,” ujar mertuaku sambil tersenyum penuh arti.&lt;br /&gt;“Iya, Ma,” ujarku sambil tersenyum pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pulang. Sejak saat itu hingga kini aku selalu menyempatkan diri sebulan sekali untuk datang ke rumah mertuaku, tentu saja setelah aku di-SMS dahulu oleh mertua perempuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata kehidupan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-4735641257953379334?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/4735641257953379334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/mertuaku-yang-penuh-nafsu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4735641257953379334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/4735641257953379334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/mertuaku-yang-penuh-nafsu.html' title='Mertuaku Yang Penuh Nafsu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-9218286106574635715</id><published>2009-09-17T16:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T17:04:26.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Sherly Bugil Video Bokep 3GP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrLObZHxLeI/AAAAAAAAAfs/taYguK7Uru0/s1600-h/sherlybugil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrLObZHxLeI/AAAAAAAAAfs/taYguK7Uru0/s320/sherlybugil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382591474656423394" /&gt;&lt;/a&gt;Download aja file bokepnya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/277708761/serly.avi"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-9218286106574635715?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/9218286106574635715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/sherly-bugil-video-bokep-3gp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/9218286106574635715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/9218286106574635715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/sherly-bugil-video-bokep-3gp.html' title='Sherly Bugil Video Bokep 3GP'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/SrLObZHxLeI/AAAAAAAAAfs/taYguK7Uru0/s72-c/sherlybugil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-3502502922731585811</id><published>2009-09-14T00:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T00:52:14.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedarah'/><title type='text'>Tante, Aku Sayang Tubuh Kamu</title><content type='html'>Namaku John. Umur aku sekarang 23 tahun. Sekarang kuliah disalah satu universitas swasta di surabaya. Tinggi aku 175 cm berat 60 kg. Aku termasuk cowok yang mudah terangsang, tiap kali melihat cewek dengan dada besar, kontolku langsung berontak.. Aku sering melekukan onani paling tidak 1 kali sehari.. Kejadian ini terjadi ketika aku masih duduk di kelas 2 SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu bulan Juli, lagi liburan sekolah. Waktu itu ortu dan adik perempuanku jalan-jalan ke jakarta, jadi rumahku tinggal aku sendiri akhirnya aku dititipkan dirumah tanteku (adik Mamaku). Mina, nama tanteku. Kalau nggak salah umur tanteku waktu itu 28, tanteku belum punya anak walaupun sudah kawin 1 tahun lebih. Jadi ketika aku ke sana dia senang sekali. Om-ku seorang pegawai swasta di Surabaya, tapi sering keluar kota untuk kerja proyek di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“John, tolong jaga rumah dan tantemu ya, tantemu lagi sakit. Om besok ke jakarta, ada proyek penting yang harus dikerjakan”kata om-ku.&lt;br /&gt;“Ya, om. Beres, tapi mana duitnya, hehe”Terus aku dikasih 100 ribu sama om-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“John, ingat ya pesan om”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan om-ku dan akhirnya dia berangkat menuju Jakarta. Sorenya aku nonton TV dengan tanteku. Waktu itu tanteku pake piyama yang tipis. Dada tanteku kutaksir 34B, jadi lumayan besar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante kan lagi sakit, kenapa nggak istirahat saja? Biar cepat sembuh”.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa. Kalau di kamar terus juga sama aja. Mendingan nonton TV bareng kamu disini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, aku lihati terus tubuh tanteku yang sexy itu.. Dan pikiranku mulai ngeras, begitu juga adikku, sudah mulai bangun.. Aku langsung membayangkan kalau lagi bersetubuh dengan tanteku itu.. Tiba-tiba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oi, lagi mikirin apa John, sampai bengong kayak gitu. Lagi lihat TV kok lihat-lihat tante terus”.&lt;br /&gt;“Habis tante cantik banget, terus sexy lagi, hehe”&lt;br /&gt;“Bisa aja kamu. Nakal ya.”&lt;br /&gt;“benar kok. Tante memang cantik.”Terus kami nonton TV lagi..&lt;br /&gt;“Eh, sudah jam 7 lho, ayo makan malam. Sudah dibeliin ayam goreng. Tadi pesan di warung”&lt;br /&gt;“Ayo tante..”aduh pikirku.. Padahal sedikit lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami makan malam bersaman.. Aku melihat tubuh tanteku terus.. Tidak konsentrasi untuk makan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, John. Dimakan ayamnya. Kok bengong. Minta disuapin ya?”&lt;br /&gt;“Ah nggak tante bisa sendiri kok. Tapi kalau disuapin sih mau aja”&lt;br /&gt;“Ayo cepat makan, dasar nakal”&lt;br /&gt;“Atau tante mau disuapin sama John, tante kan lagi sakit”&lt;br /&gt;“Ayo makan, jangan ngomong terus!” tanteku sepertinya marah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya sekitar pukul 22.00.. Dari kamar tante terdengar suara panggilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“John. John.. Kesini sebentar”&lt;br /&gt;“Ya tante, sebantar ya aku lagi telepon”&lt;br /&gt;“Cepatan, John.” habis telepon aku langsung menuju kamar tante.&lt;br /&gt;“Tante, aku masuk ya?”&lt;br /&gt;“Ya, pintunya tidak dikunci kok, masuk aja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung masuk kekamar tante. Kamrnya harum, bau parfum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamarnya harum tante. Pake apa?”&lt;br /&gt;“Sini John. Dekat kesini.”&lt;br /&gt;“Tante. Ada apa? Tante sakit lagi ya?”&lt;br /&gt;“Ya John. Kepela tante rasanya seperti mau pecah..”&lt;br /&gt;“Saya ambilin obat ya tante? Tante nggak apa-apa kan? Atau mau ke dokter?”.&lt;br /&gt;“Nggak perlu John. Kamu kesini John”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu mendekat ke tubuh tante yang berbaring di ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sini” Tante lalu memegang tanganku dan di taruhnya di kepalanya.&lt;br /&gt;“Tolong John, urut kepalaku ya. Biar sakitnya berkurang..” kata tante dengan suara yang menggoda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja langsung kupenuhi permintaannya.. Pikiranku mulai berpikiran lagi untuk bersetubuh dengan tanteku. Aku duduk diranjang di bagian atas kepala tanteku dan mengurut kepalanya. Aku bisa melihat dada tanteku yang menyembul karena saat itu dia memakai piyama warna putih yang tipis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengurut kepalanya aku juga mengelus-elus rambut tanteku. Mataku tertuju ke dadanya yang sepertinya mulai mengeras karena terlihat puting susunya dari luar. Sepertinya tanteku tidak memakai BH.. Pikiranku sepertinya tidak bisa diajak berkompromi lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, tante cantik banget”.&lt;br /&gt;“John tolong pijat kaki tante juga ya. Kok rasanya pegal”&lt;br /&gt;“Ya tante” dan langsung kupijat betis tanteku..&lt;br /&gt;“Kulit tante putih dan mulus ya” kataku.&lt;br /&gt;“Hehe, ayo pijat terus John. Ayo lebih ke atas lagi, pijat paha tante.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupijat paha tante yang mulus dan putih itu. Mata tanteku terpejam, sepertinya kepalanya sudah tidak sakit lagi. Pikiran kotor ku muncul lagi. Ingin rasanya menikmati tubuh tanteku ini. Pijatan yang tadinya kulakukan sekarang berubah menjadi elusan pada paha tanteku.. Dan sepertinya tanteku sangat menikmati karena tanteku diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, gimana rasanya sekarang. Sudah baikan?”&lt;br /&gt;“Terusin. Jangan hentikan pijatanmu.. Ayo John..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu tanteku pasti juga sudah mulai terangsang dilihat dari bahasa tubuhnya.. Aku tidak lagi memijat tapi kuelus terus pahanya.. Dan pelan-pelan kunaikkan tanganku dan kuselipkan ke celana tanteku.. Tidak ada reaksi sama sekali dari tanteku.&lt;br /&gt;Inilah saatnya aku melakukannya.. pikirku dalam hati.. Kuelus-elus dengan lembut tubuh tanteku itu. Dan akhirnya kuberanikan diri untuk menyentuh celana dalam tenteku.. Dan ternyata celana dalamnya sudah basah.. Langsung saja kuelus vagina tanteku yang masih ditutupi CD itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehmm, John, ayo teruskan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba untuk menyelipkan jariku ke dalam CD tanteku.. Dan kugesekkan jariku disana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enakk John, ayo terus,”&lt;br /&gt;“Tante, saya buka celana tante ya, biar lebih asyik..”&lt;br /&gt;“Terserah kamu John, ayo cepat..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja kubuka celana tante.. Dan sekarang aku elus perut tante..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya John, ouh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuremas dada tante yang masih memakai baju piyama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“John, buka saja bajuku. Ayo lakukan sesukamu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kubuka baju tante.. Dan langsung menyembullah 2 bukit indah yang belum pernah kulihat.. Kuremas payudara tante dengan kedua tanganku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ouhh, enak John, teruskan..” desah tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuremas-remas terus dada tante yang putih halus itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo John lakukan sesukamu dengan dadaku.. Hisap John. Hisap susu tante..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuturunkan wajahku ke dada tante dan kuhisap susu kirinya.. Dada yang kanannya kuremas terus.. Kugigit halus puting susunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ouhh,” teriak tanteku, “Enak John, ayo hisap yang dalam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhisap susu tante sampai keluar cairan susunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Susu tante enak. Aku suka susu tante..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua susu tante kuhisap dan kuremas-remas.. Kubuka seluruh pakaianku hingga kontolku keluar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Kontolmu gede John.. punya om-mu aja kalah. Diapain kontolmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontolku yang sudah nongol langgsung dielus sama tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik manisku” kata tanteku sambil mengocok kontolku..&lt;br /&gt;“Enak kan?”&lt;br /&gt;“Oh enak banget tante..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontolku dikocok terus oleh tanteku.. Aku tidak mau kalah langsung kubuka CD tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, vagina tante merah muda, aku suka sekali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami bermain dalam posisi 69. Vagina tante yang sudah basah langsung saja kujilat.. Sllrrpp.. ssllrrpp.. bunyi suara lidahku ketika menjilat vagina tanteku.. Tanteku juga tidak kalah gesitnya.. Kontolku yang sudah menegang itu dimasukin ke mulutnya.. Dan sejurus kemudian langsung dimainkan dengan lidahnya dan dihisap-hisap juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka vagina tanteku dengan jari telunjuk dan jempolku.. Lalu kutusuk-tusukkan lidahku di lubang memeknya.. Sambil sekali-kali kuhisap vagina tante yang baunya harum.. Sampai lebih kurang 10 menit kami dalam possisi 69, tiba-tiba kepalaku dijepit oleh kedua paha tante..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kalau tanteku sudah mencapai orgasme yang pertamanya.. Dari vagina tante keluar cairan warna putih dan langsung kujilat sampai bersih.. Tanteku masih sibuk dengan kontolku walaupun sudah mencapai orgasme..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, aku juga mau keluar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapanku hisapan tanteku pada kontolku semakin dipercepat. Dan.. Crroott.. croott.. Kumuncratkan 6 kali spermaku di mulut tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, jangan ditelan dulu spermanya..” pintaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kupegang kepala tante dan kulumat bibirnya yang masih penuh dengan cairan spermaku.. Dan tanteku bereaksi dengan cepat, akhirnya kami berbagi sperma. Kumainkan lidahku dalam mulut tante yang penuh sperma dan kuhisap spermanya, lalu kumuntahkan lagi ke mulut tanteku.. Tanteku juga melakukannya.. Sampai lebih kurang 5 menit. Kami lalu menelan sperma tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo John, masukin kontolmu ke vagina tante” pinta tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontolku memang masih tegang walaupun sudah sempat mengeluarkan sperma.. Kubuka paha tante lebar-lebar.. Sampai terlihat lubang memeknya yang masih basah itu.. Lalu kupegang kontolku dan kugesekkan kepala kontolku di mulut memeknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, John ayo masukan kontolmu.. Tubuhku ini milikmu John.. Ayo. Lakukan sesukamu.. Memekku ini milikmu John.. Ayo masukin..” racau tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudorong kontolku ke vagina tanteku yang sudah basah sekali.. Agak susah masuknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oughh.. Masukin yang dalam John.. Sampai kontolmu amblas.. Ayo John..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutekan lagi kontolku. Sekarang kontolku sudah masuk 1/2 ke dalam vagina tanteku.. Kutarik sedikit kontolku dan aku menarik napasku.. Dan.. Bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aughh, John sakit.. Kontolmu gede banget” teriak tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontolku seperti dimakan oleh memeknya tante, amblas.. Kutarik pelan-pelan kontolku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“John, aauugghh. Sakit. Pelen-pelan ya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik dan dorong dengan pelan kontolku yang berada dalam lubang kenikmatan tanteku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, memeknya masih sakit?”&lt;br /&gt;“Nggak John. Ughh. Nikmat. Ayo John lakukan sesukamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat gerakan kontolku.. Tarikk dorongg.. Tarik.. Dorong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oughh.. Shh.. John.. Oughh shh..” desah tanteku karena nikmat yang kuberikan. Kugenjot terus vagina tante yang semakin becek itu..&lt;br /&gt;“Ouugghh enakk Johnn ayo genjot vagina tante.. Lagi John.. Ssshh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku percepat gerakan maju mundur pantatku.. Payudara tante yang bergoyang turun naik seiring dengan genjotanku kuremas-remas.. Dan sekali-kali kupelintir putingnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auhgghh enak John.. Ayo genjot.. Terusshh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontolku yang berada dalam vagina tante.. Kutarik sampai hampir keluar.. Lalu.. Kudorong pantatku kedepan sekuat tenaga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaugghh enak John, ayo lakukan lagi.. Aku suka kontol kamu Johnsshshh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulakukan terus dan kupercepat genjotanku. Sepertinya tanteku sudah hampir klimaks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo John pompa memek tante secepat dan sekeras mungkin dengan kontolmu itu.. Ougghh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanteku juga menggoyangkan pantatnya maju mundur sehingga terasa sekali denyut memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“John, tante mau keluar.. Ougghh shh tante nggak tahan lagi..”&lt;br /&gt;“Kita sama-sama aja tante..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupercepat genjotanku. Kupompa terus vagina tanteku ini.. Dann.. Tanteku memelukku dengan erat dan terasa semburan cairan kenikmatan bibi dalam memeknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Croott ccrroott ccrroott..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga menyemburkan spermaku dalam vagina tanteku.. Akhirnya kami lemass.. Kontolku yang masih berada dalam vagina tante.. Seperti dijepit.. Enek sekali denyutannya.. Aku juga membalas dengan membuat kontolku berdenyut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hehe nakal ya kamu..”&lt;br /&gt;“Tante juga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami berdua berciuman dan memainkan lidah.. Dan kucabut kontolku.. Terlihat cairan spermaku dan tanteku mengalir keluar dari memeknya.. Tanpa perintah langsung kujilati cairan yang membasahi vagina tanteku sampai bersih.. Dan kugigit halus bibir memeknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auhghh, kamu kok nakal banget sih..”&lt;br /&gt;“Habis vagina tante enak sekali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu tertawa.. Tidak terasa kami main hampir 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu kami tidur tanpa membersihkan diri lagi.. Bau cairan kenikmatan kami seperti memenuhi kamar tanteku.. Dan kami tidur tanpa busana.. Semalaman kami hampir tidak tidur karena kami terus saling mengelus-elus bagian tubuh kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku cinta tante”&lt;br /&gt;“Tante juga”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-3502502922731585811?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/3502502922731585811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/tante-aku-sayang-tubuh-kamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3502502922731585811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3502502922731585811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/tante-aku-sayang-tubuh-kamu.html' title='Tante, Aku Sayang Tubuh Kamu'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-3341042702918132704</id><published>2009-09-14T00:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T00:46:54.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Bokep 3GP'/><title type='text'>Vivi Bisyar Maknyuss</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Sq30sBqgIAI/AAAAAAAAAaw/oV9jbT57ekA/s1600-h/vivibisyarkatanya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Sq30sBqgIAI/AAAAAAAAAaw/oV9jbT57ekA/s320/vivibisyarkatanya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381226166975733762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Bokepnya &lt;a href="http://rapidshare.com/files/261282090/Vivi_Bisyar.3gp"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8320806758033754491-3341042702918132704?l=ceritapanas3gp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/feeds/3341042702918132704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/vivi-bisyar-maknyuss.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3341042702918132704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8320806758033754491/posts/default/3341042702918132704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapanas3gp.blogspot.com/2009/09/vivi-bisyar-maknyuss.html' title='Vivi Bisyar Maknyuss'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-okeQT3IDko/Sq30sBqgIAI/AAAAAAAAAaw/oV9jbT57ekA/s72-c/vivibisyarkatanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8320806758033754491.post-5727115116950951337</id><published>2009-09-11T21:04:00.001-07:00</published><updated>2009-09-11T21:05:37.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setengah Baya'/><title type='text'>Mama dan Tanteku Sama-Sama Suka Seks</title><content type='html'>Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku.&lt;br /&gt;Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rina berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Rina kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Rina adalah adik kandung Papa aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rina. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Roy..!” panggil mama.&lt;br /&gt;“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.&lt;br /&gt;“Ada apa, Ma?” tanya aku.&lt;br /&gt;“Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.&lt;br /&gt;“Iya, Ma…” jawab aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.&lt;br /&gt;“Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.&lt;br /&gt;“Seluruh badan mama,” jawab aku.&lt;br /&gt;“Ya sudah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.&lt;br /&gt;“Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.&lt;br /&gt;“Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.&lt;br /&gt;“Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.&lt;br /&gt;“Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.&lt;br /&gt;“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.&lt;br /&gt;“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.&lt;br /&gt;“Roy tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi.&lt;br /&gt;“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.&lt;br /&gt;“Sini berbaring dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.&lt;br /&gt;“Sini berbaring Roy,” ujar mama lagi.&lt;br /&gt;“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.&lt;br /&gt;“Ya, Ma…” kataku sambil
